Ogok'an
Ga tau itu bahasa apa? Bahkan guru bahasa Indonesiaku di kelas satu SD pun ngga tau. Tenang aja, bukan hanya kamu. Itu istilah yang dipakai orangtuaku saat anak-anaknya merajuk dan tak mau diatur. Terutama saat meminta sesuatu yang tak bisa dikabulkan saat itu juga, kemudian kita merengek.
Baru saja. Seorang anak merajuk meminta sesuatu entah apa. Aku hanya melihat sekilas sambil membenarkan dudukku di kursi tunggu peron 3. Bocah lelaki itu semakin merajuk dengan menggoyangkan seluruh badannya untuk bisa menggoyahkan pertahanan kesabaran orangtuanya. Ibunya pun berkata ‘nanti, ya nanti’. Tidak mempan, ayahnya mengambil peran, ikut bergoyang membuat gerakan rengekan anaknya menjadi gerakan olahraga. Mereka berdua pun bergoyang berdua di peron 3 menunggu kereta jurusan Shiki beberapa menit lagi. Rengekannya reda.
That’s simple thing, made me laugh a lot in my mind. Iya lah kalo ngakak di tempat bisa dikira macemmacem kan. Simpel sih, anak kecil kepingin banget sesuatu itu bisa dibikin reda dengan dibuat ketawa. Sama kayak ayahku. Anak rewel dan banyak maunya kayak aku, sering dibecandain sampe kekesalan habis membuncah menjadi tawa. Selesai. Kamu tuh kok nggemesin sih adekadek gemes! #apasih
~@sayausi
Minggu, 19 Juli 2015
H3 Idul Fitri, menanti kereta menuju Ogawamachi demi makan santapan lebaran dan bermain dengan 3 bocah fansku :“3












