/CEM.BU.RU/
Aku Cemburu, iya diam-diam aku adalah perempuan yang menyimpan cemburu. Iya, perempuan penyimpan cemburu. Eist..tapi cemburu tidak selalu soal cinta ya.
Aku cemburu, pada perempuan yang anggun dalam menguasai dirinya sendiri. Bertanggungjawab terhadap hidupnya tanpa membuat orang lain mengkhawatirkan keadaanya. Pahitnya hidup membuat dia kuat karena seluruh dirinya teruji dengan baik.
Aku cemburu, pada perempuan yang mampu menghadirkan kebahagiaan bagi orang - orang disekitarnya, sikapnya yang santu, senyumnya yang lembut dan padangan matanya yang meneduhkan hingga membuat orang lain bisa betah berlama-lama duduk disebelahnya.
Aku cemburu, pada perempuan - perempuan cerdas, yang kecerdasannya mampu menjadi pelita. Ia tak perlu berkoar-koar mengabarkan apa-apa pada dunia, karena semesta dengan sendirinya paham dan menyimpan ketakjuban di balik sosok sederhananya. Seperti langit yang tidak perlu membuat pengumuman tentang betapa tingginya ia.
Aku cemburu, pada perempuan yang pandai menjaga dirinya sendiri dan hatinya. Tak peduli sedang bersama siapa, ia tetap memegang prinsip bahwa kecantikan dan keindahan dan hatinya hanya untuk pasangan halalnya saja. Bahkan, aku cemburu, pada perempuan yang hanya bicara sedikit dan secukupnya pada yang bukan mahramnya, tak peduli meskipun itu hanya lewat pesan.
Bahkan aku cemburu, pada perempuan yang rela menukar segala mimpinya untuk memenuhi ketaatan pada imamnya. Tangannya cekatan dan kakinya sigap melangkah dalam kebaikan. Dan bahkan hingga aku cemburu, seluruh dirinya siap menjadi seorang yang mampu menjaga amanah. Baginya, menjadi ibu jauh lebih membanggakan daripada dirinya bangga untuk konsumsi pribadi. Aku cemburu, bukan kepada dia yang lebih cantik, dan berbalut kain indah dan mahal. Tapi, pada perempuan yang menjadi surga sebelum surga.
Sudut pojok, 1/10/24 || 20.47


















