Bedah Vokal: Countertenor Bukan Tipe Suara?
"Oh, aku tahu sih beberapa countertenor di Kpop. Setahuku tenor yang suaranya tipis dan tinggi banget biasanya countertenor, misal Jimin sama Sunyoul."
Countertenor? Sebenarnya, apa sih istilah itu? Apa benar countertenor itu termasuk salah satu tipe suara?
Banyak sekali asumsi dan miskonsepsi tentang countertenor. Akrab dipanggil kontratenor atau sopranist, ternyata istilah ini tidak bisa dipakai sebagai labelling untuk tipe suara. Terutama jika kamu bukan penyanyi klasik. Loh, kok bisa begitu?
Sebelum masuk lebih jauh, kita perlu paham dulu kenapa istilah ini muncul dan bagaimana penggunaannya. Fenomena ini muncul karena di masa renaisans ada semacam perintah gereja Katolik, di mana perempuan tidak diizinkan tampil di ruang publik. Hal ini disiasati dengan memberikan peran soprano dan alto kepada laki-laki. Mereka membutuhkan laki-laki untuk menyanyi seperti perempuan dengan menggunakan falsetto/upper register.
Kebutuhan tersebut akhirnya mendorong pemegang kepentingan untuk melakukan kebiri pada anak laki-laki yang akan berkarier sebagai kontratenor. Kebiri tersebut dilakukan sebelum anak tersebut mencapai usia pubertas sehingga warna suaranya tidak berubah menjadi seperti laki-laki pada umumnya. Sisi gelap abad ke-17 ini memang tidak manusiawi dan menakutkan.
Di masa itu, para laki-laki yang dikebiri dipanggil castrati — laki-laki yang dikebiri untuk memenuhi peran soprano atau alto dalam ranah klasik. Praktik ini kemudian dihentikan pada 1903 dan istilah castrati pun tidak digunakan lagi. Perombakan ini dilakukan karena selain tidak manusiawi, laki-laki tetap bisa bernyanyi dengan falsetto tanpa perlu dikebiri. Setelah itu, castrati berubah sebutan menjadi kontratenor (countertenor).
Setelah kita mengetahui sejarah (menjijikkan) di balik munculnya kontratenor, sekarang kembali ke pertanyaan di atas. Apa benar ada kontratenor (countertenor) dalam ranah vokal kontemporer?
Normalnya kita hanya bisa digolongkan ke tipe suara tenor, bariton, dan bas di ranah kontemporer. Bahkan sub tipe seperti spinto, dramatic, verdi, tidak bisa digunakan jika kita tidak bernyanyi di ranah klasik. Jadi, istilah seperti countertenor tidak cocok digunakan dalam ranah kontemporer. Hal itu karena countertenor adalah peran, bukan tipe suara. Mereka hanya menggunakan upper register dan meninggalkan lower/chest register agar terdengar seperti perempuan.
Coba kalian dengarkan vokalis ini!
Vokalis ini tidak pernah menggunakan chest register-nya kan? Semuanya dinyanyikan dengan falsetto (istilah klasik) atau head voice (istilah kontemporer). Upper register dihasilkan semirip mungkin seperti perempuan, baik peran soprano atau alto. Jika di kontemporer, suara laki-laki ini mirip dengan kontralto yang menggunakan head voice-nya. Namun, semua laki-laki bisa menyanyi seperti ini jika dilatih dengan metode klasik apapun tipe suaranya, tidak harus tenor.
Permasalahan miskonsepsi countertenor di kontemporer muncul karena banyak orang yang menggunakan fach klasik untuk melabeli penyanyi kontemporer saat ini. Hanya karena seorang tenor punya warna suara yang sangat "feminin", mereka jadi disebut kontratenor. Padahal mereka hanyalah tenor yang bersuara sangat ringan sehingga mirip suara perempuan. Tidak hanya itu, penyanyi tenor pop menggunakan semua registernya. Mereka tidak bernyanyi seperti countertenor klasik.
Mari bandingkan vokalis di atas tadi dengan Sunyoul dari Up10tion!
Sekilas kalian pasti akan kebingungan, penyanyi ini laki-laki atau perempuan? Apalagi dia menyanyikan lagu seorang sopran yang sangat tinggi seperti So Chanwhee. Pasti semua orang di acara tersebut berpikir Sunyoul adalah perempuan.
Apakah Sunyoul adalah kontertenor?
Tentu tidak, alasan pertama dia bukan penyanyi klasik. Alasan kedua, dia bernyanyi dengan chest dan mixed register. Terakhir, tidak ada tipe suara kontratenor di ranah kontemporer karena kontratenor hanya suatu PERAN di dalam ranah klasik.
Sudah jelas kan?
Kesimpulannya adalah Sunyoul Up10tion, Jimin BTS, Sungjong Infinite, Haechan NCT, Mitch Grassi Pentatonix, dan penyanyi laki-laki lain yang suaranya melengking bukanlah kontratenor. Mereka hanyalah tenor dengan suara yang bright, tipis, dan ringan. Tenor biasa seperti Naul dari Brown Eyed Soul juga bisa bernyanyi di oktaf kelima jika dia mau tanpa terdengar seperti perempuan.
Nah, setelah ini semoga kita tidak salah gaul lagi dengan melabeli penyanyi kontemporer sebagai kontratenor, ya!
Referensi:
[1] https://www.bbc.com/culture/article/20160404-the-fascinating-phenomenon-of-men-who-sing-high
[2] https://www.collinsdictionary.com/dictionary/english/castrati
[3] Appelman, D. Ralph (1986). The Science of Vocal Pedagogy: Theory and Application. Indiana University Press. ISBN 978-0-253-20378-6.
[4] Giles, Peter (2005). A Basic Countertenor Method. London: Kahn & Averill. ISBN 978-1-871082-82-1.
[5] McKinney, James (1994). The Diagnosis and Correction of Vocal Faults. Genovex Music Group. ISBN 978-1-56593-940-0.
[6] Peckham, Anne (2005). Vocal Workouts for the Contemporary Singer. Berklee Press Publications. ISBN 978-0-87639-047-4.
[7] Simon, Ravens (2014). The supernatural voice : a history of high male singing. pp. 50–57. ISBN 9781843839620. OCLC 967385734












