OGOH-OGOH merupakan tradisi masyarakat Bali untuk menyambut Hari Raya Nyepi. Tradisi ini biasanya diadakan di Pengerupukan. Pengerupukan merupakan hari sebelum Hari Raya Nyepi atau tilem sasih kesanga. Ogoh-ogoh di Bali memiliki versi yang berbeda. Ogoh-Ogoh juga termasuk seni patung yang berasal dari Kebudayaan masyarakat Bali yang menggambarkan kepribadian dari Bhuta Kala. Ogoh-ogoh sendiri merupakan sifat yang mencerminkan sifat manusia yang negatif. Parade Ogoh-ogoh yang paling ramai di Bali biasanya di adakan di lapangan Catur Muka, Puputan Badung Denpasar. Dimulai jam 7 malam sampai dengan selesai (dini hari). Yang paling tersohor adalah ogoh-ogoh dari Banjar Gemeh dan Banjar Tansiat. Untuk Banjar Gemeh: bukan hanya ogoh-ogohnya yang bagus, menurut saya musik yang mengiringi parade ogoh-ogoh ini kompak banget. Unik dan bikin suasana magis banget. Untuk Banjar Tansiat: mereka merupakan pelopor ogoh-ogoh mengunakan mesin. Jadi ogoh-ogoh mereka selain sangat besar, juga bisa bergerak. Sayang saya enggak bisa lihat secara langsung gimana geraknya karena sudah jam 1 dini hari tim mereka belum muncul juga. Senang banget akhirnya bisa lihat parade ogoh-ogoh ini, walau capeknya luar biasa. Karena selain harus berdiri semalaman, juga harus berdesakan sana sini. Penontonnya rata-rata orang Bali, yang sepertinya diwajibkan memakai pakaian adat (kain dan ikat kepala untuk yang laki-laki, kain dan ikat pinggang untuk yang perempuan) turis ada namun enggak terlalu banyak. #ogohogoh #caturmukapuputan #nyepi2019 #pengrupukan #bali #banjar (at Lapangan Puputan Badung,Simpang Catur Muka) https://www.instagram.com/linda_oktavianti/p/Bu80XH8HHs2/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1xjt4qs3n1o6m