Seenak apapun kopi, jika disajikan bersama ampas yang merusak ketulusan, dapat memicu sakit kepala. . #selamatdinihari #ngalong #instagrahman https://www.instagram.com/p/CPEON2QJIIB/?utm_medium=tumblr

#dc#dc comics#batman#bruce wayne#dc fanart#tim drake#dick grayson#batfamily#batfam




seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Australia
seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Canada
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Australia
Seenak apapun kopi, jika disajikan bersama ampas yang merusak ketulusan, dapat memicu sakit kepala. . #selamatdinihari #ngalong #instagrahman https://www.instagram.com/p/CPEON2QJIIB/?utm_medium=tumblr
Hati-Hati Kalau "Ngalong" ! Dua Tahun Ada 4 Kasus, Pesan Kapolda Sumsel untuk Driver Taksol
Ayoe Seksina Hati-Hati Kalau "Ngalong" ! Dua Tahun Ada 4 Kasus, Pesan Kapolda Sumsel untuk Driver Taksol Artikel Baru Nih Artikel Tentang Hati-Hati Kalau "Ngalong" ! Dua Tahun Ada 4 Kasus, Pesan Kapolda Sumsel untuk Driver Taksol Pencarian Artikel Tentang Berita Hati-Hati Kalau "Ngalong" ! Dua Tahun Ada 4 Kasus, Pesan Kapolda Sumsel untuk Driver Taksol Silahkan Cari Dalam Database Kami, Pada Kolom Pencarian Tersedia. Jika Tidak Menemukan Apa Yang Anda Cari, Kemungkinan Artikel Sudah Tidak Dalam Database Kami. Judul Informasi Artikel : Hati-Hati Kalau "Ngalong" ! Dua Tahun Ada 4 Kasus, Pesan Kapolda Sumsel untuk Driver Taksol Peristiwa perampokan disertai pembunuhan terhadap sopir taxol ini sudah keempat kalinya terjadi di Palembang. http://www.unikbaca.com
Gaya urip "NGALONG". Ora mung melek pas wengi terus turu pas isuk. Nanging yo,, NGALONG jatah turu NGALONG dosa NGALONG gawean NGALONG pengeluaran lak wis nglumpuk (koyok bakso ne bogel) "ojo lali" NGALONG utang terus NGALONG kangen NGALONG baper, dsb... 😂😂😂 #shiftmalam #ngalong #betmen
Sleep. Night all~ :D
Tamar
Tamara, biasa dipanggil Tamar, tahun ini baru menginjak usia dua puluh tahun. Rambutnya hitam legam, wajahnya pas-pasan; biasa cantik ketika baru cuci muka dan memulas make up kesukaannya. Hobinya mencobai apapun, termasuk dirinya, termasuk Tuhannya.
Meski ia memiliki kesenangan memakai kalung salib juga mengucap keras-keras dalam hatinya, “Dengan Perantaraan Yesus,” untuk segala urusannya, Tamara memiliki favoritnya sendiri. Ia percaya klenik.
Mulanya terpukau dengan segala hal yang terjadi begitu saja di depan matanya tanpa bisa mencari jawaban; dari mana kira-kira sesuatu itu ada. Mulanya, ia diberi jawaban oleh ibunya yang buta huruf dan pengetahuan bahwa segalanya berasal dari tangan-tangan tak terlihat. Dari Tuhan. Tapi kemudian itu semua berubah ketika dalam masa pubernya ia membaca lebih banyak buku dari yang seharusnya. Kebanyakan klenik. Kebanyakan kecintaan yang searah berasal dari setan untuk tuannya. Iapun luluh.
Tamar lalu mengganti salibnya dengan dogma pribadi, mengganti ucapnya dengan diam yang sejati. Karena klenik akan bertambah khasiatnya setelah seseorang mempercayakan semuanya pada sebuah kekuatan tak terlihat, bukan dari Tuhan, untuk bekerja mencampuri urusan yang berbadan. Jangan pernah mempertanyakan dari mana. Baik atau buruk, percaya saja. Iman pada yang tak terlihat!
Suatu waktu ia bertemu dengan seorang lawan jenis. Muda, punya tawa paling renyah. Tamar jatuh hati pada pertemuan pertamanya di sebuah taman dengan penerangan paling temaram. Matanya tidak pernah biasa menyambangi mata si pemuda, tapi jelas ia berusaha menghafal apapun itu yang tengah dilakukannya. Bagaimana ia, si pemuda itu menyibakan tangannya ketika mengambil sigaret dari kantongnya, bagaimana ia menghidu bau pertama hujan yang kebetulan merupakan kesenangan si gadis, bagaimana ia mulai menggodai Tamar dengan cerita-cerita asing dari negeri antah berantah.
Tiba-tiba muncul saja dalam pikirannya sebuah ide yang jelas;
Tamar ingin memiliki si lawan jenis.
Ingin sekali.
Bak kolektor yang baru mendapatkan suntikan gairah, Tamar pergi ke sebuah ruangan di dalam dirinya. Luas, berkotak-kotak. Ada rak kayu setinggi tujuh kali tinggi badan Tamar sendiri. Baunya hamper-hampir seperti campuran bau kertas lama dan kenangan yang bercampur. Apak, lembab, sedikit amis. Pada tiap rak-raknya terdapat sekian banyak kristal dengan label tanggal, berisi sepotongan-sepotongan memori. Awas, jangan sentuh kristal-kristalnya! Amati saja, karena Tamar bukan gadis baik hati yang mau koleksinya di sentuh oleh orang lain. Ia terlalu menjaga semua kristal-kristalnya sehingga ruangan dalam dirinya tersebut hampir penuh oleh sesak.
Dan entah bagaimana caranya, ia berhasil meminggirkan kesegala hartanya sampai berhasil membuat sebuah tempat untuk sebuah kenangan yang lain. Bisa jadi sosok. Karena ia begitu menginginkan si lawan jenis ini dengan teramat sangat. Teramat sangat. Sangat!
Di tiap harinya setelah gadis itu bertemu dengan si lawan jenis, Tamar membayangkan dengan seksama bagaimana sosok itu bisa memuat ruang yang sengaja ia sediakan dalam ruang-dirinya. Terus dan terus. Percaya klenik. Terus dan terus. Tenggelam dalam mimpi berjalannya. Terus dan terus. Membatasi keberadaannya, mengurung moralnya, mematikan segala panca indra.
Terus dan terus.
Hingga akhirnya Tamar membuka mata. Dogma yang ia banggakan melebur jadi debu, sosok yang diinginkan tidak pernah ada. Ia menangis. Jeritannya terdengar sampai ke seluruh penjuru sanatorium.