Jejaring Sosial, kapan redup?
Sejenak saya terdiam, berhenti menulis sesaat, membayangkan untuk suatu hari nanti... dan bayangan ini datang ketika saya berinteraksi dengan teman internet saya, saya belum bertemu dengannya tetapi seakan-akan sudah kenal lama sekali.
ini adalah tipuan atau cerminan dari sebuah kenyataan yang berkumandang di antara-antara distorsi kehidupan?, entahlah, tetapi pada intinya dan akhir dari pemikiran saya tersebut adalah berupa pertanyaan, pertanyaan... akankah saya dan teman-teman di internet tetap saling mengenal sampai suatu hari nanti? ...
berkali-kali saya menyadari bahwa ada sisi kosong di antara interaksi sosial dewasa ini, hanya satu orang sahabat saya yang saya kenal sejak lama melalui internet yang saya yakin akan menjadi teman saya terus-menerus sampai tua nanti. ini bukan masalah besar memang, tapi ketertarikan saya atas interaksi ini begitu besar, saya juga tidak menutupi akan kemungkinan pertemanan saya dengan beberapa teman internet saya itu akan kandas di tengah jalan, hanya saja hari demi hari, perkataan demi perkataan keluar, kekosongan mulai mengisi, tidak ada tanda bahwa kita akan tetap berteman sampai kita semua menjadi tua, di facebook contohnya... suatu saat kemungkinan besar saya akan mengnonaktifkan facebook, pergi ke luar negeri, begitu pun dengan mereka, mereka akan terus bergerak, mempunyai keluarga dan akan teralih oleh banyak hal baru di dunia ini, dan dari bayangan itu saya mendapatkan kepastian suatu saat akan keluar pertanyaan, "siapa anda?," mungkin saya atau mereka yang mengeluarkan sepatah kata yang sangat berbeda dari hari ini.
ini menarik, karena baru-baru ini saya menulis buku tentang masalah interaksi di dalam jejaring sosial, penyebab dan dampaknya sendiri, dan setelah lama saya menitik beratkan antara jarak hubungan, dan juga jarak dalam artian ruang... sepertinya masyarakat dunia menyadari banyak kekosongan dan keganjilan dalam kehidupannya yang pada akhirnya ditumpahkan kedalam internet sehingga ia dapat berdekatan dengan teman internetnya. tetapi, apabila kekosongan itu mulai pulih di dalam dunia nyata... para masyarakat yang rajin berkomunikasi dalam internet pun akan memudar, jadi kita akan melihat seberapa kosong pemikiran masyarakat yang ada di internet melalui intents nya perbincangan mereka. dalam konteks ini pun saya menyadari kalau pertemanan melalui jejaring sosial itu atau jarak kedekatan tersebut disadari dengan benar oleh kedua belah pihak saya jamin pertemanan itu akan berlangsung sampai ke hari tua.