Mungkin jauh terlambat jika dibandingkan dengan langkah kaki yang lain. Tapi semoga menjadi awal yang baik untuk kaki sendiri.
seen from India
seen from United Kingdom

seen from India

seen from Malaysia
seen from Iraq

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from South Africa
seen from China

seen from United States
seen from United States

seen from India
seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from Russia

seen from United States

seen from United States
Mungkin jauh terlambat jika dibandingkan dengan langkah kaki yang lain. Tapi semoga menjadi awal yang baik untuk kaki sendiri.
Aku butuh tau seberapa ku butuh kamu, percayalah rindu itu baik untuk kita.
(via Tulus - Ruang Sendiri)
Mustahil membahagiakan semua orang. Karena itu kita berhak memilih siapa yang akan dibahagiakan
Tulus
RATUSAN monyet ekor panjang yang kelaparan turun dari hutan perhutani, Pasir Paranje merusak sayuran dan buah-buahan di Desa Setiawaras, Des
RATUSAN monyet ekor panjang yang kelaparan turun dari hutan perhutani, Pasir Paranje merusak sayuran dan buah-buahan di Desa Setiawaras, Desa Cisempur, Desa Parung, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Kejadian tersebut, menyebabkan lahan perkebunan milik warga mengalami kerusakan parah.
Kepala Desa Cisempur, Didi Setiadi mengatakan, musim kemarau panjang di wilayahnya banyak warga mengeluhkan lahan perkebunan, sayuran, buah-buahan mengalami kerusakan akibat serangan monyet.
“Ratusan monyet itu mencari makan dengan menyerang lahan perkebunan, pertanian yang telah ditanam mulai jagung, singkong, ubi tanah, kacang tanah, pisang dan padi. Akibatnya lahan seluas 100 hektare gagal panen,” ujar, Didi Setiadi, Rabu (8/7/2026).
Menurut Didi Setiadi, ratusan monyet datang secara berkelompok berkeliaran di pemukiman warga dan mereka mencari makanan dengan memanjat atap genting rumah dan pohon. Tidak ada warga yang berani mendekat atau mengusir monyet. Karena, beberapa waktu hari lalu warga sempat mengusir bukan pergi malah balik menyerang.
OBROLAN YANG DIRENCANAKAN
Gak mau ada grogi lagi kalau ada kesempatan bicara..
Juli tahun lalu, 2025, di Ruang Jatuh Suka, hanya 2 kalimat yang sempat terucap :
- “Ini tempat pertama kali aku ketemu kamu, beberapa tahun lalu, tandatangan buku”
- “Aku Gita, 16 Agustus..” itupun setelah dia tanya “namanya siapa?” 😂😂
Hari ini ternyata ada kesempatannya..
Menunggu antrian foto bersama, dan maju..
Berharap bisa berdiri di sampingnya, tapi diarahkan untuk duduk.
Pilihlah duduk tepat didepannya..
Salam sapa, duduk..
Lalu tengok ke belakang, menunggu bertatap wajah..
Akhirnya keluarlah pertanyaan itu..
“ABANG SENANG GAK HARI INI?”
(Seperti diam sepersekian detik mencerna, lalu sigap menjawab)
“SENANG, ALHAMDULILLAH..”
Misi berhasil, tidak gugup, senangnya bukan main..
Pertanyaan itu, sering sekali ditanyakan, tapi dari si pemilik suara merdu ke penikmat tiap lagunya..
Jadi, pertanyaan itu masuk to do ask, apabila ada kesempatannya.
Hari ini waktunya, Alhamdulillah..
Tidak sampai disitu..
Diam-diam standby ponsel, dengan posisi selfie, menunggu dia mengarah ke kamera.
Setelah foto, ternyata ada kelanjutannya..
“SUDAH BERAPA BANYAK FOTO KITA? KETEMU DI RUANG JATUH SUKA KAN?”
Langsung menjawab dengan sumringah “IYA”
Lalu dilanjutkan “MASIH ADA FOTONYA?”
Menjawab dengan buru-buru, karena posisi foto bersama sudah hampir lengkap “Masiihh doong”
Niat hati mau kasih lihat fotonya, apa daya harus bergiliran..
ALHAMDULILLAH..
Manifesto itu benar adanya, hadiah berjam-jam dalam kendaraan.. ALHAMDULILLAH..
Hasil fotonya?
(Foto 1 : Jujur, gak sadar dengan pose ini, SUMPAH!)
(Foto 2 : Ditambah pose kedua ini..)
Apa jadinya kata si Bontot..
Padahal sudah di pesan-pesan dr rumah..
“JANGAN BEGO KALO FOTO” 🤣
Bunga tidur..
Berada dikamar sang idola, diatas kasurnya, bermain dengan ponakannya yg masih balita..
Sekali menghibur, dengan menggendong dan mengangkat tubuh si balita..
Hanya 1 helai yg kau pakai ditubuhmu..
Masih sempat bertanya “kenalan yuk, biar kalau ketemuan…”
Dia cuma kasih peluk, yang kalau dilihat dari dekapannya cukup erat..
Sudah tahu mimpi masih berharap lebih..
Ketukan kamar dr sang ibunda (yang belum pernah tahu sebelumnya) memberikan instruksi
Yang tak lama ketukan dari adikku, yang kemarin aplikasi obrolannya dibaca klien pd saat bekerja “Kampret tu ibu-ibu”
Produksi Palawija di Lebak Meningkat
LEBAK – Produksi palawija yang dikembangkan petani Kabupaten Lebak, Provinsi Banten meningkat. Selama periode Januari-November 2017 produksi palawija di daerah tersebut mencapai 37.472 ton.
Jika dibandingkan dengan produksi di periode yang sama terjadi peningkatan sebanyak 3.692 ton karena di 2016 hanya tercapai produksi sebanyak 33.780 ton. “Kami yakin peningkatan produksi palawija itu…
View On WordPress