"Hujan mungkin bisa menghapus jejak-jejak kaki yang kau tinggalkan, tapi tidak dengan kenangan yang pernah kau ciptakan."
Omeyasha

seen from United Kingdom

seen from Russia
seen from China

seen from Malaysia
seen from Russia
seen from Russia

seen from United States

seen from Singapore
seen from United States

seen from Singapore

seen from United States
seen from Germany

seen from Singapore
seen from China
seen from Australia

seen from Algeria
seen from Singapore

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from China
"Hujan mungkin bisa menghapus jejak-jejak kaki yang kau tinggalkan, tapi tidak dengan kenangan yang pernah kau ciptakan."
Omeyasha
Kuharap suatu hari nanti, aku akan benar-benar bisa melangkah pergi tanpa menengok lagi ke arahmu.
Setiap hari, harapanku selalu sama. Tapi nyatanya aku masih saja melakukan kesalahan yang sama.
Kita hanyalah asing yang mulai usang.
Lampung, April 2017
Sebab kau tak pernah bisa kujangkau Jurang-jurang ketidakpastian, antara ada dan tiada Membuat kita terasa begitu tak nyata
Omeyasha 121116.30//210311
Kangen
Aku kangen, menulis yang biasa aku tulis. Yang isinya selalu kamu, kamu, dan hanya kamu. Aku kangen, bercerita tentang mu yang hanya seputar itu-itu saja. Tentang rasa yang sering kali bersikap egois, meski tak pernah digubris. Aku kangen, memutar kenangan-kenangan yang hanya ada di kepalaku saja. Sebab kamu tak pernah menganggap kita ada. Aku kangen, merasakan rindu yang selalu tertuju hanya untukmu. Rindu yang hanya bisa menyesakkan dada saja, tanpa pernah dapat terobati dengan jumpa. Aku kangen. Ѻmeyasha 010417.30
#Repost @omeyasha with @repostapp ・・・ Tapi mana bisa rinduku menipis Meski rinduku terus kau kikis Rinduku berkulit baja Terus tumbuh tanpa berjeda Mari kita adu Siapa yang paling jitu Rinduku atau bencimu Karena rinduku sekeras batu Ѻmeyasha 180217.30 Quote by: @kopi_anarki Remake by: @omeyasha . . . #omeyasha #kagome #kagomenyainuyasha #rindu #pilu #kelabu #poetry #poem #words #sajakliar #kumpulanpuisi #sajakku #syair #puisi #retak #yangterdalam #baristaaksara
Tak Apa
Jangan tanya “kenapa” Pasti jawabku “tak apa” Jangan menduga-duga Karena lukaku tak mengada-ada
Aku tahu kau ingin membantu Tapi aku, hanya ingin membisu Lukaku terlalu pilu Pun lidahku terasa kelu
Duduklah kawan, dan diam sejenak Jika aku lelah, maka aku takkan memberontak Untuk bersandar di atas pundak Hingga akhirnya aku tertidur nyenyak
Sapamu bisu Senyummu palsu Rindumu sayu Cintamu semu Haruskah aku pura-pura tak tahu? Atau pergi membungkus pilu?
Lampung, 17 Juli 2016 00.00 WIB