"NENEK ENDE"(1) Yeah akhir pekan di biara emang banyak yang bisa dilakukan. Kegiatan paling rutin yeah kunjungan ke rumah umat. Hari ini saya lebih memilih untuk mengumpulkan beberapa celana dan baju yang harus dibenarin. Beberapa saku celana saya tampak terbuka karena jahitannya terlepas. Sebagian yang lain berlubang di bagian bokong dan tumit. Ada juga yang harus dikecilin bagian pinggangnya. Maklum perut buncit beers saya mulai mengecil. Kalau baju saya tentu yang terlepas umumnya bagian kancing. Nenek Ende itu seorang oma uang tinggal di Ende (Lokoboko). Begitu pula ada yang saya panggil nenek Maumere, Nenek Leke, Nenek Moni, semuanya terkait dengan tempat asal mereka. Yeah nenek Ende tentu nenek yang spesial. Saya lebih suka mengidentikannya dengan nenek sapu lidi, nenek jarum dan benang jahit. Sampai liburan terakhir beberapa tahun lalu ia masih seperti sedia kala. Hanya saat ini matanya sudah mulai rabun. Suatu hari ia memanggilku beberapa kali. Setiap kali aku mendatanginya, ia memintaku memasukan benang ke dalam lubang jarum. Setelah beberapa kali aku akhirnya memilih duduk menemaninya sambil bercerita. Tumpukan pakaian yang dijahitnya lebih banyak dari yang akubpunya sekarang. Sambil memasukan benang pada jarum jahit aku mengingat Nenek Ende dan cerita-ceritanya. Salam buat Nenek Ende. Dari cucumu yang paling keren. Kamerun, Sabtu 13 Mei 2017. #nenekende #sofiapela #jarumcintabenang












