Bedah Vokal: Mengenal Si "Impostor" Bariton, Low-Tenor
Komunitas penggemar vokal sering terbelah menjadi dua kubu dalam membahas tipe vokal idola Kpop. Perbedaan pendapat ini didasari banyak faktor, salah satu yang paling sering ditemukan adalah miskonsepsi tentang warna suara. Banyak pemahaman populer di jagat maya tentang metode menentukan tipe vokal hanya dengan warna suara (timbre).
Banyak orang yang yakin warna suara sudah cukup mewakili tipe vokal seseorang. Suara berat dan gelap berarti seorang bas atau bariton, sedangkan yang ringan dan terang dianggap tenor. Menurut saya pemahaman itu kurang tepat.
Seperti yang sudah dibahas di seri Bedah Vokal #01 tentang perbedaan tipe vokal kontemporer dan paduan suara, menentukan tipe suara membutuhkan premis lain seperti tonalitas pada tessitura dan passagi.
Oke lah, katakanlah semua sudah sepaham dan mengikuti metode di atas. Lalu kita sama-sama mengklasifikasikan seseorang ke bas, bariton, atau tenor. Namun perpecahan terjadi lagi, hehe. Ada beberapa penyanyi yang sulit diklasifikasikan ke tenor atau bariton, nih. Waduh, kok bisa? Terus mereka apa?
Kenalan dulu yuk sama sobat edgy kita bernama low-tenor. Kita bisa anggap mereka sebagai impostor seperti di gim 'Among Us'. Kenapa bisa dinamakan impostor? Soalnya tipe vokal ini cukup menipu dan tricky untuk dikenali hanya dengan sekali–dua kali–dengar.
Low-tenor itu apa?
Pada dasarnya tenor punya beberapa sub-tipe, seperti lyric, spinto, dan dramatic. Namun mengingat lingkup kita bukan dunia klasik, sub-tipe tersebut tidak begitu penting dan diperlukan. Biasanya kita cukup menuliskan bas, bariton, atau tenor. Nah, low-tenor di sini bisa kita gunakan untuk mewakili tipe suara non-lyric seperti spinto dan dramatic. Jadi, kita tidak perlu pusing-pusing menggali terminologi klasik untuk dunia kontemporer/pop.
"Loh? Jadi foto empat orang di atas itu maksudnya apa? Bukannya mayoritas mereka bariton?"
Di awal tahun ini, saya singgah pada kesimpulan bahwa Hwanhee dan V bukanlah bariton. Alasannya adalah tessitura mereka terletak sedikit di bawah tenor, mereka dapat bernyanyi dengan relatif santai di area tenor. Ketika dibandingkan dengan bariton, tessitura mereka lebih 'menantang'. Kualitas G4/G#4 seorang low-tenor tidak se-belty bariton. Selain itu, passagi Hwanhee dan V tidak terletak di B3 seperti bariton tapi di antara B3–D4.
Kenapa Park Hyoshin juga dibahas di sini? Dia kan memang tenor.
Saya bawa-bawa dia kemari karena di awal karier Hyoshin, dia selalu dianggap bariton karena warna suaranya yang berat dan ketidakmampuannya menghasilkan relaxed mix voice di atas G#4 seperti tenor. Setelah bertahun-tahun, tekniknya berubah menjadi jauh lebih baik dan menunjukkan jati dirinya sebagai low-tenor.
Hal ini semakin meyakinkan saya bahwa Hwanhee dan V bukanlah bariton. Sebenarnya, di tahun 2020 saya sudah berpikir Hwanhee adalah low-tenor. Di artikel ini saya membulatkan tekad untuk mengakui jati diri Hwanhee sebenarnya dibarengi V.
Rasa yakin semakin kuat saat muncul video Park Hyoshin dan V yang bernyanyi bersama di Instagram milik V.
Di situ V tidak kesulitan bernyanyi di tessitura Hyoshin yang seorang tenor. Harusnya jika V seorang bariton dia akan lebih belty karena beberapa nada sudah melewati passagi bariton. Selain itu, warna suara mereka agak mirip.
Video di bawah ini juga membuktikan V tidak terlalu butuh effort untuk menyanyikan lagu tenor. Selain itu, lower register milik V tidak memiliki tonalitas selayaknya bariton yang harusnya masih cukup santai di antara A2–C3.
Bisa kita simpulkan bahwa V merupakan seorang low-tenor selayaknya Park Hyoshin dan Hwanhee. Suaranya yang berat dan gelap dapat diklasifikasikan ke sub-tipe dramatic tenor. Jika V bertemu dengan pelatih vokal yang tepat, bukan tidak mungkin kemampuannya akan setara dengan Park Hyoshin dan Hwanhee. Saat ini V masih sangat undeveloped di seluruh register. Well, manusia terus berkembang dan punya banyak kesempatan, kan?
"Bagaimana dengan Jaehyun?"
Saya masih 'menggeledah' Jaehyun lebih dalam. Suaranya tidak seberat V tapi juga tidak seringan lyric tenor. Namun, hal yang mengganggu saya adalah video ini. Klik ke 0:23.
Jaehyun sama sekali tidak kesulitan bernyanyi di nada E4, selain itu tonalitas yang dihasilkan sama sekali tidak terdengar seperti passagi kedua bariton. Kemampuan phrasing di daerah D4 ke atas Jaehyun juga lebih mirip tenor. Jika dikonversi, E4 bariton setara dengan G#4 tenor.
Lalu di video ini, Jaehyun menunjukkan kualitas low-tenor karena tonalitasnya di G4 lebih terdengar seperti G#4/A4 seorang lyric tenor dibandingkan G4 milik bariton. Klik ke 2:24.
Bandingkan dengan G4 milik John Legend yang seorang bariton. Klik ke 4:59.
Begitu juga dengan G4 dari Scott Hoying, vokalis Pentatonix yang juga seorang bariton. Klik ke 3:32.
Wah, sangat berbeda ya. Kalau saya sih sekarang jadi bingung. Tendensi kalau Jaehyun ke tenor jadi sedikit lebih tinggi daripada bariton, ini karena lower register Jaehyun sangat undeveloped untuk seorang bariton. Meskipun Jaehyun lebih nyaman menyanyikan lagu bariton, tampaknya suara aslinya sedikit berbeda pendapat.
Jadi, bagaimana? Menurut kalian apakah Jaehyun masih bisa dianggap sebagai bariton?