Kira-kira sekitar bulan Desember tahun lalu, saya berkesempatan mengunjungi workshop Penapisan Dasar Pendekatan Neorusains Terapan oleh dr. Anne Gracia. Sepulang dari workshop, saya mendapat satu sheet materi penapisan anak. Sesungguhnya penapisan anak dapat dilakukan oleh semua orang yang memang bersedia melakukannya, tetapi diutamakan adalah guru/ pendidik/ orang tua yang telah mendapat sertifikat workshop penapisan. Sebelumnya nama dan sekilas tema pelatihan pernah terdengar di telinga saya walaupun awalnya saya tidak begitu tertarik. Ketika saya bergabung dengan salah satu SDIT di Malang, dan telah menerapkan sistem Penapisan untuk deteksi dini tumbuh kembang anak, pada akhirnya saya sering bertanya ini-itu tentang Neurosains terapan.
Penapisan Dasar pendekatan neurosains terapan ini dimaksudkan untuk melihat kematangan fungsi otak anak dalam hal kesiapan belajar. Pasalnya masih banyak anak usia 3-6 tahun merasakan ketegangan dan ketidaknyamanan dalam belajar dikarenakan otak belum siap atau memang sengaja tidak dipersiapkan dalam melakukan aktivitas. Orang tua seringkali memaksakan keinginan supaya anak-anak ‘cepat bisa’ tanpa mengetahui bahwa perkembangan tiap-tiap anak berbeda, dan tidak bisa dipaksakan. Kesiapan anak dalam belajar sendiri dilihat dari bagaimana kendali gerak, emosi, dan atensi (perhatian) di masing-masing tahapan usia. Ketiga kendali tersebut tentu disupport oleh faktor eksternal yaitu pendampingan guru di sekolah serta orang tua di rumah.
Penapisan merupakan proses untuk menemukan perbedaan, apakah kondisi anak dapat diberikan skor sesuai dengan aitem observasi. Untuk panduan aktivitas penapisan dasar terbagi menjadi dua, yaitu materi gerak (Usia 4-7 th & Usia >7 th) dan materi artikulasi. Materi gerak diantaranya adalah menginstruksikan kepada anak-anak untuk berdiri rapat, berdiri mengangkat satu kaki, merangkak, menyentuh telinga melalui kepala, bola melintas, menyentuh ujung jari, dan tumpu kanan-kiri-atas-bawah.