How can we do better for our children, the earth, and each other?
seen from United States

seen from Malta
seen from China
seen from Saudi Arabia
seen from United States

seen from United States
seen from Germany

seen from United Kingdom
seen from Belarus

seen from Malaysia

seen from Japan

seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from Singapore

seen from Singapore
seen from China

seen from Singapore

seen from Malaysia
seen from Maldives
How can we do better for our children, the earth, and each other?
DESAIN PEMBELAJARAN KREATIF DI KALA PANDEMI
Berbagai polemik bermunculan ketika pembelajaran jarak jauh terpaksa dilakukan di tengah pandemi. Baik dari pihak orangtua yang kesulitan membimbing anak di rumah karena minimnya kapasitas dan fasilitas, pihak siswa yang merasa jenuh, ataupun dari pihak guru yang kelimpungan memadatkan materi pun menyiapkan pembelajaran dengan metode yang tidak biasa atau bahkan pertama kali dalam hidupnya.
Kemendikbud yang mencanangkan pembelajaran jarak jauh supaya pendidikan tetap berjalan, mendapat desakan dari banyak pihak, agar menemukan solusi yang lebih baik daripada pjj daring. Keputusan terakhir yang dipublikasikan oleh Kemendikbud adalah diperbolehkan pembelajaran tatap muka di daerah yang telah masuk zona hijau dan kuning, namun dengan protokol kesehatan yang ketat.
Bukan kebetulan, kemarin tanggal 10 Agustus aku ditugasi lembaga mengikuti pelatihan online membahas pembelajaran efektif di kala pandemi. Pelatihan yang diadakan oleh IMZ tersebut bertajuk Pelatihan Guru Hebat. Topik pertemuan pertama desain pembelajaran berbasis home based learning. Pembicara topik ini adalah pak Ludfi dari Sekolah Alam Indonesia Muruyung. Pembelajaran di SAI tidak menggunakan istilah PJJ, namun playdate.
Postingan ini ngga hanya membahas materi yang aku dapet, tapi membahas pula bagaimana pelaksanaan di Sekolah Alam Perwira. Bisa dibilang sebagai bentuk testimoni pelaksanaan pembelajaran setipe.
Protokol inti:
Bagaimanakah di lapangan?
-Di banyak sekolah, ventilasi masih minim, ngga sedikit sekolah yang tidak memiliki jendela karena menggunakan AC. Ruangan sangat tertutup, dan udara segar sulit masuk.
-Durasi sekolah umumnya sampai siang, sedangkan sekolah dengan sistem full days school sampai sore. Durasi yang lama rentan terjadi paparan yang lebih banyak.
-Tidak semua sekolah memiliki ruang yang luas, sehingga sulit diterapkannya physical distancing. Space outdoor di sekolah perkotaan banyak pula yang minim, padahal outdoor bisa menjadi solusi ketika ruangan kurang memadai untuk penerapan physical distancing.
Bagaimana mensiasati ketika VDJ (ventilasi, durasi, jarak) tidak mendukung?
1. Social Bubble
Cara ini berhasil di New Zealand. Inti dari metode ini adalah sistem kelompok paling banyak 10 orang, dengan orang yang tetap, agar lebih mudah melakukan tracing.
2. Pelaksanaan di Rumah
Setelah membentuk kelompok, lalu pembelajaran tatap muka dilakukan di rumah wali murid yang memadai sesuai VDJ, pembelajaran yang diajarkan lebih kepada life skill untuk mendidik kemandirian siswa dan tidak jenuh setelah lama ngga belajar akademik.
3. Pertemuan Seminggu Sekali
Karena guru harus berkeliling ke kelompok-kelompok, apalagi kalau satu kelas lebih dari 10 orang, behh.
4. Belajar Lapangan
Siswa bisa diajak mengamati hal-hal di lapangan untuk mengurangi interaksi jarak dekat, dan mendekatkan siswa pada media pembelajaran real, tidak melulu text book.
Trus gimana sih konsep home based learning?
Materi pembelajaran lebih fleksibel, ngga bisa sepadat pembelajaran dalam keadaan normal. pembelajaran bukan memindahkan text book ke otak, melainkan belajar (learn) dengan cara menyenangkan. Realitanya sekarang banyak sekolah yang menerapkan HBL dan sistem kelompok, namun tidak sedikit yang memberi banyak tugas yang membuat siswa stress, lalu orang tua kelimpungan karena minimnya kapasitas dan fasilitas pun ikut stress, dan guru juga stress karna mendapat tekanan dari atasan yang memberikan banyak taget atau tuntutan dan potongan gaji padahal di lain hal uangnya banyak terkuras.
Lalu, sistem seperti apa yang harus dilakukan supaya efektif?
1. Home Program: inti materinya lebih ke life skill seperti merapikan rumah, membantu ortu, dll. Guru bisa menyiapkan worksheet khusus untuk memonitor.
2. Home PJBL: guru menyusun projek berdasarkan masalah yang nyata bagi siswa, supaya siswa bisa mengintegrasikan materi teoritis dengan kehidupannya.
3. Playdate: waktu khusus bermain ke sekolah secara bergilir dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, untuk melepas rasa kangen dengan sekolah. Ngga perlu pakai seragam, karena tujuannya bermain.
4. Class bubble
5. Virtual Discussion: pembelajaran daring namun berbentuk diskusi
6. Teacher Visit
7. Parenting Support
Ada tips nih dari beliau supaya virtual discussion interaktif
Pembelajaran dilakukan dengan metode student center supaya mereka tidak hanya menjadi pendengar, namun aktif dalam diskusi. Penilaian dilakukan secara formatif oleh guru. Dan terakhir guru sebagai moderator bisa menunjuk siswa untuk menjawab pertanyaan atau menjelaskan ulang.
Ada tambahan nih, 5 model instruksional pembelajaran
1. Engage
2. Explore
3. Explain
4. Elaborate
5. Evaluate
Aku ngga bisa jelasin kek gimane, karna emang cuman gini aja yang disampaikan ngga dibahas lebih jauh.
Oke next, kalo di sekolah alam perwira (tempat aku mengajar sekarang) gimana?
Untuk kondisi VDJ, salam perwira sangat memadai.
Ventilasi sangat terbuka lebar, udara segar mudah masuk
Durasi sekolah tidak lama, selama pandemi ini hanya 2 jam , tiap kelas mendapat 1-2 pertemuan sepekan.
Apakah pembelajaran 100% outdoor? Of course no, tetap ada sesi di dalam ruangan, seperti sholat berjamaah dan mengaji. Terkadang cuaca tidak mendukung, sehingga kami menyiasati membuat kelompok belajar supaya tidak membentuk kerumunan.
Mungkin konsep ini ngga bisa diaplikasikan di sekolah lain, karna semua guru terjun di setiap pertemuan.
Gambaran kegiatan outdoor:
Nah apakah kita bidang pendidikan akan kalah dengan keadaan atau bangkit dari keterpurukan? Pandemi bukan terjadi pertama kali dalam peradaban dunia.
Pembelajaran outdoor di kala wabah seabad lalu
Semoga kita bisa mengambil ibroh serta hikmah dari keadaan ini..aamiin..
Ditulis tanggal 13 Agustus 2019, hasil review materi IMZ