Sejarah Keluarga di Sebungkus Nasi Pecel ㅤㅤ Suatu pagi om saya mengajak beli nasi pecel naik motor. Dasar perkara makanan, konektivitas saya lancar banget. ㅤㅤ "Ayo". ㅤㅤ Tanpa mandi, cuma modal ganti kaos, berangkat. Mikir nanti dilirik cewek di jalan pun nggak. ㅤㅤ Pas berhenti di warungnya. Jeng jeng jeng. Warungnya kayak tukang bubur kacang ijo di gang Kota Bandung. Jelek, kecil dan sempit. Kalau misal keadaannya malam dan dipenuhi orang merokok, mungkin bisa dikirain tempat ngumpul maling. ㅤㅤ Warung sejelek itu padat orang. Ibunya sudah tua tapi masih cekatan. 'Asisten'nya adalah seorang bapak tua yang sekilas mirip petani miskin dan perempuan dewasa. Mungkin itu suami dan anaknya. Saya masih bertanya-tanya dalam hati kenapa om saya membawa ke sini. Dari segi rasa juga biasa saja. ㅤㅤ Sesampai di rumah saya ceritakan kejadian unik di atas, tante dan oma pun bercerita, kalau itu nasi pecel langganan almarhum opa. Rumah opa memang dekat sana. Suaminya itu tukang cukur yang jadi langganan opa. Opa adalah pelanggan akutnya. Di luar kota pun, bisa balik lagi ke Madiun cuma buat potong rambut, habis itu berangkat lagi. Kalau potong rambut mintanya cukur rapi mirip tentara ㅤㅤ Jadi kalau ada yang tanya kenapa rambut saya nggak pernah dibiarkan panjang dan relatif rapi konsevatif ya ini jawabannya. Didikan opa ke mama. Mama ke saya. ㅤㅤ Dari cerita oma, opa kelihatannya sering traktir tukang becak untuk makan di sana. Opa memang orang yang dermawan dan supel. Karakter itu diturunkan ke mama saya. ㅤㅤ Ya minimal sedari kecil saya banyak lihat contoh baik, meski belum tentu bisa sama baiknya dengan mama. ㅤㅤ Mungkin diam-diam om saya ingin mengenalkan sebuah sejarah keluarga dari sebungkus nasi pecel. Saya yakin tiap keluarga punya cerita yang sama. Makanan yang bisa bercerita tentang keluarganya. Harganya makanannya mungkin murah, tapi ceritanya tak ternilai. Seperti keluarga saya yang bisa diceritakan dari sebungkus nasi pecel. ㅤㅤ Maaf, dua bungkus nasil pecel sih. Saya makan dua bungkus masalahnya. ㅤㅤ *(Lho kok orang jawa tapi manggil opa dan oma? Ceritanya panjang hehe) ㅤㅤ #madiun #jawatimur #kuliner #nasipecelmadiun #nasipecel














