Karya Jurnalistik News Feature Yang Berjudul "Penghapusan BBM Dan Kekecewaan Fatur Seorang Ojek Online"
Di Jakarta transportasi adalah hal yang sering kali dijumpai, Kota yang dikenal dengan kemacetan dan udaranya yang sudah tidak terjaga ini, menjadikan Jakarta dengan polusi tertinggi ke empat di Indonesia. Maraknya pencemaran udara membuat Pemerintah berinisiasi untuk menghapuskan Bahan Bakar bersupsidi yang dinilai tidak ramah lingkungan. Tentu hal tersebut mengundang pro dan kontra dari masyarakat, khususnya para pengendara, yang hidupnya sehari hari di jalanan. Menanggapi isu penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersupsidi jenis Premium dan Pertalite, Fatur Rahman pria dewasa usia 25 tahun, yang setahun kebelakang telah berprofesi sebagai ojek online ini merasa sangat keberatan.
âYa pendapat saya terkait penghapusan BBM pertalet ini, yakalo dari saya pribadi kurang setuju ya, karena impactnya bakal kesegala aspek pertama itu sembako dan banyak yang lain lain juga. Udah gitu secara keseluruhan penghasilan saya kan dari ojek online ya, buat bayar kuliah dan ditabung juga. Jadi saya kurang setuju karena bakal berpengaruh banget kepenghasilan saya nanti utuk kedepannya.â Ujar Fatur saat ditemui di kediamannya di Jalan Dermaga Baru Jakarta Timur.
Fatur Rahman adalah anak kedua dari pasangan Ibu Yensi dan Bapak Farhad, ia memiliki kakak yang bernama Fahri Mawaridi dan adik perempuan bernama Putri Nabila. Besar dengan keluarga yang bisa dibilang sangat terbatas mengajarka ia untuk hidup prihatin dan rendah hati. Perpisahan kedua orang tua diumurnya yang masih belia membuat Fatur tumbuh menjadi anak yang lebih dewasa dari pada teman sebayanya. Orang tuanya berpisah saat ia masih berada di bangku Sekolah Dasar. Sedari itu ia bertekat untuk menjadi anak yang mandiri, dan tidak menyusahkan orang disekitarnya. Terbukti dengan ia tetap memedulikan pendidikan ditengah keterbatasan yang ia miliki. Fatur sekarang mengecap pedidikan di Universitas Tama Jagakarsa dengan uang yang ia hasilkan sendiri melalui ojek online.
Sebelum berprofesi sebagai ojek online ia dulu sempat berkerja di CallMitra sebagai customer service, namun karena adanya pandemi pekerjaan ini tidak bisa lagi ia lanjutkan. Perusahaan yang memberikannya banyak pengalaman mengurangi jumlah pegawai secara drastis karena dampak dari pandemi covid yang dirasakan oleh banyak pihak. Fatur pun di PHK dan mengharuskan ia mencari penghasilan lain untuk menyambung kehidupan dan pendidikannya.
Ditengah tengah kesulitan dan keterbatasan yang ia miliki Fatur terus berupaya untuk mencari penghasilan baru, menjadi joki tugas teman temannya pun kerap ia lakukan. Sampai suatu hari terbesit lah keinginan untuk mendaftarkan diri menjadi Ojek Online. Proses demi proses ia lalui untuk mendaftarkan diri dan bergabung, selang beberapa waktu, diterima lah ia menjadi driver antar makanan, hatinya sangat senang bukan kepalang. Mengingat pandemi yang sedang menempa banyak orang, dan iya masih diberikan kesempatan untuk memiliki pekerjaan. âYa saya si termaksud yang beruntung lah punya penghasilan di saat pandemi seperti iniâ ungkapnya sembari menganggukan kepala, memberi tahukan seberapa bersyukur ia. Motivasinya untuk terus memiliki penghasilan adalah Pendidikan yang sekarang ia tempuh, untuk membiayai perkuliahannya melalui hasil dari Ojek Online ini.
Tentu isu penghapuan BBM Premium dan Pertalite ini cukup membuat resah Fatur dan para Ojek Online, yang hidupnya sehari hari di jalanan, dengan penghasilan yang tidak menentu. âYa kalo untuk penghasilan saya sehari tuh bisa kisaran 170.000, karena itu udah saya targetin perhari tuh saya musti narik 12 trip, sebagian nya saya tabung untuk biaya kuliah dan sebagiannya lagi untuk pengeluaran saya sehari hari.â Ujarnya saat ditanyakan soal pengahsilan.
âKalo beneran diahapus Pertalite si itu impactnya kesaya lumayan besar ya mba, terutama dari segi waktu saya perhari target narik 12 trip, kalo beneran Pertalite di apus pasti bakal lebih lagi tripnya, saya sih berharap jangan di hapusâ kekhawatiran terlihat jelas diraut wajahnya saat menjawab, mungkin banyak hal yang ia takutkan apa bila penghapusan BBM bersupsidi benar terjadi di 2022 nanti.
Namun dengan banyak keterbatasan yang ia rasakan Fatur tidak sekalipun terpikirkan untuk menyerah akan apa yang sedang ia hadapi, karena ia yakin untuk mencapai sesuatu yang lebih tinggi seseorang harus mengorbankan banyak hal, waktu dan tenaga misalnya. âYaaa kalo dibilang cape sih pasti pernah ya mba yaa, apalagi ketemu sama matahari terus, apalagi sekarang musim ujan. Cape si pasti lah cuman kan saya laki, masa iya cuma gara gara itu aja saya nyerah, musti di lawan. Saya si gaakan nyerah ya mba yak karena pasti bakal ada hasilnya buat kedepannya pasti ada something yang saya dapet dari usaha saya saat iniâ begitu ungkapnya dengan dada yakin.
Sebagai penutup Fatur meberikan pesan kepada pemerintah terkait isu penghapusan BBM dan masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan. âPertama untuk pemerintah, kalo memang pengen dihapus mesti cari alternatif lain gitu, kesian kan buat yang kerjanya dijalanan gitu terutama penghasilannya didapetin dari jalanan itu bakal ngaruh banget. Coba tolong di cari alternatifnya agar kita tidak merasa dirugikan ketika Pertalite mau di hapus. Nah untuk temen temen jangan berkecil hati kalo memang belum ada penghasilan mungkin belum saatnya atau mungkin ad acara lain biat temen teemn dapat penghasilan, intinya tetep semangat dan do the best, bersyukur dan banyak banyak berterimakasih.â Ungkapnya tegas seraya menyemangati.(PN)