seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from Colombia
seen from South Africa
seen from United States
seen from China

seen from Colombia

seen from United States
seen from Poland

seen from Australia

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Indonesia

seen from United States
seen from United Arab Emirates

seen from United States
seen from India
Anak Kandung Puisi
Kita berdua adalah insan yang terlahir dari rahim puisi. Aku dan dirimu adalah aksara kecil, penutup baris-baris rima puisi yang harmonis. Mustahil kita menjadi satu, karena dua yang berbeda sia-sia dipersatukan. Cukuplah aksaraku bertahta disini, pun dengan aksaramu disana. Isilah huruf terakhir untuk kata pada kalimat-kalimat itu dengan tulus. Tak perlu kau pikirkan tentang baris selanjutnya. Itu urusanku. Kelak kita kan bertemu di dua larik terakhir, saling bersapa pandang denganku. Lalu kita akan tertegun, menatap syahdu puisi terindah yang pernah kita tulis bersama. Saat itu kita baru tersadar, bukan baris pendek yang menyatukan kita. Tapi keberutuhan puisi itu.
Jika dan Hanya Jika
Jika kau bersedia kembali menemuiku, Maka datanglah, aku disini selalu Di tempat yang tak beda, Saat kau dan aku menghabiskan kopi bersama Di hari yang serupa, Saat aku dan kau bertukar cerita Di waktu yang sama, Saat senja memberi tahumu tentang binar di mata
Kamis, 7 April 2016 @Coffee Toffee Bogor
please click on the link above!
Ini tulisan pertamaku tentang Nayanika. Terimakasih sudah membaca.
2 April 2016, hari bersejarah bersama Nayanika.
Apakah arti Nayanika itu? Bahasa sansekerta yang berarti “mata yang indah”. Saat ini adalah nama sebuah band indie asal Padang.
Kenapa diberi nama Nayanika? Karena mata ga bisa bohong. Mata yang indah akan tetap indah disaat senang ataupun sedih. Karena apapun yang terjadi nayanika akan selalu indah. Begitulah asaku untuk Nayanika
Mungkin tiap personil memiliki pendapat masing-masing. Setidaknya itu pendapatku.
Setiap kata, puitis dengan caranya masing - masing. Seperti kata “aku” yang berarti mencintaimu, dan kata “kau” yang berarti dicintai olehku.
Secangkir Kopi Hitam
Sisa Rindu Pada Cangkir Kopi
Termangu aku di ujung senja
Dengan helai lembayung yang manja
Kurangkai rindu
Beserta rasa yang mengharu biru
Di meja ini aku sendiri
Kosong
Kursi di hadapanku melompong
Hanya secangkir kopi hitam yang menemaniku
Pekat
Seperti hasrat yang sedemikian menjerat
Duhai, nona!
Dimana kau berada?
Bersama jarum jam yang terus berputar
Aku berjalan mencari sosok kecilmu hingga hilang nalar
Resah menggelayut tengkuk
Bersama gelisah yang menjambak helai rambut
Tuhan,
Kutitipkan pesan kepada angin semilir
Juga kepada sungai yang mengalir
Tentang rindu yang bermuram durja
Tentang pertemuan yang tak lelah dinanti datangnya
Bogor, 26 Maret 2016
18.00
Introduksi Afeksi
Cinta tak pernah salah ataupun benar. Cinta, adalah cinta. Sesosok ciptaan paling egois. Asyik bercanda tawa meski tengah teriris. Melangkah tak tahu diri, tanpa pernah hati-hati. Berlari kemanapun, tanpa peduli atas pandangnya yang rabun.
Pada Secangkir kopi, cinta memutuskan karam. Merintik lembut di sepasang alis yang teduh. Tenggelam ke dalam samudera bening dua bola mata. Percuma bersikeras keluar, karena pada akhirnya ia jatuh terjerat belukar senyum hijau nan rimbun. Terterungku renjana berkepala batu.
Esok dan seterusnya tertulis tegas. Cinta akan mengukir sebuah nama dengan lugas. Menikamkan sebilah rindu yang betapa. Menjadikan aku, sepotong puisi yang candrawama. Menanti sebuah pertemuan, guna menjadikanku pancarona.
Aku jatuh kepadamu. Bukan seperti mentari, melempar janji bahwa dia akan hadir setiap hari, namun ingkar meminta rembulan menduduki singgasananya ketika senja bertamu.
Aku jatuh kepadamu. Seperti langit, tetap ada saat gulita bertandang, memilih menghamparkan sehelai gemintang, agar dingin tak menggigilkanmu. Setia menjadi langit tatkala hari berganti pagi, lalu gelap kembali menghadang. Tak berubah, tak menyerah.
Aku jatuh kepadamu. Sesederhana itu.
Bogor, 25 Maret 2016 02.29
ryoko nayanika
ok um so ryoko is cool and everything and she was the one who convinced me to get a tumblr so yay oh goodness remember when me rosie and elena (i think?) put salt in ur hair and u got soooo mad at us hahahha that was hilarious and condominiums i still have no idea how to say that but i do remember you saying CONDOMinium in front of our english teacher now that was actually so hilarious and when you constantly updated us every single day how many followers you had....
um um um nayanika is probably one of the few people that i can vent to and trust so YAY for her :) um and shes quite surprisingly still my friend even though i shunned her basically all through 6th grade...hehe oops but now we're super duper close so YAY :) we went through NHD together...oh god that was not a good time...and we awkwardly never had our celebration party that we always said we were gonna hav after NHD..haha oh and CYA TOM we were such strange children...and we still are :P um oh and my strange fear of glitter is just...no adhjlaherj oh and salsa dancing which never actually was salsa dancing..it was awkwardly the waltz thingy and the merengue dance thingy that stupid LARRY changed last week so now it has really strange dance moves and you hav to keep shouting at me MOVE YOUR HIPS so yay funfun ooooohhhh the memories