Tak perlu menjadi jenius, untuk mengajarkan apa yang kita punya kepada orang lain.
Justru kita akan menjadi lebih pintar dengan mengajar.
Aku selalu ingat kata papa, "Bagi ilmu gak bakal bikin kita kehilangan ilmu itu. Kamu ngajarin temenmu, temenmu bisa, ya alhamdulillah. Gak usah khawatirkan ranking atau nilai. Kalo kamu ngajarin temenmu otomatis kamu jadi lebih pinter lagi, soalnya kamu jadi harus memahami materi berkali kali biar bisa bikin temenmu paham."
Selama kita mau terus belajar dan mencoba, insyaAllah kita bakal dapat ilmu juga, mungkin bukan ilmu yang sama dengan yang kita ajarkan kepada orang lain, tapi ilmu sabar, ilmu public speaking. Mungkin tanpa sadar dengan kita mengajar, karakter kita akan terbentuk. Karena buatku mengajar itu bukan sekedar kita kasih materi ke siswanya, tapi juga kita harus memahami karakter siswa, bagaimana cara belajarnya, membantu mereka untuk menemukan jati diri. Kita juga harus mengayomi mereka, karena tak menutup kemungkinan bahwa mereka membutuhkan orang yang bisa kasih mereka support, bisa mendengarkan keluh kesah mereka, bisa memotivasi mereka.
Aku selalu diwanti-wanti sama papa, "Kalo kamu ngajar, jangan cuman asal ngajar ya. Kamu punya tanggung jawab mendidik mereka juga."
Itulah salah satu motivasi terbesarku pas aku mengajar dan mulai down, entah karena banyaknya tugas kuliah atau banyak masalah lain.
Dan memang benar kata papa. Aku pernah nemuin siswa yang susah banget belajar, terus suka ngumpat, suka teriak-teriak ke orangtuanya. Rasanya gemes banget liatnya. Orangtuanya mungkin sudah lelah ngasih tau anaknya dan daripada orangtuanya terus marah-marah, akhirnya anaknya dibiarin. Mungkin di situlah peran kita sebagai pengajar, gimana caranya ngasih tau anak ini biar mengurangi kebiasaan buruknya. Di situlah peran kita mendidik si anak biar gak cuma pinter otaknya, tapi baik perilakunya, juga lembut hatinya.
Emang awalnya susah banget ngebilangin si anak ini, tapi dengan pendekatan-pendekatan akhirnya si anak mau nerima apa yang aku bilangin ke dia. Emang jaman sekarang, kita harus punya strategi sendiri buat ngehadapin anak. Nggak bisa langsung dimarahin. Kalo kayak gitu justru anaknya malah nggak mau dengerin. Tapi, coba ngomong pelan-pelan, posisikan kita sebagai kakak atau sebagai temannya, dan ajak dia berpikir. Bisa dengan cerita, atau bisa juga dengan ngobrol layaknya teman seumuran. Kita pancing dia untuk berpikir sampai dia bisa ambil kesimpulan kalau apa yang dia lakukan bukan perbuatan yang baik. Emang prosesnya butuh waktu lama, tapi insyaAllah bisa mengurangi perbuatan buruknya. Terus positive thinking. Terus optimis. InsyaAllah akan ada hasilnya.
The job of educator is to teach students to see the vitality in themselves - Joseph Campbell
Jangan pernah berhenti untuk membagi ilmu.
Semoga dengan terus membagi ilmu bisa membawa kita ke surgaNya. Aamiin ya Rabbal 'Alamiin.