Wajah Baru Monumen Palagan Ambarawa
Monumen Palagan Ambarawa adalah tempat wisata yang identik dengan kota kecil ini, monumen ini menyimpan beragam relief dan peninggalan dari Pertempuran Ambarawa yang terjadi pada 12 - 15 Desember 1945. Monumen ini diresmikan pada tahun 1973 oleh Presiden RI, Soeharto.
Monumen ini didirikan untuk mengenang jasa Letkol Isdiman yang gugur di medan laga Palagan Ambarawa.
Setelah beberapa bulan tidak beroperasi karena sedang dilakukan pembangunan masjid dan renovasi, sekarang Monumen Palagan Ambarawa sudah dapat dikunjungi kembali, dengan tampilan yang baru tentu. Tampak masjid megah berwarna oranye berdiri kokoh di sebelah kiri depan monumen ini, gerbang masuk monumen pun telah disulap lebih apik dengan tulisan yang tampak indah dari kejauhan.
Di bagian dalam terdapat kolam dengan air mancur di tengahnya, lengkap dengan ikan-ikan kecil berenang di dalamnya.
Tak perlu bingung jika merasa lelah saat berkunjung di monumen ini, kini telah disediakan banyak tempat duduk bagi pengunjung melepas lelah, di bagian kanan juga tampak dua buah gazebo dengan kursi hijau panjang yang bisa digunakan untuk berteduh sambil melihat patung para pahlawan berdiri megah di hadapan.
Secara umum, benda-benda bersejarah yang dipamerkan disini tidak mengalami perubahan atau perawatan yang berarti. Bahkan beberapa mainan anak di area bermain juga sudah mengalami kerusakan serta lumut di area tanah yang cukup mengganggu dan membahayakan jika jalanan sedang becek.
Tetapi Monumen Palagan Ambarawa selalu menjadi tempat yang pas mengisi hari dengan ketenangan dan semilir udara di kota kecil ini, menikmati angin berhembus di sisi kolam benar-benar sangat melegakan pikiran.
Sayang, Monumen Isdiman di bagian depan sedang tidak beroperasi saat saya datang. Padahal di dalamnya terdapat banyak seragam dan senjata peninggalan dari Pertempuran Ambarawa.
Berkunjung kembali ke tempat ini membangkitkan kenangan-kenangan masa kecil saya, semoga Monumen Palagan Ambarawa bisa selalu berbenah dan menjadi kebahagiaan warga Ambarawa.
















