Berakhir sudah perkumpulan keluarga setelah hari raya, banyak pembelajaran darinya. Terlebih bagi kami ini adalah lebaran pertama tanpa seorang nenek, tentu bukanlah hal yang mudah, meredakan ego seisi rumah sepeninggalnya, biasanya makanan sudah terhidang dikala anaknya datang dari perantauannya, kali ini semua berubah.
Aku mendapati sepupu sekaligus teman kecil yang berubah drastis karna kesuksesan dalam definisinya sudah diraih, Ia letakkan itu dalam bentuk uang dan barang, tapi hal itu membuat kami "harus berkenalan ulang" aku nyaris tak mengenali Ia yang sekarang.
Akhirnya Ibu menasehati kembali, bahwa definisi kita memang berbeda, namun kami harus tetap berada dalam indahnya toleransi.
Kampung ini tempatmu berpulang, maka pulanglah dengan keadaan hati saat kaki menglangkah untuk pergi.










