Welcome Tumblr!
Halo, Ka Eko! Sudah sekian lama sejak postingan terakhir dengan nama Ka Eko di dalamnya aku posting di Tumblr. Sekarang, di meja 12, nama Ka Eko muncul lagi dengan Oreo Float yang Oreonya ga enak.
Ka Eko apa kabar? Aku sih ga begitu baik. Di otak aku sekarang ada tabloid bulan depan yang belum pada kelar tulisannya, ada 11 mata kuliah semester ini yang salah satunya adalah statistika, ada harapan punya lensa baru, ada ketakutan-ketakutan soal luka, masa depan, bayang-bayang yang benda aslinya membentuk siluet entah dimana. Maaf ya, Ka Eko. Rasanya ga enak harus cerita yang bikin kesal, sedih dan memusingkan. Tapi habis cerita kita selalu merasa lebih lega kan?
Aku terdiam agak lama sebelum memutuskan numblr lagi. Aku berjanji buat ga menulis sampah lagi. Aku takut ga bisa menepati itu sampai angkot Caheum-Cileunyi menampar gendang telinga aku dengan klaksonnya. Kira-kira, begini terjemah klakson itu: “tulisan kamu sampah atau engga, yang memutuskan pembaca, dan putusan pembaca itu, punya satu sifat yang melekat. Namanya subjektif,”
Aku tahu di dunia ini (oalah, dunia!) kayaknya banyak yang lebih dukung aku nulis serius. Bikin cerpen atau artikel ilmiah, bukan bikin diary online yang ga jelas juntrungannya. Bahkan kemarin, Si Adi, Redaktur Online Suaka, komentar waktu aku bikin status tentang memahami mesin cuci di Facebook. ”.. udah jadi ****** mah harusnya statusnya lebih seirus dan bermutu..”
Gimana rasanya dibilang kayak gitu sama Adi? Sebel? Kesel? Aku ga mau bohong sih, Ka Eko. Rasanya emang ga enak. Tapi masa iya aku melulu mesti serius, membagi-bagikan berita dan artikel menarik di situs online yang aku baca, mengomentari judul berita asal-asalan yang dibikin media online, ngobrolin politik dan ekonomi karena kedudukan aku sekarang? Aih. Aku benci pencitraan yang lebay. Ka Eko benci juga kah?
Ya.. Jadi aku memutuskan buat numblr lagi, Ka Eko. Ga peduli ini penting atau engga, ada yang baca atau engga, membunuh waktu aku dengan sia-sia atau engga. Aku mau numblr lagi. Bikin esai dan kronik yang ga begitu serius biar hidup kepenulisan aku ga datar dan kaku.
Hahaha. Welcome Tumblr and see you, Ka Eko. :)














