Palungan dan Lampin
Melayangkan pandangan sejauh mata dapat memandang
Aku melihat semua orang
Mereka sibuk akan mempersiapkan hari yang bahagia
Lonceng-lonceng sudah digantungkan
Lagu-lagu pujian terbaik sudah di perdengarkan
Menanti hari dimana sukacita kedamaian itu tiba
Teringat, bagaimana Dia dilahirkan
Hanya di kandang domba
Dengan kain lampin yang membalut tubuhnya dalam palungan
Aku bingung
Mengapa Ia tidak memilih istana yang megah dan terhormat
Kau tahu mengapa?
Karena Dia datang bukan untuk dilayani tapi untuk melayani
Dia datang dengan kasih
Kasih yang membuat manusia terselamatkan
Tahukah engkau tentang suatu rahasia
Mengapa bulan begitu indah
Mengapa embun pagi penghantar bulan ini lebih harum
Mengapa langit terus tersenyum
Itu karena Dia
Kado terbaik sepanjang kehidupan
Hari ini dalam kedamaian yang dia berikan
Aku menyatakan kerinduanku bersamanya
Menjadi penyembahnya
Biarkan Dia melayakkanku
Seperti kadang domba dimana Dia dibaringkan
Seperti kain lampin yang membalut tubuhNya
Seperti Maria dan Yusuf yang melihatNya
Kemulian surgawi yang bertahta di atas bumi
Tapi ini bukan tentang pohon terang atau palungan
Bukan tentang lonceng-lonceng atau persembahan
Ini tentang hati
Apakah hati menerima Dia
Yang membawa kasih
Yang membuat kita mengerti hari ini
Bukan tentang segala yang kita miliki
Bahkan hati ini mungkin tak layak
Tapi aku tahu Tuhan melihat hatiku
Bagaimana aku ingin mempersembahkan yang terbaik
Mungkin aku tak dapat memberikan nyanyian yang indah
Namun melalui puisi ini
Aku ingin menyenangkanMu
















