Besok
Depok, 23 Mei 2020.
ㅤ ㅤ Lima buah mangkok kaca aku letakan satu persatu diatas meja makan, tepat berhadapan dengan kursi-kursi yang tersedia untuk ayah, ibu, dan adik-adikku. Mengingat malam ini adalah malam terakhir berbuka bersama untuk tahun 2020, jadi hari ini ibu ku memasak menu yang cukup spesial, yaitu daging panggang, shabu-shabu dan kuah tom yum. Makanan ini menjadi makanan spesial karena harus dimakan secara bersama-sama di atas meja makan dan setiap dari kami ikut andil dalam hasil akhir dari makanan ini.
“Kalo tahun lalu nih, malem kita pasti udah di rumah nenek! Liat kembang api sambil nontonin om-om kita main mercon. Tragedi yang parah banget tuh pas merconnya hampir kena tangan H-1 lebaran, gila emang” Kata adik ku tiba-tiba nyeletuk ditengah kesibukan kami semua yang sedang menyantap makanan.
“Ih iya! Biasanya juga nih ya besok pagi kita ribut, telat bangun karena terlalu lama di rumah nenek. Skenario terburuk nya ketinggalan shalat eid, baru tahun kemarin kan kita nggak telat shalat? biasanya dateng pas udah mau mulai” Aku menambahkan, ikut bernostalgia.
“Jangan lupa juga omelan ibu sama ayah. Mana abis shalat eid masih harus makan gulai, untung masih ada nasi rames sama campur.” Keluh adikku.
“Kalau dipikir-pikir kita itu aneh, kita berlima berantem terus tapi juga nempel terus. Mana pernah kita nggak berlima? Kaya Tom and Jerry” Ayahku tiba-tiba menambahkan sambil tertawa.
ㅤ ㅤ Benar juga, biasanya kami akan selalu berdebat mulai dari berangkat mudik sampai pulang mudik. Selalu ada saja masalah yang diperdebatkan dan sedihnya tahun ini perdebatan itu tidak ada. Kalau bisa memilih, maka aku memilih untuk berdebat dari berangkat mudik sampai pulang mudik dibanding tidak mudik sama sekali, seperti saat ini.
ㅤ ㅤ Karena celetukan adik ku soal lebaran tadi, akhirnya aku melihat kembali isi hard disk merah muda milikku yang berisi foto-foto dari awal perjalanan mudik sampai pulang kembali ke rumah. Dari mulai sahur di rest area, macet di pintu tol, hingga harus berbuka puasa di tempat yang bahkan kami nggak tau itu dimana. Terlalu banyak kebiasaan-kebiasaan yang tidak biasa hadir membanjiri pikiran ku hari ini. Kebiasaan-kebiasaan ini merupakan hal yang biasa kami lakukan setiap periode lebaran tapi juga tidak biasa karena hanya dilakukan satu kali dalam satu tahun.
ㅤ ㅤ Lucunya adalah tahun lalu masing-masing dari kami berpikir bahwa kami akan menjalani lebaran besok — 1 Syawal 1441 — seperti tahun-tahun sebelumnya. Aku ingat ayahku mengatakan hal ini saat kami di Pantai Lombang, Sumenep.
“Udah ayo pulang! liat sunsetnya kan masih bisa tahun depan.” Kata ayahku menyuruh kami cepat-cepat pulang dari pantai.
ㅤ ㅤ Hari itu aku tidak terlalu keberatan karena aku pikir tahun depan — alias besok— kami akan kembali mengunjungi pantai untuk melihat sunset. Namun ternyata Dia tidak mengizinkan. Kejadian ini yang kemudian membawaku berpikir bahwa konsep besok itu terlalu abstrak, kita selalu percaya bahwa besok itu selalu ada.
“Otak manusia terbiasa mengabaikan hal yang biasa terjadi. Otak manusia juga memiliki kemampuan untuk mengerti konsep masa datang. Kedua hal ini bereaksi menghasilkan ilusi bernama “besok” yang terasa sangat nyata. “ Perkataan tersebut aku kutip dari tulisan milik Dimas Dwi Adiguna berjudul Sebuah Ilusi Bernama ‘Besok’ di Medium.
ㅤ ㅤ Mudik saat lebaran adalah hal yang biasa aku lakukan setiap tahun dan otakku bekerja seakan akan pada tahun berikutnya hal ini akan terjadi lagi dan lagi sehingga secara tidak sengaja otakku membuat rencana-rencana untuk dilakukan pada tahun berikutnya padahal bisa saja tahun tersebut tidak terjadi, ya seperti sekarang ini. Aku sadar memang sebenarnya berpikir untuk tahun berikutnya itu keterlaluan karena sebuah besok untukku saja memiliki peluang untuk tidak terjadi. Iya, kan?
Terlepas dari itu semua aku harus bersyukur karena sampai saat ini aku masih diberi kesempatan untuk menikmati hari ini, bertemu dengan keluarga ku — via online — , dan masih bisa merasakan kebersamaan. Semoga Allah mengizinkan kami semua selalu sehat dan dapat kembali berkumpul untuk melepas kerinduan. Aamiin.
Bonus foto-foto nostalgia lebaran!
Happy Eid Mubarak 1441 H! ♡
















