Gue menulis ini dalam Notepad, karena temlate Blog yang Gue pake sekarang kurang bersahabat digunakan. Oke, Lupakan hanya engantar basa-basi. Pagi tadi Gue sempet jogging kecil keliling komplek rumah. setelah selesai ga afdol rasanya kalau belum upload atau ‘Pamer’ di soscial media. Setelah ambil angel sana-sini, gue bosan dan bingung sendiri.
Is this what i’m want? for what?
Lalu dalam benak gue muncul kata “Pencitraan“. Akirnya gue tetep upload tanpa pikir panjang mana angel yang bagus biar orang lain lihat nantinya. Tapi masih ada yang membekas di pikiran gue, apakah ini perlu dilakukan? Pencitraan itu menurut opini pribadi Gue sudah berubah menjadi konotasi yang buruk di mata masyarakat. Entah itu karena dilihat dari efek banyaknya cara yang dilakukan oleh wakil rakyat dalam mencari suara agar mereka terpilih atau memang kesannya yang membohongi publik. Atau emang hanya sekedar ‘mengibur diri‘ dari kenyataan yang terjadi.
sekarang itu hidup yang Gue rasakan rasanya kayanya sudah ga Nyata layaknya dahulu, di mana tempat ramai menjadi sepi karena masing-masing orang hanya fokus pada layarnya masing-masing. bahkan sekedar tegur sapa dan basa-basi rasanya aneh di jaman sekarang. Yang ada adalah pikiran-pikiran negatif seperti ‘Modus‘, ‘Ada maunya‘, atau hal-hal buruk lainnya. entah ini yang Gue rasakan atau memang ada sebagain pembaca yang merasakan juga. Karena mungkin ini bisa jadi adalah faktor kebiasaan yang sering gue jumpai di kehiduan masyarakat Kita.
ambil contoh, kita semua hidup 24 jam yang sama tapi apa yang menyebabkan orang bisa lebih dari kita dan kita kurang dari mereka? apakah waktu yang berjalan begitu cepat atau memang kondisi kita yang belum bisa menyadari untuk bisa memanfaatkan waktu yang ada dengan lebih baik lagi?
Tulisan ini dibuat untuk memancing ide dan keresahan Gue keluar dengan lebih spontan, bukan untuk menggurui atau memberikan ilmu pengetahuan. tapi, ada sedikit self awarnes yang mau gue tekankan di sini. Agar Gue, lo, dan Kalian yang baca ini tersadarkan akan suatu masalah yang sepertinya hampir semua orang rasakan. Mungkin terdengar tidak nyambung, mohon dimaafkan.. ya namanya juga lagi cari ide, dariada tulisan dibuang lebih baik di posting buat pembelajaran dan berkembang.
pengen banget langsung nulis sesuatu yang tanpa pikir panjang. Tapi terkadang saat lagi semangat nulis, eh pikiran ga fokus dan datang titik kebuntuan. Tetiba hening, diam dan bingung mau nulis apa lagi setelah ini.
Alhasil, menulis dengan keterpaksaan yang niat awal adalah "Just writing what yu feel and think", berubah dengan lanjutan yang seakan bijak penuh dengan Quotes basi yang sering ditemukan di google. Padahal quotes-quotes yang
muncul itu belum tentu ucapan asli 'Sang Tokoh', bisa jadi sudah melalui distorsi dan editan orang-orang yang emang menggagumi karna 'Si Tokoh' tersebut.
Gue mau lo ajak berpikir atau sharing sedikit informasi, karena kenyataannya gue belum bisa sharing Ilmu. Barusan Gue sempet cek Timeline Twitter, dan menemukan video ini. Coba dilihat dulu.
(Note: This video only for People who believe that Earth Not Flat)
sudah? Lalu bandingkan dengan keadaan Kita sekarang. Sudahkan berikir ke arah itu? apa yang Kita punya? Oke, Kita punya sejuta Alasan. Lain hal dgn orang-orang/Ilmuwan jaman dulu mereka justu memiliki sejuta cara untuk mencari dan bekerja keras untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Gimana, sudah mulai terpancing dan mulai mikir. Oke, sekarang Kita lihat kondisi Kita sekarang. sudahkah Kita memantaskan diri untuk bisa berada di mana tempat yang akan Kita pikirkan 10 tahun lagi (karena kalau Masa depan Acuannya akan bersifat Universal). Kondisi Bangsa ini memang sedang berada di titik pertengahan (opini). Ada orang-orang yang ingin membuat suasana tidak menyenangkan mengenai bangsa ini.
Lalu Apa yang Kita punya Sekarang? Ga punya apa-apa. Oke, apa Kita akan pasrah ikuti sistem ini terus berjalan, menunggu hujan Uang dari langit? Berdoa tanpa Usaha/Ikhtiar? Gue bukan bermaksud menyalahkan Takdir yang sudah ada. Takdir pun bisa Kita ubah dgn Doa. Tentu disertai dengan adanya Ikhtiar/Usaha.
Tulisan ini adalah pengingat diri pribadi, bukan untuk menyinggung atau Jika ada yg tersinggung mhn dimaafkan.
Gue Heran dan ada rasa insecure ketika Gue mau berbuat Karya. Ada perasaan seperti nya orang akan begini dan begini.kenapa demikian? karena sejatinya kita masih belum bisa berbuat (baca:berkarya) sesuatu tanpa harus orang lain itu tau apa yang kita lakukan. Bener ga?
mungkin sebagaian yang baca tulisan ini sependapat dengan Gue. Sebagian besarnya Tidak. "Itu semua tergantung Situasi dan kondisi seh..". Pintar-pintarnya Kita aja dalam menempatkan diri Kita di mana kita berada. Oke Gue Setuju. Kita ambil contoh:
Ketika Kita sedang sendirian dengan Kondisi duduk di Meja, menghadap ke laptop. Lalu Kita berbicara sendirian, semau-mau Kita. Bahas hal Frontal, Ketawa-ketiwi sendirian, bahkan menangis jika perlu. Tapi Ketika orang lain masuk ke ruangan Kita, seakan semua tadi tidak terjadi. Ah Capek jika terus menerus sembunyi, tidak menampilkan jati diri Kita sebenarnya.
Saya Gue menuliskan ini pun, di jam istirahat kantor. Dimana saat orang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Tapi, Ketika melihat ada orang mendekat ke Kubik kerja Gue, Gue dengan Sigap mengganti layar dengan hal lain. Bukan dengan Tulisan ini.
Gue ga mau menyimpulkan hasil analisa "Gembel" Gue ini. Toh, semua punya pendapatnya masing-masing. Bisa pilih opini Gue, Opini kedua (lihat Situasi dan kondisi) atau Punya Opini sendiri yang mungkin bisa lebih seru dan memberikan solusi.
Gue pengen nulis sesusatu cuma bingung mulai dari mana. Hmm... tadinya pengen bahas pengalaman diskusi bareng bapak tadi pagi Soal Pengalaman Idul Adha tahun-tahun yang lalu, tiba-tiba muncul "Apa Gue Sharing pengalaman selama seminggu ini aja ya..?".
eh, Karena Gue baru pulang dari Kondangan temen SD, kepikiran lagi buat bahas perubahan skema (baca:kebiasaan) dalam pergaulan anak-anak jaman sekarang. Semakin Kita Tua pembahasan yang disinggung ikut berubah. Dari Mulai Kabar, Kerjaan, sampai Nikah. Kelak nanti akan pindah lagi pembahasannya jadi soal Punya Anak, Anaknya sekolah dimana, sampai sudah punya mantu. Cuma beda Objek aja. Disitulah Saya mulai merasa Bsan. Oh apa begini rasanya Kehidupan ya..., kenapa terlalu suka dengan Rutinitas (eh gimana ya menjelaskannya). Terlalu monoton lah gitu.maksudnya.
Udah segitu dulu, karena Gue lagi kesel dengan seserang yang sukanya cuma Komentar tapi dia masih Tinggal dan Hidup dengan orang yang dikomentarin. “Kan An**ng”. Sama halnya dengan Mereka yang suka Komentar buruk dengan Pemerintah, Tapi ga support atau ga punya Karya yang bisa dibanggakan untuk kemajuan Bangsanya.. Coba pikirkan.Sekian.