UNIVERSITAS Gadjah Mada melaukan panen raya padi Gamagora di Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiu, pada Jumat.
Panen tersebut
UNIVERSITAS Gadjah Mada melakukan panen raya padi Gamagora di Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, pada Jumat.
Panen tersebut menjadi penanda dimulainya perluasan pengembangan varietas padi hasil inovasi UGM di wilayah Madiun melalui penyerahan 300 kilogram benih Gamagora kepada tiga desa lokasi Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM, yakni Desa Gunungsari, Tanjungrejo, dan Tulungrejo.
Selain panen padi Gamagora, UGM juga meresmikan pengembangan Living-Lab dari Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) UGM di desa tersebut yang diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, petani, pemerintah desa, dan mitra dalam mempercepat hilirisasi inovasi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Lalui proses pengujian
Kepala Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, Alan Soffan, Ph.D., menjelaskan Gamagora merupakan varietas padi yang dilepas pada 2023 dan telah melalui pengujian di berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan hasil uji multilokasi, jelasnya Gamagora memiliki produktivitas rata-rata mencapai 7,9 ton per hektare dengan potensi hasil hingga 9,8 ton per hektare.