Zaman mamang kecil dulu, nggak ada istilah quality time. Yang ada cuma: “Bapak ada di rumah.”
Walaupun nggak selalu ngajak main, nggak pandai ngomong soal perasaan, tapi dengan beliau duduk di ruang tengah sambil nonton TVRI aja rasanya nyaman.
Sekarang, kita punya banyak istilah keren. Parenting, healing, trauma, luka pengasuhan. Tapi sering lupa satu hal paling mendasar, yaitu hadir.
Anak mah sederhana. Nggak nanya kerja ayahnya apa, gajinya berapa, atau prestasinya apa. Yang mereka ingat cuma, "Waktu itu Ayah ada.”
Dan dari “ada” yang sederhana itu, anak belajar percaya, belajar tenang, belajar merasa cukup.
Kalo mau jujur ya, jadi orang tua itu nggak perlu terlalu canggih. Cukup pulang lebih cepat, duduk sebentar, dan nggak sibuk sama dunia ketika anak lagi cerita.
Bagi orang lain, kita mungkin baru dihargai ketika sudah jadi "orang berada." Ada rumah, ada kendaraan, ada pencapaian yang bisa dibanggakan. Tapi bagi anak, kita nggak perlu sejauh itu.. Kita hanya perlu ada.
















