Siang tadi, aku sempatkan melihat sebuah video yang memutar tentang perdebatan alot di ILC perihal hukuman bagi pemerkosa anak. Poin pentingnya bukan di itu sih sebenernya.
Bunda Elly Risman yang menjadi salah satu peserta di sana menuturkan banyak hal yang jujur saja membuat aku merasa digetok pake palu gede banget.
Teknologi yang semakin maju. Gadget yang murah harganya pun sekarang makin mudah diberikan kepada anak. Dengan dalih sayang anak, memberikan apa yang anak minta. Ahh, jika kita tahu, kita sedang memberikan bara panas kepada anak kita sendiri.
Aku jadi ingat kesalahanku di tahun lalu. Saat rayyan mulai kukenalkan pada gadget. Lalu dia pun mulai kenal dan paham bagaimana mengoperasikannya. Saat itu memang aku sedang giat membangun branding untuk olshopnya pak suamik. Lambat laun, aku merasa ada yang salah dengan diriku. Tiap rayyan nangis, kusodorin gadget. Jadilah sebuah candu yang kapanpun bisa diminta.
Ada rasa bersalah yang sangat dalam saat aku mulai sadar kalau yang aku lakukan ini salah. Aku mulai menolak saat rayyan minta gadget. Dia pun berontak dan nangis sampai kejer. Di situ aku sadar, inilah akibat dari perbuatanku sendiri.
Aku pun sampaikan pada pak suamik untuk offline dulu. Mengingat betapa sayangnya aku sama rayyan, aku putuskan untuk stop memberikan gadget kepada rayyan. Dengan konsekuensi aku pun makin jarang berinteraksi dengan gadget. Alhamdulillah pak suamik dukung 100%.
Pelan-pelan aku sounding ke rayyan. Dampak negatif dari terus-terusan main gadget. Di minggu pertama masih sering ngeyel sih. Tapi lambat laun bisa kok. Asal kita sebagai orang tua juga harus tegas sama anak. Sekali gak boleh ya gak boleh. Ayah juga berperan penting ya di sini. Nggak cuma ibuk doang yang larang kasih hp, tapi bapak tetep kasih ya sama aja atuh.
Alhamdulillah sekarang rayyan udah jarang pake banget mainan hp. Palingan kalo liat bapaknya main hp justru dia bilang, "bapak jangan main hp terus, nanti matanya sakit!" Hahaha kasian deh bapak..
Untuk ibuk dan bapak di luar sana, ayo berhenti kasih anak gadget. Dampak negatif lebih banyak daripada dampak positifnya. Kalo cuma mau bilang biar anak bisa belajar, anak bisa kok belajar pake cara lain. Kita aja sebagai orang tua yang harus lebih kreatif ajarin mereka.
:)













