Distributed Jornalism Menurut Paul Bradsaw
Distributed Journalism menurut Paul Bradsaw terbagi menjadi tiga bagian yaitu:
Jurnalisme terdistribusi, biasanya menggunakan berbagai peralatan teknologi untuk mengelolah data. Jurnalisme terdistribusi erat kaitannya dengan melepaskan satu aset untuk membangun aset lain.
Kontributor yang dipantau dengan alat, biasanya melibatkan otak atau orang yang memiliki ilmu pengetahuan, kemudian suara yang memungkinkan siapa saja untuk mempublikasi pendapat mereka, lalu telinga untuk seseorang di suatu tempat tahu apa yang sedang terjadi, dan yang terakhir silent population atau orang orang yang tidak memiliki akses internet.
Kontributor yang difasilitasi sistem, yang pertama ialah jurnalis yang tidak disengaja ini adalah orang orang yang berada pada sebuah peristiwa dan mengabadikan peristiwa tersebut melaui ponsel atau dengan mata mereka dan menjadikan peristiwa tersebut sebagai berita. Kedua ialah penabahan nilai ini merupakan fakta menarik yang menggunakan tata bahasa yang baik seperti komentar, penandaan dan bookmark yang disambut dengan umpan balik. Ketiga ialah teknisi, teknisi berfungsi memetakan atau mendistribusi jalannya sebuah berita, teknisi dapat memberi dan menambahkan kesan kreatifitas pada suatu berita atau konten. Dan yang terakhir ialah kerumunan, atau crowdsourcing yang menawarkan banyak pilihan yang tidak dapat ditawarkan oleh jurnalistik tradisional dengan menjadikan pengguna sebagai bagian dari elemen pengumpulan berita, kerumunan memanfaatkan keragaman.
Sumber: Bradsaw, Paul. (2007). Distributed Journalism. https://onlinejournalismblog.com/2007/10/02/a-model-for-the-21st-century-newsroom-pt2-distributed-journalism/. Diakses pada (14/11/2021)










