Catatan 10 Mei 2017
Mari kita lihat. Hari ini 10 Mei 2017.
Hati kita yang mengeras atau apa? Katanya mau jadi orang yang peduli sekitar?
Kok malah kenapa ga suka dengan kerumunan Ibu Ibu Dweya yang berada di bis yang berdesakan? Kenapa ga suka keringet Ibu Ibu yang baru pulang dari pasar? Kenapa ga suka aroma Ibu Ibu dan anak anak yang kurang beruntung yang sedang mengantri makan makrunah ‘barokah’ di Masjid Sayyidah ‘Aisyah? Kenapa ketika lewat depan sa-ilin di depan asrama Bu’uts merasa jijik?
Dan aku sadar~
Dari banyaknya para Ibu di bis (yang kita sering lupa orang tua kita) dengan mereka kita sadar bahwa aroma keringat itu adalah usaha mereka untuk hidup secara baik; agar kuat mengejar akhirat.
Jika kalau memang ga suka atau merasa risih, setidaknya jangan tampakkan bahwa kita ga suka; karena ‘itu’ juga bukan inginnya mereka.
Juga nyatanya para Sa-ilin yang di depan asrama kan yang suka ngusirin anjing pas kita takut untuk lewat karena anjing seliweran di situ.
oh iya sayang. Tolonglah sayang, jangan tutup hidung di hadapan mereka. Janga lirik dengan yang seolah risih dengan mereka.
Kasih senyuman, lalu dido’akan. Dengan begitu kita sudah belajar dasar dari lapang hati.
Berlapang hatilah ❤
Karena masalah itu ga muat kalau ditaro di hati yang sebesar botol sprite



















