Asistensi PAI
Untuk kalian yang sedang kuliah, pasti tidak asing kan dengan yang namanya responsi? Bagaimana kalau Asistensi? Hmm... Mungkin terdngar asing bagi kalian. Ya,asistensi adalah nama lain dari responsi. Asistensi biasanya dilakukan pada mata kuliah keagamaan. Asistensi PAI dilakukan di persekitaran lingkungan Masjid Al-Hurriyah IPB, masjid yang menjadi Ikon bagi kampusku
Jadi, di kampusku ada sebuah kegiatan yang wajib dilakukan oleh mahasiswa tingkat pertama, yaitu asistensi agama karena di kampusku ada mata kuliah agama. berhubung aku menganut agama Islam, maka mata kuliahnya adalah PAI atau Pendidikan Agama Islam. Aku sudah menjadi seorang asisten PAI semenjak di semester 3. Banyak suka dan duka telah terukir selama empat kali memegang kelompok. Bagiku, kelompok asistensi di semester 6 inilah yang membuatku sangat berkesan. Ya, karena selama asistensi, mereka begitu aktif dan aku seringkali bercanda dengan mereka. Mereka begitu interaktif ketika asistensi, walaupun terkadang mereka bertanya yang aneh-aneh, aku tetap berusaha menjawab pertanyaan mereka sesuai pengetahuan yang aku miliki.
Menjadi asisten PAI bukanlah hal yang mudah. Seringkali terbersit dalam hati "Apakah saya akan digaji?". Namun, semua itu berusaha saya hilangkan dengan meluruskan kembali niat bahwa menjdi asisten adalah untuk menyebar dan berbagi Ilmu agama kepada adik-adik mahasiswa baru. Izinkan saya untuk membawa sebuah kesan pesan dari salah satu praktikan PAI di semester ini.
"Kami ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas bimbingan dan dukungan yang telah Abang berikan sebelum dan selama asistensi PAI ini. Kehadiran Abang sebagai asisten dalam hidup kami telah memberikan dampak yang sangat berarti. Sebelum asistensi, Abang telah membimbing kami dengan sabar dan penuh pengertian, membantu kami memahami konsep-konsep yang rumit, dan memberikan penjelasan tambahan saat kami membutuhkannya. Selama asistensi, Abang menginspirasi kami dan membuat setiap sesi belajar menjadi menyenangkan. Kami merasa lebih siap dan percaya diri setelah asistensi PAI ini, dan kami sangat berterima kasih atas dedikasi Abang dalam membantu kami tumbuh dan berkembang. Terima kasih sekali lagi bang faza" (GDA [IPB'59])
Momen Asistensi PAI












