OFSD își stabilește prioritățile pentru 2026
View On WordPress

seen from Malawi
seen from United States

seen from Montenegro

seen from Italy
seen from Portugal
seen from United States
seen from Portugal
seen from Malawi
seen from China
seen from United States

seen from Vietnam
seen from Sweden
seen from United States
seen from Finland

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Germany
OFSD își stabilește prioritățile pentru 2026
View On WordPress
Albert.
You agree.
Vin în ajutorul familiilor nevoiașe din Gorj
Vin în ajutorul familiilor nevoiașe din Gorj
Organizația de Femei a Partidului Social Democrat Gorj (OFSD) vine în ajutorul familiilor nevoiașe din județ. Membrele organizației au participat la o acțiune caritabilă, care s-a adresat unor familii greu încercate de viață, din Târgu Jiu și Lelești. În doar câteva zile au fost colectate cantități importante de alimente de bază, precum ulei, ceapă, cartofi, orez, zahăr, făină, fructe, sucuri și…
View On WordPress
Emilia Arcan, președintele Organizației Femeilor Social-Democrate Neamț, se află în aceste zile la malul mării, la cursurile politice interne pe care PSD le organizează, an de an, cu proprii membri.
”Zilele acestea mă aflu la «Școala Politică a Femeilor Social-Democrate», alături de alte cinci colege din județ și, împreună cu multe prietene din țară, ne preocupăm de statutul doamnelor din partidul nostru, de viitorul politicii românești, analizăm reușitele de până acum și stabilim strategiile viitoare!
Sunt mândră pentru că mă aflu în fruntea unei organizații județene puternice, ale cărei membre s-au remarcat în mod deosebit la alegerile din iunie anul acesta, când am reușit să ne atingem targetul stabilit. Suntem unite, puternice și avem în plan ca, în aceste zile, să ne identificăm prioritățile și planurile pentru pregătire alegerilor parlamentare, din decembrie. Fac un apel către toate doamnele dornice de a intra în politică, să ni se alăture! Ușa de la PSD Neamț le este deschisă și le garantez că le așteaptă o președintă care are obiective ferme privind viitorul femeii în politică, dorința de a fi cât mai active, performere, de neînlocuit! Formăm o echipă de care județul și țara au nevoie!”, a transmis Emilia Arcan.
sursa foto: Emilia Arcan
Președintele Femeilor Social-Democrate din Neamț – Mesaj strategic de la malul mării Emilia Arcan, președintele Organizației Femeilor Social-Democrate Neamț, se află în aceste zile la malul mării, la cursurile politice interne pe care PSD le organizează, an de an, cu proprii membri.
CORY TRIBUTE
NOOOOOO
NOO
crying no ononono
;___;
i have 24 bookmarked paul wesley photo sources
still not enough photos
Meet Him (One Fine Spring Day, Chapter 2)
Chapter 2
Cowok itu selesai dengan pekerjaannya, ia segera mematikan notebook dan membereskan kertas-kertas tugasnya. Kemudian ia mengambil gelas bekas minumannya dan segera menghampiri kedua barista yang sedang mengobrol di belakang bar.
"Dan, thanks kopinya. Enak banget" katanya sambil memberikan gelas kopi nya pada Danish.
Danish menerima gelas tersebut, tersenyum dan menundukkan sedikit badannya. "Sama-sama Nar, sering-sering aja elo mampir kesini" kata Danish. Cowok itu hanya tersenyum dan melambaikan tangannya. Sebelum meninggalkan coffee shop tersebut, ia sempat mengalihkan pandangannya ke salah sudut. Dilihatnya seorang cewek sedang duduk bersebelahan dengan seorang cowok. Posisi kepala si cewek tersebut bersandar pada bahu si cowok, dan matanya terpejam. Cowok yang ada disebelahnya tersebut hanya terdiam dan terlihat sangat menikmati keadaan tersebut.
"Mbak, itu siapa? Kayaknya dia bukan regular customer di sini. Tapi kayaknya Mbak Danish kenal ya?" Tanya Ditan ke Danish.
"Oh, cowok yang tadi? Namanya Nara, dia mahasiswa National University juga, sama kayak aku dan Chiara. Hmm, bukannya Nara itu anak bisnis juga yah. Harusnya Chiara kenal dia juga dong. " Danish malah balik nanya ke Ditan.
"Aah, Mbak Chiara kan enggak terlalu suka sama jurusan barunya. Sepertinya aku enggak pernah ngeliat dia kesini sama teman-teman baru. Ia masih saja bermain dengan teman-teman jurusan komunikasinya kalau kesini. Hey, Mbak Danish kau mau kemana?" Tanya Ditan yang melihat Danish membawa setumpuk gelas kotor bekas minum para tamu.
"Aku mau cuci gelas dulu di belakang, kamu enggak lihat apa udah numpuk? " Hardik Danish pada bocah itu.
"Mbak, kamu tega ninggalkan aku sendiri di bar kayak ini?" Kata Ditan pada Danish, yang tidak menghiraukan perkataannya tersebut.
Di sudut lain coffee shop,
Chiara bodoh, katanya tadi mau cerita. Sekarang malah tertidur seperti ini dibahuku, batin Abi sambil melirik cewek yang menyandarkan kepala di bahunya dan tertidur sangat lelap itu. Setelah selesai disuapi sandwich olehnya, Chiara masih sempat bergumam bahwa ada banyak hal yang ingin diceritakannya. Tapi baru beberapa saat dari kata-kata terakhirnya tersebut, Abi merasakan ada sesuatu yang menyentuh bahunya. Dan dilihatnya Chiara sudah tertidur di sebelahnya.
I’m sicking tired with this situation. Thank you Abinaya, for always care about me..
Kamu capek banget ya Chi? Sebenarnya, Abi sudah tahu apa yang sedang terjadi. Ia tahu dari Yura dan Ai kalau Chiara sudah 2 hari enggak masuk kuliah. Ia juga tahu kalau Rasya, yang juga salah satu teman lamanya telah pulang ke Indonesia. Dan ia juga tahu kalau kepulangan cowok itulah yang membuat Chiara seperti ini. Tidak mau makan dan kurang tidur. Om dan Tante Hermawan sampai menelponnya karena Chiara banyak menangis di kamarnya. Abi tahu banget kalau Chiara gampang nangis, tapi intensitas nangisnya 2 hari ini telah sampai pada tahap yang berlebihan. Abi juga udah tahu apa yang ingin Chiara ceritakan kepadanya, tapi ia menunggu gadis itu bercerita semuanya langsung padanya. “Aku nyesel pernah ngenalin kamu ke Rasya. Maafin aku, Chi..” gumam Abi.
***
-10 agustus 2010-
Chiara in her favorite place, National University’s park.
"Nona, apakah kau tidak merindukanku? Kau tidak mau memberiku sebuah pelukan?"
Chiara yang saat itu sedang duduk sendirian di taman kampus National University kaget mendengar ada seseorang menyapanya. Dihadapannya berdiri seorang cowok yang sudah lama sekali tidak dilihatnya. Tinggi, bermata teduh, dan memakai cardigan abu-abu yang sewarna dengan bola matanya. Ia juga membawa buket mawar yang sangat besar.
"A.. Aku.. Enggak suka mawar" , kata Chiara.
"Aku tahu kamu enggak suka bunga mawar, tapi kalau aku yang bawain mawarnya buat kamu. Kau pasti suka" kata cowok itu sambil meletakkan buket besar itu di samping Chiara. Lalu cowok itu memeluk Chiara.
Kenapa kamu memperlakukan aku kayak gini sih, Bang Harsya? Batin Chiara. Ia mencium wangi DKNY saat cowok itu memeluknya secara tiba-tiba. Wangi yang sangat dikenalnya, selama bertahun-tahun. Rupanya kamu enggak mengganti parfummu, Bang.
"You miss me rite, Chiara?" Bisik Rasya ke telinga gadis yang ada di pelukannya itu.
Lepasin aku, Rasya Muhammad Athaya.. Chiara berteriak, tapi suaranya tertahan. Teriakannya sama sekali enggak keluar. Teriakannya terganti dengan air mata. Ia menangis, lagi.
Kamu enggak berubah Chiara, masih gadisku yang gampang menangis. Aku kangen banget sama kamu, batin Rasya.
Chiara masih menangis dipelukan cowok itu. Ia ingin melepaskan dirinya dari pelukan Rasya, tapi enggak bisa. Badan nya terlalu lemah untuk berontak. Ia hanya bisa menangis dalam diam.
A big bucket of rosses, and a hug.. From a man who leave me after 2 years without reason..
Beberapa saat kemudian,
Bruuuk, Chiara membuang buket besar mawar tersebut ke tempat sampah. Aku benci kamu, Bang Rasya. Kenapa kamu suka banget bikin aku nangis? Sudahlah, aku harus segera masuk kelas sekarang.
"Hey, nona.. Kenapa dibuang bunganya?" Terdengar suara di belakang Chiara.
Ada apa sih dengan hari ini, kenapa ada dua orang yang memanggilku nona, batin Chiara. Chiara menoleh, dilihatnya seorang cowok sedang tersenyum. Senyumnya manis sekali, dan matanya mengecil saat dia tersenyum seperti itu.
"Gue enggak butuh, ambil saja kalau elo mau" Chiara menjawab pertanyaan cowok itu dengan ketus.
"Hah?" Cowok itu hanya melihat Chiara dengan heran. Dia kan cowok, buat apaan juga buket bunga segede itu.
Chiara enggak kenal cowok itu, tapi ia merasa pernah bertemu dengannya. Tapi dimana yah, dia sama sekali tidak ingat. Chiara pun melanjutkan langkahnya, ke kelas riset pemasarannya. Tapi, kenapa cowok itu juga berjalan ke arah yang sama dengannya.
"Eh, kenapa elo ngikutin gue? Tanya Chiara.
"Gue? Siapa yang ngikutin elo?" Jawabnya kaget.
"Gue mau ke kelas, kenapa elo ngikutin gue?" Tanya Chiara kesal.
"Nona, siapa yang ngikutin elo sih? Jawaban itu makin membuat Chiara kesal.
"Nonaaa.. Nonaaaaa.. Kenapa elo manggil gue nona siiiiiih? Gue enggak suka dipanggil kayak gituuuu.." Chiara kesal sekali sampai air matanya menetes lagi. Ia memang gampang sekali menangis. Terlalu senang, sedih, atau pun kesal bisa membuatnya menangis kencang. Lagipula nona itu panggilan Bang Harsya kepadanya, tentu saja itu membuatnya semakin kesal.
Cowok itu kaget melihat lawan bicaranya yang tiba-tiba menangis. Karena sebenarnya ia tidak mengikuti gadis itu. Ia hanya berjalan menuju kelasnya. Kelas riset pemasarannya.
"Eh, kenapa elo nangis kaya gini? Sorry, gue enggak bermaksud bikin elo kesal. Maafin gue ya. Nara, nama gue Bintang Nararya. Gue mohon hapus air mata elo itu." jawabnya sambil memberikan sebuah sapu tangan berwarna ungu muda kepada Chiara.
I cant stop my tears..