ADA
Ada lautan pekik diluar sana yang berharap untuk diperhatikan, memanggil seluruh orang yang terlelap untuk sekadar bangkit dan tidak berpaling dari pekikannya.
Ada arus yang melaju deras tiada henti hingga detik ini demi mampu menyentuh setepi-dua-tepi tanah kering yang lama mati, hingga akhirnya ia pun ikut mati.
Ada hembusan kencangnya angin yang kian tak terbendung oleh selaput apapun dimana kita biasa berpijak, berharap mampu menghempaskan sisa-sisa kedahuluan yang termakan oleh masa kekinian. Dia gagal.
Ada, masih ada yang mampu bertahan dari kerasnya ombak sang pekik.
Ada, masih ada yang mampu melaju tanpa lelah bersama kerasnya sang arus.
Ada, masih ada yang mampu berpijak dalam hempasan angin badai.
Ada, masih ada aku yang tetap disini demi mengikis tiap keraguan dalam dirimu.











