Minor Surgery
Apa? Operasi? Iya, kemarin daku baru saja menjalani operasi pertama dalam hidup. (Semoga jg yang terakhir ya.) Sebagai manusia biasa, daku mengalami gigi graham tumbuh. Umm seingetku tumbuhnya dua tahun lalu. Tapi beberapa bulan belakangan daku sering pusing. Awalnya mengira pusing itu wajar karena lapar atau capek. Sampai akhirnya merasa ada yang gak beres sama tubuh ini. Iya, daku mungkin bukan Sophie Navita. But I'm trying my best to listen to my body. And I know when sth wrong happen to mine. So I did a little research to find the cause of my terrible headache. One of the many possibilities is that my back tooth is growing not normal so that it makes my head aches. Then I remembered five years ago, my so called dentist said my back tooth would not growing normally. Its position is not straight. She said I might need a little surgery to fix it. Then I forgot I heard such thing until a month ago. I googled about others' experience of having their tooth removed. And I said to myself: Okay I need this surgery. Dari riset, yang kudapati adalah: - Operasi bisa berlangsung berjam-jam. Bahkan ada yang sampai tiga jam. - Setelah operasi, gigi akan terasa sangat sakit. - Bengkaknya bisa sampai berminggu-minggu. - Efek sampingnya operasi bikin trauma gak mau ke dokter gigi lagi. Well, inilah pengalamanku: Jumat siang daku mengunjungi Prodental Clinic di Bintaro sektor 5. Dokter jaga bilang grahamku bagian bawah harus dicabut. Posisinya miring sehingga menekan gigi sampingnya untuk ikutan miring. Gigi graham itu juga bikin celah tempat kotoran sehingga ada kemungkinan gigi di sampingnya membusuk atau keropos. Mereka sarankan daku untuk foto panoramic di Prodia Lab yang juga berada di sektor 5. Ketika datang ke Prodia ternyata mereka tidak punya layanan foto rontgen gigi dan menyarankan daku untuk ke Kharinta Dental Clinic yang tak jauh dari situ. Di Kharinta, daku pun foto dan tampak jelas gigi grahamku yang miring. Esoknya daku datang lagi ke Prodental untuk operasi bedah mulut bersama drg. Spes. Bedah mulut: drg. Harry. Dokter ini lumayan serius dan daku suka caranya menangani pasien. Sesungguhnya daku sudah punya gambaran, seperti apa dan bagaimana jalannya operasi. Tapi oh tapi, namanya baru pertama daku sempat gugup. Pas bilang sama suamih, dia cukup menenangkan. Pukul 14.40 kami tiba dan daku langsung disuruh masuk ke ruangan dokter. Di ruangan tunggu, suamih main HP sambil ngemil roti. Begitu duduk di kursi pasien, dokter Harry langsung menjelaskan tindakan apa saja yang akan dia lakukan pada mulut dan gigiku. Dia suruh daku ambil nafas panjang sembari menyuntikkan bius pada gigiku. It was kinda hurt. But I already get used to that kind of pain as I'm a blood donor. Lalu dia ambil bor untuk menghancurkan gigiku. Sambil berkata, alatnya akan bising tapi tidak apa-apa. Selama dia menghancurkan gigi grahamku, asistennya memasukkan alat penyedot. Fungsinya menyedot saliva dan serpihan gigi. Sakitkah ketika dioperasi? Tidak sama sekali. Hanya saja tidak nyaman mendengar suara bor gigi. Dan karna sudah nervous duluan ya ketidaknyamanan itu jadi tambah tidak karuan. Daku tutup mata sepanjang operasi. (Awkward juga sih liat eye to eye sama dokternya dlm waktu lama.) Gigiku terus dibor. Lalu bagian yang hancur dipotong dan dicabut. Sampai tak bersisa. Dokter pun menjahit sisa bedah. Kemudian daku diberi resep obat. Asisten dokter memberi tahu pantangan pasca operasi. Daku pun keluar dari ruangan. Suamih kaget karna tidak menyangka istrinya keluar secepat itu. Camilannya pun belum habis ketika bertemu daku. Hanya 15 menit bahkan mungkin kurang, waktu operasinya. Tapi rasanya lamaaa sekali. Dan jujur saja daku masih syok. Mostly because the long noise from the tool doctor use to break my tooth. Jadi ketika dokter lain datang utk menjelaskan do's and dont's pasca operasi, daku gak dengar jelas. Kami pun menebus obat (emangnya disandera?) di apotek. Lalu sejam kemudian, bius menghilang efeknya, sakit pun mulai mengujungiku. Langsung minum obat dan beberapa menit kemudian sakit nyerinya hilang. Beberapa jam berikutnya, bengkak mulai muncul. Dikompres pakai air dingin, bengkaknya mulai kempis. Paginya, bengkak muncul lagi. Tapi lebih dari 24 jam, tidak ada nyeri. Yang ada hanya tak nyaman karena bengkak. Simpulan: you will never know until you experience it. So keep an open mind. :)))















