Kala itu bermalam di hotel bintang seribu. Ada begitu banyak bintang di atas kepalaku, sempurna dengan ditemani cahaya sang rembulan. Sembari asyik berbicara tentang rasi bintang dan obrolan pahitnya masa lalu di sela-selanya. "Lucu ya, kenangan waktu itu...saking lucunya sampe nangis!". "Cengeng banget cowo diputusin kayak gitu aja nangis."
Selamat datang terang! "Cari sunrise yuk nanti temenin aku bikin timelipse ya.." "Oke siap".
Percakapan yang berlanjut semakin asyik, sampe gatau lagi apa yang diomongin. Menyusuri jalan dan saling menghindari asap rokok. Berbalut canda tawa, eh divideion! "Kapan coba bikin videonya". "Ah emang paling bisa".
"Kamu sibuk?" "Engga kok, emangnya kamu ga ada liburnya". "Serius? Kalo ga sibuk nonton bareng bisa dong?!??" "Haha bisa palingan juga wacana".
Dan memang hanya menjadi sebuah wacana.
"Hai.. Selamat ulang tahun ya." "Loh kok kamu tau?" "Yes I am. A professional stalker." "Haha makasih ya! Mungkin cuma kamu yang inget hari ulang tahunku.. Eh jalan yuk?!"
Menyusuri kota-kota dan mengamati segala hiruk pikuknya. Ada banyak hal yang aku menjadi tau. Kota ini tak sama seperti 7 tahun silam saat kuinjakkan kaki di sini. Yang masih sama adalah sepinya. Aku sedikit trauma.
Hal yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. "Kamu cina?" "Iya..." "Agamamu....?" "Aku Islam". Dan pada saat menjadi imam di suatu mushola kecil, semua telinga tak ada yang tak mengaguminya. Masya Allah. Jauh dari yang dibayangkan.
"Jadi ini pertama kalinya kamu ke sini?" "Kedua, aku dulu pernah anter ibu-ibu hamil yang lagi darurat ke sini" "Ketubannya pecah di mobil?" "Iya".
Aku baru sadar, ada yang lebih indah dari hamparan bukit hijau luas, yah. Perjalanan ditemukannya Islam beserta peninggalan-peninggalannya. "Sebentar lagi kita kesana." "Tunggu!!'.