Ternyata masih bisa dibuka :"D Alhamdulillah
Meskipun hampir lupa caranya.
Akun ini pakai email lama yang udah ngga pernah lagi dibukaa

titsay
Monterey Bay Aquarium

No title available
🪼

Kiana Khansmith
No title available

ellievsbear
Mike Driver
DEAR READER

Origami Around
NASA
I'd rather be in outer space 🛸

Discoholic 🪩
Acquired Stardust
tumblr dot com

pixel skylines
art blog(derogatory)
d e v o n

tannertan36

blake kathryn

seen from Brazil
seen from United States

seen from United States

seen from Canada

seen from Singapore

seen from Malaysia

seen from Singapore
seen from United States
seen from Germany
seen from Iraq
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@riinisme
Ternyata masih bisa dibuka :"D Alhamdulillah
Meskipun hampir lupa caranya.
Akun ini pakai email lama yang udah ngga pernah lagi dibukaa
I'm so grateful to have been there with my hubby. I wanna come back there again, soon, with my parents and hubby . Please Allah, grant my du'a
Maha Besar Allah yang telah memperjalankan kami sebagai hambaNya, merasakan atmosfer di dua kota suci tempat Rasulullah dan para sahabat pernah tinggal. Sungguh kami bukan orang yg suci dari dosa, tapi sangat besar harapanku agar dosa dosa itu luntur sedikit demi sedikit seiring jumlah kilometer yang kami tempuh. Pertama kalinya merasakan safar sejauh kurang lebih 10 jam hanya di dalam pesawat, sekali jalan.
Sesampainya disana, engga ada perasaan lain selain takjub, senang, dan bahagia. Semoga teman-teman semuanya juga Allah kasih kesempatan untuk menginjakkan kaki disana, lagi dan lagi jika sudah pernah.
Ohiya semenjak dari sana, jadi punya cita-cita semoga Allah berangkatkan kami (aku&suami) untuk menunaikan ibadah haji furoda di usia muda dalam kondisi sehat dan prima.
-Mekkah 2024
Tuhan, terserah pada Mu
Aku ikut mau Mu Tuhan
Ku catat semua ceritaku
Dalam harianku
...
Seneng banget rasanya, ketika berhasil menyelisihi hawa nafsu. Ketika rasanya lagi pengen banget makan diluar, tapi pas liat ricecooker ternyata nasinya masi banyak, hmmm. Di kulkas juga masih ada bahan yang belum dimasak :") Kitorang jarang ada di rumah. Jadi, kalo yang ada sekarang ini ngga segera dimakan, besok bisa basi sia sia.
Mubazir.
Mubazir temennya syaitans.
Malu kalo sering ngasih tau ke anak murid tentang mubazir, eh tapi kita sendiri berperilaku mubazir.
Akhirnya ngga jadi deh makan diluar :")
Gapapa
Besok hari sabtu kan masih bisa makan diluar sekalian jalan :"D
Sedang meraba dan menerka takdir seperti apa yang akan Allah berikan untukku. Mengumpulkan setiap keping puzzle yang kutemukan satu persatu. Mencocokkan apakah yang ini sesuai dan terhubung atau tidak. Mungkin terhubung, mungkin juga tidak sama sekali. Seperti Allah ingin aku membaca sesuatu yang tidak bisa ku tangkap dengan indera. Mungkin saja ku diminta tuk mempersiapkan diri. Atau mungkin juga... Allah meminta ku tuk memilih. Membuatku tidak bisa bersandar kepada satupun makhluk di dunia ini, selain hanya padaNya. Bahkan sekedar meminta saran dan nasihat sebagai petunjuk. Allah Maha Bisa memposisikan hambaNya, mau dibuat dan ditempatkan seperti apa. Bukankah yang terbaik adalah yang dekat dan bersimpuh pada Nya? dan aku semakin malu mengapa harus seperti ini caranya. Mengapa harus diuji dengan sesuatu yang berat baru ku tersadar, betapa Maha Besarnya Engkau. Lalu ku bertanya tanya kembali, memohon petunjuk, bagian manakah yang harus ku perbaiki? Dosa yang mana sehingga ku dipertemukan dengan persoalan sepelik ini. Bukankah katanya, setiap apa yang menimpa diri kita adalah disebabkan karena dosa? Laa haula wa laa quwwata illa billaah, ampuni aku Ya Rabb
Tinggal sekarang gimana caranya aja supaya bisa jadi bubur ayam spesial..
Ujian
Baru seumur jagung, tapi ujian rasanya udah seberat ini. Jadi curiga, didepan nanti ada ujian berat apa lagi ya (?). Kan katanya, semakin bertambah usia, maka akan semakin kencang juga ujiannya, sebagaimana semakin tinggi pohon kelapa, maka akan semakin kencang angin yang menghembus. Ibaratanya, diri ini sedang dipersiapkan, diperkuat terlebih dahulu untuk mampu melewati ujian selanjutnya :"
Aih, jangan suudzon sama Allah :"
Tahan, tahan diri supaya engga mengeluh. Hari ini kita diberi ujian yang amat berat, boleh jadi hari esok kita dapat nikmat yang luar biasa manisnya, buah dari kesabaran menghadapi ujian itu :")
Kapan? Dimana?
Di syurga nanti, tempat dimana tiada ujian lagi, semuanya niqmat :") tanpa ada menunggu...karena menunggu adalah bukan niqmat, sebab menunggu itu tida enaq :"(
Kenapa di syurga? Kenapa engga di dunia saja Allah limpahkan semua nikmat itu?
Bukannya dunia itu tempatnya ujian? Bagi seorang muslim, dunia di ibaratkan seperti penjara, tidak ada yang nyaman. Toh kalaupun nemu kenyamanan, sifatnya hanya sementara. Sandarkan harapan kebahagian itu hanya pada yang Maha Kekal, yaitu Allah subahanahu wa ta'ala, pemilik tempat tanpa ujian yang abadi, yaitu syurga :)
Senyum ya! Senyum membuat hati terasa lebih lega.
Ibu Kamu atau Ibu Kita
Bagian sebagian orang, bahkan mungkin kebanyakan. Ketika mencari pasangan, salah satu syarat yang selalu masuk daftar prioritas adalah seberapa menerima ia akan keluarga kita. Keluarga yang sudah sepuh, keluarga yang tidak mengenyam pendidikan formal, keluarga yang penuh akan luka pengasuhan, hingga keluarga yang bisa dibilang Generasi Sandwich. Berapa banyak yang akhirnya harus 'meninggalkan' keluarganya dan memilih pasangannya karena syarat ini tidak terkomunikasikan di awal.
Lantas, memang seperti apa ia yang menerima keluarga kita? Ia yang tau bagaimana cara memperlakukan orang tua kita sebagaimana ia memperlakukan orang tuanya. Tentunya kita melihat seberapa baik ia memperlakukan orang tuanya. Kalau tidak? kita akan menemukan fake goodness di masa akang mendatang.
Btw, konsep Ibu Kamu atau Ibu Kita bisa menjadi sebuah pertanyaan sederhana yang bisa menjadi diskusi awal untuk melihat bagaimana ia melihat orang tua kita (yang mungkin tidak sesuai dengan bayangan sosok mertua ideal yang diharapakannya).
Ngomongin ini, saya selalu teringat dengan empat hal ini:
Hubungan Aku-Kamu Hubungan Aku-Keluargamu Hubungan Kamu-Keluargaku Hubungan Keluargaku-Keluargamu
Point 1, 2, 3 adalah hal yang bisa kita usahakan. Tapi point 3, tergantung pasangan kita. Mungkin inilah alasan mengapa orang-orang selalu memasang kriteria ini. Bahkan sebagian dari mereka lebih memilih untuk merawat orang tuanya terlebih dahulu kebanding menikah. Ko gitu? Karena mereka takut, pasangannya punya mindset Ibu Kamu, bukan Ibu Kita.
Hingga akhirnya, hal yang harus kita terima adalah tidak semua terlahir dalam kondisi dengan perekonomian cukup dan berpendidikan. Tentu kita tidak bisa memilih itu. Tapi kita selalu bisa memilih melahirkan keluarga seperti apa ke depannya. Terakhir, kalau kita terlahir sebagai generasi sandwich. Tidak apa apa. Mungkin ini adalah kesempatan kita untuk berbakti lebih di masa-masa akhirnya. Semoga kita dan pasangan kita sudah mulai paham terkait konsep ini. Merci beaucoup and thanks for having a beautiful mind
Mungkin hanya belum pernah, atau belum terbiasa merasakan nikmatnya saja...
Ketika curhat lalu kemudian teman menyarankan tuk menyibukan diri dengan istighfar dan menghafal qur'an saja ...
Dalam hati, ia kan ndak tahu apa yang kita rasakan, kemudian solusinya apa, lalu harus bagaimana... apakah selesai dengan itu, apakah bisa kita dapatkan apa yg kita inginkan dengan itu...
...
Mungkin hanya belum terbiasa merasakan nikmatnya saja :"
Syawal Akad
Bulan Syawal merupakan bulan anjuran untuk menikah, seperti apa yang diceritakan Aisyah Radiyallahu ‘anhaa:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan syawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (Perawi) berkata, “Aisyah Radiyallahu ‘anhaa dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal” (HR. Muslim).
Lalu, bagaimana cara agar menemukan jodoh di bulan fitri nanti?
Berikut penjelasan Ust. Yosi Al-Muzanni dalam kajian beliau di Masjid Nuruzzaman UNAIR (05/05/2019)
Bersyukur walau sendiri
Bahagia kita bukan terletak saat sudah menikah, bahagia yang kita miliki tidak bersyarat seperti “Kalau nanti aku sudah nikah pasti lebih bahagia deh, lebih seneng kalau ini itu blablabla.” karena menikah bukan sekedar mencari bahagia, bukan mau atau tidak mau tapi untuk membahagiakan Rasulullah SAW karena menjalankan sunnahnya.
Tidak lupa untuk damaikan hati terlebih dahulu bahwa semua itu milik Allah, dari Allah, untuk Allah dan semua kembali kepada Allah.
Fokus sama yang punya jodoh, Allah
Fokuslah ke prosesnya bukan fokus kepada hasilnya. Misalnya salah satu proses menjemput jodoh yaitu dengan cara mengikuti kajian pranikah. Jikalau kita fokus kepada hasil maka di benak kita akan menyalahkan Allah, menuntut Allah, tidak pasrah kepada-Nya.
“Ya Allah, saya loh sudah ikut kajian pranikah 10 kali kok belum juga dapat jodoh, lah dia baru sekali aja udah mau akad aja.”
Jangan, jangan begitu. Fokuslah kepada prosesnya. Jika ada masalah dalam prosesnya maka saatnya kembali kepada Allah.
Beliau juga berbagi tips praktikal antara lain:
Do’akan 15 orang yang benar-benar ingin menikah
List teman-teman kita yang sudah sangat ingin menikah tapi tak kunjung mendapatkan jodohnya. 5 dari 15 orang yang kita do’akan termasuk mantan pacar/ mantan gebetan/ mantan taaruf agar mereka menikah lebih dulu. Pun dengan begitu kita lebih bisa move on. Rasulullah SAW saja sempat tidak bisa move on, maka turun wahyu untuk menikahi Saudah. Maka kunci move on adalah keputusan. Do’akan semoga dia bahagia dengan siapapun.
Do’akan teman-teman kita agar menikah tahun ini. Jika perlu dibuat khusus, misalnya 2 hari ini mendo’akan Si A, 2 hari berikutnya mendo’akan Si B, dst.
Tanyakan kepada teman-teman yang sudah menikah tentang pahit dan manisnya menikah
List 10 nama teman-teman kita yang sudah menikah. Terlebih, tanyakan suka duka menikah itu kepada adek tingkat, adek kandung, adek sepupu, atau mereka yang lebih muda daripada kita. Saatnya men-zero-kan diri dengan menanyakan hikmah pernikahan kepada mereka yang lebih muda daripada kita.
Selain itu, Ust. Marzuki Imron juga menambahkan cara praktikal untuk mempercepat datangnya jodoh, yaitu dengan memperbanyak sedekah.
Ust. Marzuki Imron juga menyampaikan bahwa mencintai seseorang itu bisa naik turun. Maka tips untuk menjaga agar mencintai pasangan tidak naik turun saat menikah nanti dengan 3M:
1. Menerima
Menerima kekurangan pasangan, karena sebelumnya kita menikah dengan bayangan ideal yang kita bangun sendiri. Maka, setelah menikah terimalah kekurangan yang ada dalam diri pasangan.
2. Mudah memaklumi/ memaafkan
Biasanya dua orang yang menikah berasal dari latar belakang yang berbeda. Misalnya saja si suami berasal dari keluraga militer yang apapun dilakukan harus cepat, tanggap. Sedangkan si istri berasal dari Solo yang apapun dilakukan lebih kalem. Maka perbedaan yang ada itu maklumi saja, maafkan.
3. Mensyukuri
Mensyukuri apa yang ada dari pasangan kita. Tak perlu menuntut hal-hal yang bersifat duniawi. Jika menginginkan hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah diperbolehkan. Contohnya, nih..
“Mas, tetangga sebelah loh biasanya kalau maghrib sholat jama’ah ke masjid. Masa kita engga.”
“Mas, ga sholat Jum’at ta? Sini aku pakein rok.”
Tak lupa kedua ustadz berpesan bahwa Ramadan kali ini jangan hanya fokus mengejar jodoh yang lebih penting lagi adalah saatnya mengejar Allah, mendekat kepada Allah di bulan yang suci ini.
Kajian Pranikah KLIK (Klinik Nikah) Surabaya | Tulisan Ramadan #1
Assalaamu'alaykum :D
Ayoo semangatttt :"D
2019 belum berakhir
Memang betul, hanya diri sendiri yang mengetahui apa arti senyum yang ditampilkan.
Senyum dan tawa tida melulu tentang kebahagiaan. Begitupun tangis, tidak melulu tentang kesedihan. Ini bukan joker joker yang memiliki kelainan mental. Tapi kupikir ini masih manusiawi, bahwa kita mau tetap terlihat baik baik saja di depan orang lain. Asal masih bisa dikontrol. Kan tida setiap sedih kita tuangkan pada semua orang. Begitu juga bentuk emosi lainnya. Kita tida mau, sedihnya kita mengundang simpati yg berlebih, tida mau kalau kalau pandangan orang pada diri kita berubah jadi kasihan. Iya kalau yang lain bersimpati, kalau justru malah senang dengan sedihnya kita (?) Atau dengki dengan bahagia nya kita (?) meski tida melulu, nyatanya yang seperti itu ada, pernah ku saksikan.
Maka betul, ceritakan secara detail sedih dan bahagianya kita pada satu yang Maha Penjaga sahaja~
Pada teman dekat juga bole, bilang ke dia supaya jangan bilang siapa siapa. Tapi jangan banyak banyak teman dekatnya, nanti jadi banyak yg tau.
Suatu Hari Nanti
Suatu hari akan ada seseorang yang cukup baik budinya untuk membuat tertarik. Cukup luas hatinya untuk tempatmu tinggal. Cukup bijaksana pikirannya untuk kamu ajak bicara. Kamu tidak perlu menjadi orang lain untuk mempertahankan seseorang, tetap jadilah diri sendiri. Kamu pun tidak (dan jangan) menuntut orang lain menerima keadaanmu bila ia memang tidak mampu menerimanya. Karena yang baik belum tentu tepat. Orang baik itu banyak sekali dan hanya ada satu yang tepat. Selebihnya hanyalah ujian. Kamu tidak pernah tahu siapa yang tepat sampai datang hari akad. Tetaplah jaga diri selayaknya menjaga orang yang paling berharga untukmu. Karena kamu sangat berharga untuk seseorang yang sangat berharga buatmu nantinya. Suatu hari akan ada orang yang cukup baik dan cukup luas hatinya untuk kamu tinggali. Cukup kuat kakinya untuk kamu ajak jalan bersama. Lebih dari itu, ia mampu menerimamu yang juga serba cukup.
Bandung, 9 Oktober 2014 | ©kurniawangunadi
Hujan dan rindu
Apalah arti sebuah rindu jika tida ada yang dirindukan
Sehat dan sakit datangnya dari Allaah, minum susu murni hanyalah ikhtiar. Dan segala bentuk suplemen yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh kita adalah ikhtiar supaya kita tak mudah sakit.
Mungkin begitu juga dengan konsep rezeki lainnya. Misalnya, seaindainya Allaah takdirkan kita mendapat uang 500 ribu dalam sehari, maka bagaimanapun kita pasti akan mendapatkannya. Tinggal gimana cara kita mendapatkannya bukan, dengan cara yang baik ataukah buruk.
Mungkin kita pernah melihat pedagang kecil di sekitaran rumah kita, yang sejak dulu hingga sekarang berjualan dengan gerobak dan jajanan yang sama, namun hanya harga nya saja yang sedikit naik. Lalu hati kecil kita bertanya tanya...apakah cukup penghasilannya untuk menghidupi keluarganya di zaman yang serba mahal ini ? Sebab dari dulu sampai sekarang jualannya tida berubah, zaman berubah ._.
Duhai, ada Allaah yang mencukupkan dan menjamin rezeki makhluknya dari ia lahir sampai nanti Allaah panggil kembali :") mengapa risau memikirkan cukup atau tidak, penjual yang tadi itu kan ikhtiar maksimal. Rasanya tida pantas kita membanding bandingkan pekerjaan kita, orang lain, dan pedagang kecil apakah cukup atau tida. Yang merasa tida cukup kan hanya ia yang tak bersyukur
Allaah mau kita ikhtiar semaksimal mungkin, dengan cara yang baik, yang mengundang berkah.
Tiada mimpi yang lebih indah selain mimpi bertemu Rasulullaah SAW :"D
Suasananya meneduhkan, kehadirannya berisi pesan.
Literally, mimpi. Terjadi waktu tidur. Sebenarnya aku takut jika itu hanyalah visualisasi dari memory kepala ku karena pernah membaca hadits tentang ciri fisik Rasulullaah, khawatir hal itu dimanfaatkan syaitans untuk mengecoh. Aku juga pernah dengar hadits, yang intinya mengatakan bahwa syaitans tida bisa menyerupai rupa Nabi Muhammad SAW bahkan hanya dalam mimpi.
Kronologisnya, sebetulnya agak sedih, di mimpi itu aku melihat Rasulullaah keluar masjid dalam keadaan buru buru, mungkin ada suatu urusan. Aku menunggu di luar masjid, di teras. Aku tepat berada di depan beliau dalam jarak yang tida begitu jauh. Tapi sedikitpun beliau tida sempat menghampiri ku, bahkan menoleh pun tida. Ada satu sosok yang menyampaikan pesan beliau untukku, kata beliau... perbanyak lah tilawah. Dalam mimpiku sosok yg menyampaikan pesan dari Rasul itu adalah malaikat jibril. Sedih karena...merasa di cuekin sama Rasulullaah, tapi juga merasa tida pantas, siapa aku ini gituloh :" Sebuah tamparan keras untukku, dicuekin sama Rasul di dalam mimpi. Ku tida mau suatu saat nanti bertemu beliau dalam keadaan yang seperti itu. Mimpi itu, ku ambil positif nya saja sebagai motivasi besar untuk terus semangat berbenah diri, beribadah semaksimal mungkin seikhlas mungkin. Itu mimpi paling berkesan yang pernah kudapat, takkan terlupa. Mimpi beberapa hari menjelang Ramadhan kemarin :")
Allahumma sholli wa salim wa baarik alaih...