Seperti mentari yang menampakkan sinarnya, kerap kali terbangun dengan sebuah harapan baru. Bersamanya mengurai banyak mimpi-mimpi yang masih terpenjara dengan hitungan waktu dengan hitungan ikhtiar.
Lekas berlari mengejar angan yang semakin lama semakin jauh bertebrangan, sempat kita pilu dan ingin rasa menoleh kearah belakang. Tapi banyak lirih kata dan pinta dalam sanubari untuk sebuah pertanyaan yang telah lama masih saja dengan jawaban yang sama. Perihal kepergian semuanya akan ada massanya hanya saja kita belum sempat untuk angkat bicara. Sajak lama yang membombardir diri dalam perenungan yang panjang. Beribu bait cerita telah kita lewati dengan baik jangan sampai sekarang kembali ke massa dimana kita sama-sama saling terpenjara.
Dan, sudah dikatakan kita sudah berlari kencang dengan kekuatan yang maksimal dengan pemikiran yang jauh dari kata radikal. Kita semua sudah terbang dengan dimensi kumparan waktu. Bahkan telah menjulang menghadang badai, prahara kebisingan yang sekian abad menghantui setiap kata yang masuk kepada telinga.
Lantas, apakah masih saja harus berbalik arah? perihal seputar kegagalan? bukankah kita diciptakan untuk bangkit! bukankah kita diciptakan untuk merakit serpihan-serpihan yang lalu-lalang hilir-mudik dengan tamparan-tamparan yang membuat kita tumbuh mendewasa? Tumbuh menjadi manusia yang lebih memahami peran, lebih memahami kemanfaatan. Lalu apakah kita akan kembali bertemu dengan sebuah kata yang sungguh tidak ingin kita mendengarnya lagi. MENYERAH!!
Dan, dalam hitungan waktu yang telah menembus batas sebuah keberdirian dalam nuansa cinta yang besar. Tetaplah kepada keyakinan, tetaplah tumbuh dalam nuansa-nuansa kebaikan, dalam ilmu-ilmu yang selalu mengantarkan untuk maju, dalam setiap senyum yang menggambarkan penghayatan cinta yang besar kepada Sang Khalik.
Sang Khalik, adalah teman paling setia yang membersamai selama ini. Tak ada yang lebih dari segala-galanya sebagai tempat untuk meminta, yang harus kita bagi untuk bercerita, yang harus dipercayai dengan sepenuh hati. Segala kekuasaan ada dalam genggamanNya. Sebuah keberuntungan bisa selalu dekat, bisa selalu meminta kapanpun, bisa selalu bercerita dalam kondisi bagaimanapun. Segala yang terjadi adalah atas kehendakNya, Kita tidak bisa menolak segala sesuatu yang datang, baik dan buruk dalam penglihatan dengan mata yang nyata dan fakta yang telah ada untuk takaran manusia namun belum tentu menurut kaca mata Sang Khalik.
Dan, kepercayaan itu yang harus membuat kita semakin kuat berdiri semakin berbisik lebih keras lagi, semakin meminta lebih banyak lagi. Sang Khalik selalu percaya atas semua kiriman ujianNya baik dalam dekapan panas atau dingin semua adalah bukti kasih sayangNya. MencintaiNya tanpa batas, seperti Engkau yang selalu mencintai hamba-hambaNya tanpa memandang naratif dan deskriptif. Banyak sekali ruang-ruang kotor yang penuh dan berserakan dengan khilaf tetapi Engkau selalu mendekap dengan kekuatan untuk tetap berdiri dideretan terdepan. Sang Khalik menguji dengan pelajaran-pelajarannya yang unik sebagai sebuah periode bahwa kita adalah orang yang bisa dipercaya untuk melewatinya dengan baik dan penuh dengan kesabaran.
Baikan hati kita, koreksi kembali hati kita barangkali masih saja kita belum bisa berdiri dan berlari dengan kepercayaan yang Sang Khalik berikan. Kita punya dimensi yang berbeda tebarkanlah dengan rangkuman pelajaran yang terbaik menurut versi kita. Selamat menjadi orang baik yang bermanfaat dan rendah hari dengan ilmu-ilmu dan nuansa penuh kekuasan Sang Khalik. Kita adalah insan yang tidak akan patah arang dengan runtutan ujian didepan dan dibelakang. Kita adalah jiwa-jiwa kobaran semangat yang penuh dengan norma-norma yang beradab paham akan kebradaan peran-peran sejati menuntut imajinasi yang hakiki.