Ke Lampung Naik Bis Damri
Halo! Mulai hari ini Neysa (semoga) rajin berbagi pengalaman dalam satu buah post yang panjang. Entah siapapun yang akan baca, tapi siapa tau kan ya kalo lagi cari-cari info testimoni ini-itu, postingannya bisa membantu kalian :)
Jadi, libur panjang akhir pekan dalam rangka natal 2017, dihabiskan dengan pergi ke Lampung, tempat tinggal nenek. Karena ayah ibu saya sangat sibuk dan menjadi sangat lelah, dan tentunya menghindari macetnya mudik natal kami sekeluarga memutuskan untuk naik angkutan umum. Kami memutuskan untuk naik Bis Damri kelas Royal. Apa tuh bedanya sama yang lain? Memangnya ada jenis apa aja?
Jadi setau saya (iya sebenernya perbandingan ini hanya berdasarkan dari info orang-orang di internet juga, hehe) perbedaannya tentunya pada jumlah penumpangnya. Kelas Royal memiliki konfigurasi kursi 2-1, kebayang kan nyaman dan luasnya kursi maupun ruang kakinya? Kursinya punya sandaran kaki yang tersambung maupun sandaran kursi seperti di kereta api. Selonjoran buat tidur mantap abis tuh. Berangkat dari Stasiun Gambir, kelas Royal memiliki beberapa pilihan jam keberangkatan dan beberapa pilihan tujuan akhir. Harganya? tentunya beda-beda. Kebetulan kami sekeluarga berangkat pukul 21.00 dan tepat waktu. Di masing-masing kursi diberikan satu bungkusan yang isinya 2 macam snack dan 1 aqua gelas. Kabinnya cukup luas, dan kemarin kami naik bis lamanya, jadi untuk stop kontak seperti pada bis umumnya yang adanya di kabin. Bisnya kencang dan terasa halus. Yang kami kira di Pelabuhan Merak akan macet, ternyata saat kami berangkat kemarin Alhamdulillah masih lancar jaya aman sentosa. Kami sampai di Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 03.00 dan perjalanan dilanjutkan sampai kami berhenti di restoran Pagi Sore sekitar pukul 03.45, kami meminta ke pak supir untuk menunggu azan subuh terlebih dahulu dan setelah melaksanakan solat subuh perjalanan dilanjutkan sampai masuk Kota Bandar Lampung. Ohiya, fasilitas lainnya yang tersedia adalah toilet yang cukup terang dan agak luas serta fasilitas smoking-room. Di dalam smoking room terdapat juga 2 buah kursi yang diperjualbelikan, untuk harganya apakah ada perbedaan tau tidak mohon maaf saya kurang tau. Setelah berada di daerah Tanjung Karang, banyak penumpang yang berhenti di beberapa titik sesuai permintaan mereka. Bis yang saya tumpangi berakhir di Terminal Rajabasa sekitar pukul 06.45.
Ohiya, untuk pembelian tiket kemarin dilakukan oleh ayah saya sendiri via WhatsApp. Iya, via WhatsApp. Mudah banget ga sihhh? Disitu langsung diberi info soal kursi kosong dan bagaimana mekanisme pembayarannya
Perbedaan dengan kelas lainnya yang saya tau adalah, Kelas Eksekutif memiliki konfigurasi kursi 2-2 dan punya sandaran kaki juga. Kalo kelas Bisnis juga konfigurasi 2-2 namun selayaknya bis biasa pada umumnya yang tidak ada sandaran kaki sehingga jarak antar kursi lebih kecil dan menampung penumpang lebih banyak