MESKI “NGUBENG,” TAK ADA LARANGAN UMAT TANGKIL KE PURA ULUWATU Piodalan di Pura Uluwatu, Badung pada Selasa (6/10) dilakukan secara ngubeng alias tak melibatkan banyak krama/umat. Di tengah pandemi COVID-19 puncak piodalan dan rangkaian dan eed piodalan dilangsungkan sesuai protokol kesehatan. Upacara hanya berlangsung satu hari. Ida Bhatara katurang masineb saat itu sore harinya. Karena situasi dalam keadaan pandemi COVID-19, umat diminta ngrastiti bhakti dari merajan suang-suang. Namun demikian tak ada larangan bagi umat Hindu yang tangkil melakukan persembahyangan saat puncak piodalan, asalkan menerapkan prokes COVID-19. Hal itu ditegaskan Pangelingsir Puri Agung Jrokuta selaku Pengempon Pura Uluwatu, A.A. Ngurah Jaka Pradnya alias Turah Joko, Sabtu ( 3/10). Langkah ini dilakukan sesuai dengan hasil keputusan pada paruman komponen desa adat Pecatu dengan Pengempon Puri Agung Jrokuta, Minggu (27 /9). “Jadi, kami tak ada keinginan melarang umat untuk melakukan persembahyangan. Jika sikon memungkinkan silahkan asalkan jangan sampai berkerumun. Namun lebih baik ngayat bhakti dari rumah masing-masing,” tegasnya. Selengkapnya baca di: https://www.balipost.com/news/2020/10/03/150164/Meski-Ngubeng,Tak-Ada-Larangan...html #karangasemnow_official #purauluwatu #ngubeng #piodalan #pujawali #karangasem https://www.instagram.com/p/CF3b1tphdwy/?igshid=cx1g5c59ifft


















