BANTUAN SOSIAL BAGI MASYARAKAT DARI PEMERINTAH JOKO WIDODO-JUSUF KALLA.
untitled
KIROKAZE
Cookie Run:Kingdom Official!
Mike Driver

gracie abrams

titsay
Fieri Frames
Fai_Ryy

No title available

Love Begins
Today's Document

#extradirty
No title available
Cosimo Galluzzi

@theartofmadeline
d e v o n
Game of Thrones Daily
NASA
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr

pixel skylines
seen from Azerbaijan

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from France

seen from United Kingdom

seen from T1
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States

seen from Spain
seen from Poland

seen from United States
seen from Germany

seen from Indonesia
seen from Ecuador
seen from United States
seen from Sweden
seen from United States
seen from United Kingdom
@nusantarasatu-blog
BANTUAN SOSIAL BAGI MASYARAKAT DARI PEMERINTAH JOKO WIDODO-JUSUF KALLA.
Kita mendukungmu Presidenku untuk terus mengurangi angka pengangguran di Negeri tercinta.
Indonesia mendukung penuh kemerdekaan Palestina
Mimpi yang menjadi kenyataan untuk masyarakat Papua
Saya Indonesia
Saya Pancasila
Ini Presidenku, mana Presidenmu
“Indonesia untuk kemerdekaan Palestina dan Yerussalem sebagai ibukota abadi Palestina.. @KompasTV @cnni @liputan6dotcom #MerdekaPalestina #FromIndonesia
This Papua from Indonesia. If you want to know all about Papua..
Read this magazine
tausyiah oleh "Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf", dengan tema "5 Kriteria Mencari Guru"
Tokoh Pejuang Pepera Tegaskan Papua Bagian NKRI
Tokoh pejuang Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) 1969 Ramses Ohee bersama Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya, dan para tokoh adat di tujuh wilayah adat Papua menegaskan keberadaan Papua sebagai bagian dari NKRI adalah final. Dan, tidak ada perayaan 1 Desember sebagai Kemerdekaan Papua.
Ramses Ohee dalam sesi jumpa pers di Pendopo Adat Suku Sentani di Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (28/11/2017) siang mengatakan, Pepera 1969 adalah hasil kesepakatan dari tokoh-tokoh adat Papua saat itu.
“Ada sekitar seribu lebih tokoh adat Papua dari pantai, lembah, dan gunung turut dalam Pepera 69 itu, termasuk saya, dan kemudian hasil Pepera itu dibawa ke PBB selanjutnya disahkan, dan ini artinya final, kita sudah merdeka,” kata Ramses Ohee, Selasa (28/11/2017).
Oleh karena itu, dirinya meminta berbagai pihak yang ingin membalikkan sejarah tersebut untuk berhenti dan mengakui kedaulatan NKRI. “Hargai perjuangan orang-orang tua kita, mereka telah menanam benih dan berbuah kemerdekaan Republik Indonesia, jadi jangan diutak-atik lagi,” tegasnya.
Dirinya pun menegaskan bahwa 1 Desember bukan Hari Papua Merdeka. “1 Desember tidak ada apa-apa, malah menjadi hari integrasi bagi Papua bergabung ke Indonesia, bukan terus dijadikan sebagai Hari Kemerdekaan Papua,” ucapnya.
Lenis Kogoya dalam kesempatan yang sama mempertanyaan gejolak keamanan jelang 1 Desember di Papua. Menurutnya, ada pihak-pihak yang sengaja membuat isu tersebut mencuat ke publik.
“Saat ini mulai muncul gejolak, dan kita tanya sebagai tokoh adat Papua, apakah hanya musiman, atau karena ideologi, atau buat-buatan, pertanyaan siapa yang membuat itu?”
Menurutnya, Presiden telah mengenjot pembangunan di Papua, termasuk Otsus yang digelontorkan ke Papua. “Saya bersama Bapak Jokowi sampai masuk-masuk ke wilayah pedalaman Papua, termasuk ke basis (KKB, red) di Nduga dan Puncak Jaya, itu kita lakukan untuk pemerataan kesejahteraan pendidikan juga kesehatan,” ucapnya.
Sesi jumpa pers ditutup dengan pernyataan sikap yang dibacakan oleh Martinus Marware, ketua Dewan Adat Kabupaten Jayapura, di antaranya menolak dengan tegas tanggal 1 Desember sebagai Hari Kemerdekaan Bangsa Papua atau hari TPN-OPM dan mendeklarasikan bahwa tanggal 1 Mei 1963 sebagai ‘Hari Kembalinya Irian Barat’ ke pangkuan ibu pertiwi NKRI dan hendaklah tanggal tersebut diberlakukan sebagai hari libur untuk seluruh Papua.