Dear Semesta, coba tebak warna apa hatiku saat ini?. Birukah? Merah jambu kah? Hijau kah?. M e j i k u h i b i n i u = penuh warna. Ada apa?. Ada seseorang yang di ciptakan olehNya, aku tahu namanya. Jangan tanya siapa, aku bersikukuh merahasiakannya, khawatir dia tidak nyaman. Semesta, kangen itu mirip dengan rindu, bukan? Tetapi, setiap orang memiliki deskripsi sendiri sendiri tentang satu kata itu, termasuk dia. Akupun demikian! K A N G E N ? Akan berlebihan jika ku ceritakan bahwa saat membaca pesan singkat darinya, aku terkejut hingga menutup mulut dengan kedia telapak tanganku. Ah iya, ini kali pertama kata #kangen hadir diantara kebisuan yang hingga saat ini belum tahu kemana arahnya. karna biasanya hanya aku yang berkata "saya rindu." hanya rindu, itu saja. Seketika itu pula rasanya dia begitu jelas dalam pandangan, seperti sedang berjalan lalu berbalik menyuguhkan senyuman. Tidak lama, lalu duniaku kembali normal. Bisu. Dan.. Akan ku lanjutkan ceritaku, nanti! Jika ingin, pasti ku ceritakan. Jika tidak ada, itu artinya aku memilih diam. Karna merindukan seseorang tetaplah memiliki ujian, tidak melulu dirasa manis. Terima kasih, Kang! 😊 dadah. . . . #mariberkisah #yuknulisyuk #ngtweet #tuips #RinduMilikKang (di Merkurius)










