Para penyayang dan tidak sederhananya sebuah 'hadir' :)
"Makasih kak. Ternyata aku masih punya seseorang.." message dari sebongkah hati tulus itu membalas balik beberapa foto yang kukirimkan. Terdiam, membaca balasan balasan dari kawan kawan lainnya. Kawan kawan yang dipundak mereka ada amanah dan banyak orang bersandar. Mereka yang selama ini hadir dengan hati, membuat bumi menjadi tempat yang terasa jauh lebih aman dan nyaman. Kurang lebih, sama. "Ternyata aku masih punya seseorang" Ah-- ternyata banyak sekali dari kita yang kini merasa sendirian.. merasa sakit dalam perjuangan heningnya-- dan tidak di notice oleh siapapun :)
A little thing that matters. Menyapa mereka yang jarang tersapa, menyapa dengan berterimakasih atas hadirnya mereka di muka bumi.
Betapa di sekitar kita, banyak senyum senyum yang diusahakan hadir diantara kesesakan yang memelintir. Betapa di sekitar kita, banyak hati lembut yang terbuka karena luka-- yang berkali kali pura pura tegar agar nampak normal di hadapan mata. Betapa orang orang di sekitar kita sedang berjuang dalam diamnya, sedang menangis dalam sunyinya, sedang bertanya tanya dalam ketidakhadirannya.
Beberapa hari kebelakang pun begitu. Air mata sahabatku yang sangat peduli turun deras. Berdua di dalam mobil pink mini, di hadapan rumahku. Tangannya gemetar, hatinya gentar. Matanya redup dan bibirnya menuaikan ribuan tanya yang kusut dan tak mampu dipintal nalarnya. Hati sesaknya sulit melihat keadilan Allah dan sempurna rancanganNya. Dia, yang selama ini selalu memberikan yang terbaik yang dimilikinya kepada orang lain. Yang selalu melakukan segala hal dengan 100 persen rasa cinta kehadiran hati. Yang selalu membantu meringankan urusan urusan dengan segala totalitas yang dimampu. Ah :""
Allah memang menyayangi hati hati ini, ya. Bahkan dalam diamnya masing masing berjuang.. bahkan dikedalaman suaranya masing masing gemetar menunggu pertolongan. Bukankah dalam setiap ketidaknyamanan yang dirasakan, ada dosa dosa yang diampuni? Bukankah dalam rasa sakit ada noda yang dibersihkan-- timbangan hisab yang diringankan?
Mereka merindu Allah. Mereka merindu disayangi dengan hujan rahmat dan kehangatan cahayaNya.
Namun tentu Allah tidak kebetulan menjadikan kita kawannya, menjadikah hati kita memiliki firasat tentangnya, tidak kebetulan mengapa kita tiba tiba memikirkannya. tiba tiba ingin mengapresiasi hadir dan kebaikannya..
"Orang-orang yang penyayang akan disayang pula oleh Ar-Rahmaan, yang memberikan rahmat dan Mahatinggi. Sayangilah orang-orang yang di bumi supaya kamu disayangi pula oleh yang di langit."
(Hadits Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan al Hakim dari Abdullah bin Umar)
Kadang, mereka yang penyayang sekali dan memberi 100 persen dirinya pada dunia-- tidak memiliki seseorang disisinya. Seseorang yang mau mendengar isaknya, memahami tiap inci rasa sakitnya, menemani sekian jangka waktu sepinya.
Ah-- banyak sekali orang orang penyayang berjuang di dalam-- berusaha memberi porsi sayang juga pada diri dan gagal pada percobaan ke seratus sekian. Namun semoga, Allah selalu memberi berjuta kalilipat sayangNya pada hati hati lembut dan hangat ini, temani tiap detik agar mereka tak merasa sendiri. Menjernihkan hati mereka dengan keikhlasan yang lebih indah dari bumi..
Para penyayang hanya ingin kau hadir, tanpa menghakimi. Mereka ingin kau duduk bersama, menerima setiap air mata. Mereka hanya butuh getar tulus hatimu, menemani rasa sepi yang kian jemu Beriring beberapa ucapan kasih dan pujian sederhana, yang menguatkan mereka kalau dirinya sudah cukup bermakna-- sudah dan akan selalu berharga :")











