Dilarang Diam
Selamat Malam, Selamat Malam!
Akhirnya tumblr ini akan difungsikan sebagai semua behind the scene kegiatan yang ada di dunia nyata. Dulu-dulu banyak tulisan yang serius dan sekarang sadar terlalu serius dalam hidup bakal membuat makna dari hidup itu sendiri hilang dan berkurang. yeah!
Dan sabtu-minggu ini banyak kegiatan yang dilewati.
“Cinta itu bukan hanya tentang bagaimana menumbuhkannya, tetapi juga tentang bagaimana memeliharanya”
Sabtu ini diawali dengan melakukan transfer knowledge ke Badan Pengurus MTI 2016/2017 dari Badan Pengurus 2015/2016. Menjalani kepengurusan bukan hanya tentang menjalankan saat menjabat saja, tetapi bagaimana semua kegelisahan itu sampai ke generasi selanjutnya. Cuma yaa jangan sampai apa yang digelisahkan dalam satu kepengurusan digelisahkan kembali dikepengurusan selanjutnya.
Salut buat Badan Pengurus 2015/2016 yang bisa tetap menjaga apa yang selama ini dicoba untuk dilaksanakan. Semoga Tugas Akhirnya lancar, perencanaan masa depannya sesuai dengan harapan dan sampai di puncak kesuksesan bersama!
Jangan diam dalam gelisah
Sebenernya sebelum duduk kultural dengan BP baru, ada proses verifikasi internal buat kelanjutan pencalonan MWA Wakil Mahasiswa. Dari pencalonan ini ada hikmah yang bisa diambil sih, banyak tulisan yang dirilis. Total sampai sekarang ada tiga tulisan yang salah satunya 15 halaman berisi draft konten dari apa yang bakal dibawa buat MWA Wakil Mahasiswa taun ini. Contoh tulisannya bisa dilihat di home line @aryazamal
Dari tulisan-tulisan yang dibuat (termasuk tulisan ini) jadi ada hal yang dipelajari lagi bahwa jangan sampai konsep yang keluar dari niat untuk mempernagiki sistem dimana pun tidak didokumentasikan! Setelah banyak nulis dan di share via line (alhamdulillah banyak yang share juga) minimal orang lain baca dan bisa jadi ada ikut memikirkan terhadap hal yang sedang dipikirkan tersebut. Dalam konteks proses pencalonan MWA Wakil Mahasiswa, ternyata setelah membuat tulisan ada beberapa orang yang chat secara personal dan meminta penjelasan lebih lanjut tentang kegelisahan yang dibawa. Ada juga yang secara eksplisit langsung diskusi bahwa dia memiliki kegelisahan yang sama tetapi bingung mau disalurkan kemana. Akhirnya diajak jadi tim sukses deh, Nah!
Jadi, jangan diam dalam gelisah ya! Minimal bicarakan dengan orang lain, kalo ada effort ya nulis, kalo ada tenaga dan waktu luang ya berbuat lah!
Program Partner Desa dimulai!
Hal yang paling menyenangkan Minggu ini adalah berprogresnya Program Partner Desa yang dirancang dari Bulan Februari ini, Jadi, saya dan beberapa rekan Mahasiswa ITB asal Tasikmalaya sekarang sedang menginisiasi Program Partner Desa yang bertujuan untuk mengoptimalisasi potensi Desa yang ada di Kabupaten Tasikmalaya.
Awal ide ini muncul dari diskusi bareng anak-anak plano. Mereka ada mata kuliah studio wilayah yang salah satu metode perkuliahannya itu terjun langsung survey ke kabupaten dan kebetulan kabupaten yang di survey pada saat itu Kabupaten Tasikmalaya.
Ironi sih waktu diceritain sama anak-anak plano tentang kondisi Kabupaten Tasikmalaya. Secara garis besar Kabupaten Tasikmalaya ini termasuk kabupaten dengan potensi Sumber Daya Alam terutama pertanian yang masuk tiga besar di Jawa Barat, tetapi masuk juga katagori lima kabupaten dengan tingkat kesejahteraan terendah di Jawa Barat.
Dari fakta tersebut dan banyaknya waktu luang sebagai mahasiswa tingkat akhir, diinisiasi lah program Partner Desa ini. Cari-cari partner ternyata dapet dan sangat bersemangat ditambah DIKITI lagi ada Program Hibah Bina Desa juga (cek di phbd.dikti.go.id). Jadi....seminggu sekali pulang ke Tasikmalaya buat bikin kemitraan dengan Desa dan Alhamdulillah tahap pertama buat identifikasi masalah dan perencanaan program sudah mulai rampung
Mungkin tulisan setelah ini bakal bahas bagaimana proses community development yang sedang dijalani, bagaimana permasalahan umum di desa, bagaimana metode deliver idea ke masyarakat serta permasalahan yang dihadapi dan bagaimana menanggalkan status mahasiswa setelah ada di masyarakat.
Ternyata banyak hal yang tidak bisa kita dapat dengan hanya duduk dibelakang bangku kuliah
Dan dari diskusi yang dilakukan diluar lingkaran kampus, ternyata banyak kebijaksanaan yang menyadarkan kalau kita “hanya beruntung” bisa belajar di perguruan tinggi













