A few weeks ago, I had an incidental discussion with Mr. Peter Powell. He is an education consultant from Portugal that has been worked around the world and dedicated himself to educational issues, and now he establishes an international school in Tangerang. That discussion turned out to be an interesting, inspiring, self-reflecting, and heart-warming conversation. We talked about a lot of things. Not only about education, we also talked about religion, culture, and his voluntary activity. Our discussion really touched my heart and mind. I feel like I met someone who has the same mindset as mine, I feel like my thoughts ain’t that wrong. You know what? Honestly, for all this time, sometimes I thought that none will accept my kind of mindset, none will accept the way I think or believe. But when I met him I feel like I found a new friend that I’ve been looking for.
I will write in Bahasa Indonesia then. I’m not a religious person, but I believe in Allah and Islam is perfect, I also believe that every religion will ask people to do good. No matter what the religion is, setiap agama pasti menginginkan umatnya berbuat kebaikan di muka bumi. Secara sederhana, agama tidak pernah memberatkan umatnya and that’s what I believe. Based on that reason, I never see a person based on their religion. No matter what your religion is, what your race is, where you come from, as long as you are good and do good, then I respect you. Unfortunately, terkadang pola pikir yang seperti itu sering dianggap terlalu ‘liberal’ oleh banyak orang. Mungkin kita harus sedikit belajar tentang perbedaan liberal dan open-minded itu seperti apa. hehe
Sebagai seorang muslim, saya percaya bahwa Allah telah memerintahkan umatnya untuk saling menghargai dan menghormati sesama manusia. Tapi entah kenapa, apabila kita berinteraksi dengan orang-orang yang ‘berbeda’ dengan kalangan mayoritas, kita sering dianggap sebagai orang yang tidak patuh pada agama, tidak cinta tanah air, dan bla bla bla. Sebagai contoh, saya menganggumi Angelina Jolie dan Oprah Winfrey. Mereka aktris dan pembawa acara ternama dari Amerika Serikat yang juga aktif dalam banyak kegiatan kemanusiaan di Amerika & Afrika. Beberapa orang mungkin akan berpikir bahwa saya terlalu memuja dunia Barat, yang kemudian akan dikaitkan kepada nilai agama dan norma-norma yang ada di Indonesia. Padahal jika dilihat lebih dalam, Angelina Jolie merupakan salah satu wanita paling berpengaruh di dunia karena berbagai kegiatan sosial yang dia lakukan terutama untuk membantu para pengungsi dan anak-anak di wilayah Afrika dan sekitarnya. Oprah Winfrey juga masuk dalam katagori serupa karena telah banyak membantu pendidikan anak-anak (terutama yang berkulit hitam) di Amerika dan beberapa negara lain. Lalu dimana letak kesalahan saya mengidolakan mereka? Karena mereka orang Amerika? Karena mereka bukan muslim? Pola pikir seperti itu masih sering saya temukan di sekitar saya. Lalu apa salahnya kalau mereka bukan orang Indonesia dan muslim? Bukankah setiap manusia yang dilahirkan ke dunia tidak bisa memilih agama dan tempat dimana mereka dilahirkan?
I know what happen between the Western world and Muslim world, but what I care about is that they (Jolie and Oprah) do good. They use their fame to help people and it inspires me. Saat ini, khususnya di Indonesia sebagai negara dengan jumlah muslim terbanyak di dunia, semakin marak berita tentang korupsi, pelecehan seksual, pembunuhan, kekerasan dan masih banyak lagi. Jika hal seperti itu bisa terjadi di negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, apakah kita akan bilang bahwa agama yang dianut orang tersebut tidaklah benar? Bisakah kita bilang bahwa negara tempat mereka dilahirkanlah yang salah? Tentu tidak. Everything depends on the people. Kita tidak akan pernah bisa bilang bahwa Islam dan Indonesia-lah yang harus dipersalahkan karena kasus kejahatan tersebut. Agama tidak dapat dipersalahkan karena kesalahan yang dilakukan oleh umatnya, begitupula dengan negara.
Jadi mulailah mencoba untuk berhenti menilai seseorang karena agamanya, dan juga darimana ia berasal. Tidak semua orang Nasrani itu tidak baik, tidak semua orang Islam itu tidak baik, tidak semua orang dari dunia Barat itu tidak baik, tidak semua orang Indonesia itu tidak baik, that’s all depends on what they do and how we see them as a human being. Lagipula, adanya agama bukan untuk memecah belah umat manusia, melainkan menciptakan perdamaian di muka bumi. Bukankah perbedaan itu indah, lalu kenapa selalu harus disamakan? Try to open your mind and see the good in everything. You will always find something to learn.
I honestly do admire how people from the Western countries work and think. Beberapa orang mungkin akan bilang bahwa, “mereka mencuri ilmunya dari Al-Qur’an.” Nah ini masalahnya, apabila orang non-muslim bisa mencuri ilmu dari kedahsyatan Al-Quran, kenapa kita yang beragama Islam tidak bisa belajar dan mengimplementasikan nilai-nilai Al-Quran, malah melakukan sebaliknya? Bukankah harusnya ini jadi tamparan untuk kita? Logikanya, dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, bukankah seharusnya Indonesia bisa jadi lebih superpower daripada Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya? See, lagi-lagi semua tergantung dari manusianya itu sendiri. Saya bukan orang yang religious, apalagi ahli agama, but what I believe is that religion will never be wrong, and we have to be good and also do good. No matter what your religion is, where are you come from, please be good and do good. To everyone, everywhere.
Saya tidak mengatakan bahwa semua yang ada di dunia Barat itu baik dan Indonesia buruk. Not at all. I always believe that everything has positive and negative side. Therefore, try to take the good and leave the bad side. Dan seperti itulah prinsip yang selalu saya coba untuk tanamkan, ‘Cara Barat, budaya Timur, berlandaskan Islam’.