Chiharu Shiota - The Soul Trembles. Museum Macan Jakarta, Februari 2023.
Waktu itu art exhibition ini rame banget diomongin orang-orang karena installationnya bagus banget. Dan ada info Namjoon juga kesini (bukan yang di Indo). Gue makin penasaran jadi gue mutusin berangkat, gak pake banyak mikir naninu. Gue kesana sama temen gue, Kirana. Kita gak research dulu ini isinya pameran ini tuh apa, modal yakin aja.
First impression gue adalah, bagus banget, megah gitu loh karena besar instalasinya dan luas areanya. Even sampe ke langit-langit ruangan. Lalu ke moment dimana gue mulai mencari-cari mana penjelasan untuk setiap installationnya karena gue mau ngerti ini tentang apa.
Fyi, gak semua installation boleh difoto.
In a brief, yang gue cerna dari art exhibition ini adalah cerita tentang cara Chiharu Shiota melihat kedalam jiwa dia, mengartikan hidup dan mati, plus perjalanan hidup dia yang ternyata terlihat sangat melelahkan dan menyedihkan.
Sejujurnya gue pulang dari sini ikutan drained, karena gue ngerasa masuk kedalam pikiran dia, sedangkan pikiran yang mau dia kasih liat adalah experiences yang kurang menyenangkan (from my pov).
Benang merah diartikan sebagai hubungan antar manusia, yang bisa diinterpretasikan sebagai kegiatan, perasaan, kenangan antara satu dan yang lain. Benangnya saling terikat karena nantinya di dalam kepala kita informasi/perasaan itu akan bertemu dengan yang lain.
Benang hitam diartikan sebagai kematian atau akhir. Dia cerita disini kalau tetangganya waktu itu kebakaran dan dia liat piano tetangganya kebakaran. Baunya nusuk banget sampe dia keinget terus bau rumah kebakar.
Dan ada beberapa sudut yang isinya cuma benang-benang item ini. Hawanya sad banget.
Ada beberapa art yang dikasih liat fotonya disini, dari pameran Chiharu Shiota lainnya di zaman dulu.
Ini salah satu favorite gue, My Existence as a Physical Extension (1995). Gatau kenapa dia dipasang keciiiiil banget. Mungkin karena agak sensitive ya. Ini nyeritain soal hidup dan mati (lagi-lagi). Di gambar kecil yang atas itu, sebetulnya dipertengahan ruangan ada tali dan ada benda kecil yang ngegantung dibawah tali, yaitu tali pusar. Dan di lantai, yang ada serpihan-serpihan warna abu-abu untuk menggambarkan abu kalau kita dikremasi. Jadi dari kita lahir sampai dengan mati. Gue lupa deh ini abu kremasi beneran atau buatan.
Setelah part ini ada instalasi dia telanjang di tanah, menyatu dengan tanah, masuk ke kolam dan lumpur. Untuk mencari jawaban dan eksistensi diri ketika dia kembali ke tanah itu gimana. Ekspresi dia selalu sedih, atau flat. Jadi mulai kebayang gak rasanya masuk kedalam pikiran orang tapi pikirannya yang gak menyenangkan?
Kita beralih ke yang seru-seru aja ya haha. Menuju ke instalasi ini memang ada beberapa yang gak boleh difoto. Di bagian ini ada miniatur barang-barang dia jaman dulu dengan benang-benang merah yang ngartiin hubungan antara barang-barang ini. Barangnya lucuuu kecil banget aslinya. Dan detail banget.
Ini kumpulan jendela-jendela yang katanya dia kumpulin, kurang tau juga gimana detailnya. Pas aku tanya sama petugas Museum Macan beliau agak bingungin juga jelasinnya.
Sebelum pintu keluar ada section yang isinya koper-koper dan benang merah. Didalem koper ini ada motornya, jadi beberapa koper bisa bergerak dan bikin ilusi suara kaya kalo koper ini dibawa jalan dan isi dalem kopernya goyang-goyang. Karena Chiharu punya memori dia pindah dari satu lokasi ke lokasi lain dan dia merhatiin orang-orang yang pergi ini.
Gue mungkin gak meng-highlight cukup banyak dan akurat dari apa yang Chiharu Shiota sampaikan lewat art-nya. Tapi ini interpretasi gue sebagai penonton karya seninya. Indah banget memang, tapi personally ini dark banget buat gue (buat temen gue juga).
Keluar dari sini kita kaya capekkkkkk banget, diem, bengong, gak selera ketawa. Agak lebay tapi beneran hahaha.