Tundukkan Hati
Belakangan sedang sering merapal doa agar Allah tundukkan hati semata hanya untuk menyembahnya. Bukan tanpa sebab tentunya.
Seiring berkembangnya zaman, dunia seakan menjadi monster menakutkan saat hati tak siap membedakan. Mana yang patut dipeluk dan mana yang harusnya dihempas sebelum menjadi petaka kehidupan.
Sadar atau tidak, perlahan hati mulai tunduk dikuasai dunia. Yang fana dan sementara sifatnya, namun begitu berharga di pelupuk mata. Ketakutan untuk tidak mendapatkan apa-apa membuat seringnya langkah dipilih tanpa berpikir akibatnya.
Sedih dan ngeri, jika hati yang sejatinya harus diisi oleh ketaatan pada Allah semata. Malah kalah dan tunduk pada pernak-pernik dunia yang bahkan harganya tak melebihi sayap seekor nyamuk.
Ini nasehat untuk diri sendiri. Lebih berhati-hati menyeleksi mana yang harus memasuki hati, dan mana yang cukup sampai di tangan ini.
Kelak semuanya akan dihisab. Bahkan tulisan ini.











