📼 : Bye, Summer - IU
All the nameless days when we loved so passionately.. Goodbye, my long summer!
seen from United States
seen from China

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Belgium
seen from China

seen from Canada
seen from United Kingdom
seen from China

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from Japan

seen from Mexico
seen from China

seen from Türkiye
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Australia
seen from China
📼 : Bye, Summer - IU
All the nameless days when we loved so passionately.. Goodbye, my long summer!
If longing could rewrite fate, wish we meet again like a fleeting scene from a film. Though I couldn’t hold you when life was trembling, you still live on in those beautiful days.
—Never Ending Story, remake by IU.
“You know I’m afraid of change Guess that’s why we stay the same”
—Noah Cyrus.
🎬 Movie : Chungking Express (1994)
🗃️ : favorit di November 2025. Seperti banyaknya hari-hari yang lalu, bulan ini masih dibalut kesedihan, perasaan bingung dan takut soal keputusan yang akan diambil, juga banyaknya tangisan di malam sepi sebelum tidur. Tapi masih ada perasaan bersyukur yang hadir selagi mengingat kalau aku masih dikelilingi teman baik. Dari ajakan impulsif untuk selalu beli kopi susu, atau dari duka lama yang mulai dijadikan bahan becanda. Ada juga perayaan kecil yang aku ikut disertai di sana. Alhamdulillah.
Setiap harinya diselingi konten—untuk hiburan semata—agar ga kesepian, agar hari yang dilalui ga terasa begitu lama. Di antaranya ternyata banyak yang aku suka, yaitu :
1. Kios Pasar Sore dan Cerita Orang-orang Biasa Lainnya
Bergelut dengan reading slump berbulan-bulan, akhirnya coba untuk mulai baca lagi. Kali ini pilih buku baru dari Reda Gaudiamo karena isinya kumpulan cerita pendek, lebih mudah dihabiskan daripada novel atau buku tebal lainnya. Langsung aku tambahan ke rak buku online alias goodreads, jadi buku keempat yang kubaca habis di tahun ini.
2. Film Pangku - Reza Rahadian
Hasil dari dengerin beberapa podcast dari Reza Rahadian soal premis film debutnya yang bikin aku tertarik langsung ke bioskop terdekat untuk nonton ini. Impresi soal film ini udah aku tulis di letterboxd.
3. Na PD’s Game Caterers
Konten dari Channel Shiboya terfavorit, akhir tahun biasanya selalu ada segmen ini. Guest kali ini dari JYP di akhir Oktober dan dengan aktor vs idol dari Kingkong-Starship di bulan November. Makasih Na-PD dan tim yang udah banyak lembur buat mikirin game baru, edit video tiap member, atau ngasih subtitle secepatnya biar ga diteror fans lewat komentar. Sebulan ini ga bingung deh buat cari tontonan di jam makan siang.
4. Frankenstein - Guillermo del Toro
Loveeeee it!!! Dibuat amazed di Part 1 - Victor’s Tale, gimana sebuah duka dan ambisi bisa ngedorong Victor buat merealisasikan ide gilanya. Di Part 2 - Creature’s Tale malah ga nyangka akan dibuat senangis itu. Bagian di mana si monster tinggal bareng kakek buta dan belajar jadi manusia, lalu ditinggal mati dan hidup sendirian dibalut kesepian. Setelah cari tahu soal asal mulanya, dia datengin Victor. Bukan untuk marah tapi begging biar bikin 1 makhluk kaya dia. “We can be monsters together” katanya, dengan senyuman pilu. Juga di ending ketika mereka akhirnya saling menerima dan memaafkan, si monster dengan legowonya mau melanjutkan hidup, bantu ngedorong kapal biar kapten dan para awak bisa berlayar, lalu jalan sendirian menuju matahari pagi…. ugh I CRIED A LOT.
5. Raditya Dika x Ryan Keswani
Salah satu podcast indonesia teratas yang aku selalu dengarkan ; Raditya Dika. Narasumber yang dia undang selalu dari berbagai profesi. Episode dengan dokter Ryan Keswani yang pertama masih menjadi yang paling disukai dari channel ini. Apalagi karena ditemani Pandu yang nambahin bumbu komedi dengan pertanyaan lawaknya. Topik yang dibicarain adalah tentang otak dan neuroscience, tapi ga kerasa berat karena dijelaskan dengan kalimat yang sederhana.
6. Going Seventeen - Chat Chat
Episode pertama Going Seventeen tahun ini tayang sejak bulan mei. Ga seperti biasanya yang langsung aku tonton di minggu yang sama dari hari rilis, kali ini anehnya ga begitu ngikutin setiap minggunya. Mulai nontonin lagi pelan-pelan, lalu suka dengan episode ini yang isinya cuma obrolan biasa semacam podcast pada umumnya.
7. Sampai Jumpa - Afgan
Huwaaaa… dikasih epilog kisah Niki-Nata dari pemeran utamanya langsung. Teringat lagi deh betapa sukanya dulu aku dengan Refrain. Putar ulang filmnya di laptop sampe familiar dengan beberapa dialog dan hafal lirik Refrain yang dinyanyiin Nata di Vienna. Lalu sempat dikasih novelnya, dua. Satu dengan sampul amplop biru dan satunya edisi sampul poster film—terima kasih yaa. Bukunya dibaca ulang dengan hati-hati biar masih terlihat seperti baru.
Track ini kayanya akan sering diputar selama akhir tahun. Video musiknya juga akan ditonton ulang, apalagi di adegan catch up. Liriknya sendu dan tatapan Nata sangat merangkum seluruh isi lagu. Terima kasih untuk Maudy yang rela sempatkan waktunya untuk kembali menjadi Niki. Kesenangan yang dibalut sisa-sisa harapan biar Afgan rilis Refrain versi studio. Lalu Niki-Nata muncul kembali dengan episode baru.
📼 : 잔나비 [JANNABI] - 첫사랑은 안녕히
💿 Album : Sound of Music pt.2 🎵Tittle track : Just Kids 🎧Favorite track so far : Mother (feat Lee Suhyun) & Sound of Music
#8
🎵 INHABIT by Sandrayati
Mengikuti jejak Raditya Dika soal 5 Hal Favorit Minggu Ini di podcastnya—penemuan baru dari mulai musik, film, buku atau semua yang lagi diikutin tiap minggunya (atau bulan) akan aku share dalam bentuk narasi. Selagi belajar menuangkan isi pikiran, berguna juga untuk latihan menulis yang semoga bisa lebih rapi lagi.
Di minggu ketiga bulan September aku mulai dengerin album baru dari Sandrayati yang dirilis tanggal lima. Mampir ke sini setelah lihat instagram story Kak Rara Sekar yang bilang kalau lagu Waken adalah track favoritnya. Selain dari title tracknya yang paling enak didengar, sejauh ini aku suka Forward. Mampir juga untuk nonton musik video Inhabit yang ternyata memuat dua lagu termasuk a wild home to—mungkin lebih disebut prelude daripada lagu(?)
Sejak kenal nama Sandrayati dari Daramuda Project, kenapa aku ga lantas dengerin lagu-lagunya yang lain ya(?) Nurutin apa yang algoritma kasih soal lagu sejenis, lalu aku menemukan New Dawn. Sedikit ada perasaan nostalgia karena teringat dengan Colors of The Wind, lagu ini ngasih makan sisi melankolisku yang langsung berimajinasi dan ngebayangin lagi berdiri di tengah hutan.
Memasuki minggu keempat dan masih akan mendengarkan karya Sandrayati yang lain. :)