Para Pemetik Hikmah
Dalam rumah tangga, bahagia bukan hanya menu yang melulu disuguhkan sehari-hari. Akan ada goresan kesedihan yang mungkin kau cecap suatu hari.
Menuju empat tahun hidup dengan orang yang awalnya asing, dan kini menjadi seseorang dengan label paling penting di prioritas pertama. Ada bahagia, sedih, kesal, marah, kecewa, san berbagai emosi lain yang pernah singgah di hari-hari yang telah dilalui. Banyak pelajaran berharga yang datang silih berganti.
Menikah adalah pembelajaran seumur hidup. Ia bukan hanya bilangan hari atau bulan. Tapi dalam masa yang entah hingga kapan Allah izinkan untuk bersama.
Orang-orang yang beruntung adalah para pemetik hikmah dari bilangan hari yang telah dilewatinya. Ia mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian yang Allah hadirkan dalam garis takdirnya. Sebagian ada yang disimpan untuk dirinya sendiri. Ada pula sebagian yang ia bagikan untuk pelajaran orang lain.
Mari menjadi bagian dari orang-orang yang beruntung itu. Tak peduli ia dalam golongan orang kaya atau miskin. Tua atau muda. Orang beruntung itu yang luas hatinya untuk menampung banyak hikmah.












