T1: Nadia, enak ya tinggal di Tokyo... Bisa jalan-jalan, nongkrong cantik, tempat mainnya banyak.
T2: Enak ya tinggal di Tokyo, kotanya ramai, kalau mau main juga gampang, fancy-fancy gitu..
T3: Kamu kalau di Tokyo sering mainnya ke mana? Pasti enak ya tinggal di Tokyo? Semuanya ada, gak bosenin soalnya tempat nongkrongnya banyak, ramai lagi. Sepi banget kalau di tempat tinggalku, kaya gak ada manusianya kalau sudah malam.
Sering sekali mendapatkan pertanyaan ini, jadi renungan pribadi.
Alhamdulillah, hampir 3 tahun sudah tinggal di pusat kota Tokyo. Ramai? Tentu. Menjalani aktivitas di mana sejauh mata memandang yaaaaa; manusia. Manusia tumpah ruah di mana-mana, belum lagi kendaraan yang juga tidak sedikit. Bangunan-bangunan tinggi membuat seakan kota ini sangat kecil, padat.
Semua ada, semua menggiurkan.
Kenikmatan itu bagi setiap orang berbeda-beda. Kenikmatan bisa jadi ujian, bisa jadi keberkahan, tergantung bagaimana orang itu menyikapinya, menjalanjinya untuk apa, karena siapa.
Soal nongkrong, emang nongkrong itu apa ya? Huehehe. Kalau seperti makan di cafe, makan cantik, itu masih hitungan jari. Mau kenalan gak? Aku bisa dibilang jarang bangeeet main ke tempat (yang mungkin dianggap fancy or tempat anak muda) seperti Shibuya, Harajuku, Ginza, Shinjuku, dan teman-temannya. Karena apa? Karena ramai. Aku kurang betah kalau di jalanan atau pertokoan penuh dengan banyak orang, jalanan padat tidak lenggang. Sekalinya nongkrong itu karena pengen makan makanan yang diincar, sushi misalnya? Nongkrong cantik versi ku adalah, cukup di apato sendiri.....hehehe ketahuan mager-nya.
Kalau tidak ada kepentingan, seperti mencari barang yang dibutuhkan, menemani teman yang sedang berlibur ke Jepang, aku lebih memilih di apato saja. Salah satu pembelajaran terbesar ketika tinggal sendiri adalah, memanfaatkan waktu dan uang sebaik mungkin, dan sekarang masih belajar dan akan terus belajar untuk hal tersebut.
Tapi kenapa di instagram fotonya jalan-jalan mulu?
Hehehe alhamdulillah. Salah satu alasan kenapa aku suka Jepang adalah, setiap musimnya ada yang dinanti, setiap musim memiliki ciri khasnya sendiri. Ada nikmat keindahan alam yang selalu aku incar, at least bisa aku tempuh sendiri, baru aku usahain untuk ke sana. Kata Ayah ketika alasan kenapa pindah untuk tinggal keluar negeri adalah, “Ayah ingin anak-anaknya banyak belajar tentang keadaan yang berbeda dari Indonesia, bahwa setiap tempat memiliki banyak hal yang berbeda, bisa belajar mengambil hikmah dari kejadian dan lingkungan tersebut. Melihat sisi lain yang Allah ciptakan.” Itu juga menjadi salah satu alasan kenapa aku suka banget jalan-jalan.
Masih menjawab pertanyaan di atas. Terkadang aku mau bertanya, “eh kalau kamu tinggal di Jakarta, weekend di Jakarta biasanya pergi ke mana?” Jawab sendiri ya, setiap orang berbeda, kalau aku pribadi tempat di Jakarta kalau menghabiskan weekend selain di rumah ya.......pergi ke mall. Nah dari situlah mungkin banyak yang salah sangka, tempat yang sering aku kunjungi di Jepang itu kebanyakan masih tetap di kota yang sama kok di Tokyo, jadi yaa itu dekat banget. Hal yang aku suka banget dari Tokyo adalah alhamdulillah memiliki taman-taman yang indah banget, tertata dengan baik antara mainan anak-anak, hamparan pasir, tanah yang lapang, bersih, dan tentunya banyak spot dan objek yang bagus untuk foto-foto *teuteup*.
Kalau lebih memilih ingin tinggal di mana? Bismillah coming soon nanti beberapa bulan ke depan inshaAllah akan ada ceritanya. Intinya inshaAllah di tempat yang Allah ridhai.
Memang di semua tempat ada sisi yang kita sukai dan tidak, tapi rasa tidak suka bisa ditutupi dengan bagaimana cara kita mengcover semuanya dengan rasa syukur.
Dan rasa syukur terbasar tinggal di kota Tokyo adalah....yes semuanya ada dan mudah, contoh: mini market dekat apato ada 5, super market ada 3. Tinggal pilih aja yang mana :))
At the end, rasa suka dan tidak suka itu pelengkap dari Allah. Dua-duanya bisa melalaikan, bisa justru menjadi hal seperti motivasi untuk lebih baik. Katanya, nikmati aja selama Allah masih memberikan kita banyak kenikmatan :)