Pemerintah berusaha keras membuka akses jalan ke distrik-distrik di Jayawijaya untuk memudahkan warga ke kota
Wamena FN. Pemerintah biasanya saat berkunjung ke distrik-distrik untuk bertemu dengan warga masyarakat dengan menggunakan helikopter. Kita ketahui untuk operasional dengan menggunakan helikopter ini membutuhkan biaya yang besar maka kunjungannya pun waktunya terbatas karena pembiayaan tersebut.
Saat ini pemerintah, berusaha keras membuka akses jalan yang terisolasi antar distrik sehingga jalan ke distrik tidak perlu dengan menggunakan helikopter namun mobil atau sepeda motor sudah dilewati.
Jadi ke depan, dala rangka kunjungan ke distrik-distrik tidak lagi menggunakan pesawat atau helikopter, tetapi kita bisa lewat jalan darat. Pekerjaan membuat jalan pintas pengerjaan jalan dan sudah tembus sampai di Kantor Distrik Tailarek ini sungguh luar biasa.
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, dalam hal ini Wakil Bupati Jayawijaya John R Banua, di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya akan terus berupaya membuka daerah isolasi wilayah-wilayah terpencil agar masyarakatnya juga dapat menikmati kemajuan pembangunan seperti wilayah lainnya di Provinsi Papua.
Saya tekankan pembukaan jalan penghubung Distrik Ibele dengan Distrik Tailarek sedang berlangsung, dan ditargetkan rampung akhir tahun 2017. Jalan sudah tembus, sekarang ada pengerasan japat, direncanakan akhir tahun ini sudah selesai.
“Masyarakat respon baik sekali karena mereka membutuhkan jalan ini dan mereka memberikan dukungan penuh,” katanya.
Selain pembangunan jalan, pemerintah Jayawijaya juga membangun fasilitas umum seperti kantor distrik dan pusat kesehatan masyarakat sehingga masyarakat sudah menikmati pelayanan pemerintah layaknya di daerah lain.
Jalan darat sudah bisa dilalui memudahkan masyarakat pergi ke kota berbelanja
Kepala Kampung Bikiam, Distrik Ibele, Namas Hilapok mengatakan sebelum ada jalan raya, masyarakat kesulitan bepergian ke kota atau sebaliknya sebab akses jalan belum bisa ditempuh dengan mobil atau sepeda motor, bahkan untuk berjalan kaki ke kota perjalanan bisa dua hari lebih.
Sejak jalan ini belum ada, kami masyarakat memikul bahan-bahan bangunan mencapai puluhan kilometer dan berjalan kaki. Bahkan dahulu, delapan kampung di sini rumah-rumahnya masih menggunakan alang-alang namun sekarang sudah mulai banyak yang menggunakan seng karena akses jalan untuk kendaraan sudah ada.
“Demikian juga dengan jembatan, dahulu di Ibele sini kami kesulitan untuk lewat, tetapi sudah dibangun jembatan. Dan kami masyarakat delapan kampung di Distrik Tailarek mengucapkan terimakasih,” ungkap Namas. (ZA)