Di dalam islam, pendidikan seks itu sangat luas dan komprehensif yaitu dalam bab Tarbiyah Jinsiyah yang menjadi upaya kita menjaga fitrah seksualitas pada anak. "Fitrah Seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati" (Ustadz Harry Santosa)
Tarbiyah Jinsiyah adalah jalan mendidik nafsu syahwat agar sesuai dengan nilai-nilai Islam, sehingga tercapai sakinah, mawaddah wa rahmah dalam sebuah rumah tangga. Harapannya, orang tua mampu mendidik keturunannya untuk mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Apa perbedaannya dengan pendidikan seks yang digaungkan kebanyakan? perbedaan besarnya adalah pendidikan seks menekankan pada konsep berhubungan seksual secara sehat dan aman sementara Tarbiyah Jinsiyah adalah Pendidikan seks dalam Islam yang mengacu pada pendidikan akhlak dan adab yang berlandaskan kepada keimanan Allah dan sesuai syariat (aturan) yang secara rinci ada di Al-Qur'an dan Hadits.
Kaidah Tarbiyah Jinsiyah:
Fiqh adalah pintu utama dan paling mulia untuk pembahasan pendidikan seksual karena bernilai ibadah.
Pendidikan seksual memerlukan waktu dan tahapan. Tarbiyah jinsiyah dimulai dari pendidikan dalam keluarga, sebelum menyerahkannya kepada para pendidik (sekolah umum) dan lingkungan.
Ilmu untuk menjaga kesucian harus diajarkan dengan cara yang baik dan bahasa yang sopan, tidak vulgar.
Orang tua bertanggungjawab memberikan ilmu pengetahuan seksual yang benar dan baik pada anak. Jika tidak, mereka akan mencari dari sumber lain diam-diam. Orang tua tentu kesulitan memfilter apa yang digali sendiri oleh anak-anak dibelakangnya.
Etika kehidupan bersuami istri secara Islam baru boleh di ajarkan kepada mereka yang benar-benar akan menikah (cukup usia), sementara di masa akhir kanak-kanak cukup (dan harus) mendapat penjelasan mengenai baligh atau fase pubertas
Perlu ketenangan orangtua saat menerima pertanyaan anak-anak dalam bab ini dan menjawabnya dengan baik, benar, dan sesuai dengan usianya. Maka dari itu orang tua harus terus mengupgrade perbekalan (ilmu parenting dalam islam) serta kompak dalam mendidik anak.
Mengenalkan Bagian tubuh dan perbedaannya pada kedua jenis kelamin, dalam hal ini alat kelamin dengan penyebutan yang benar, juga fase baligh pada lelaki dan perempuan.
Menanamkan Jiwa Maskulin kepada Laki-laki dan Jiwa Feminin kepada Perempuan. Rasulullah sangat membenci laki-laki yang berpakaian perempuan atau sebaliknya. Menurut penelitian, kelainan-kelainan syahwat tidak ada yang dimulai dari lahir. Kelainan syahwat bermula dari lingkungan. Jadi kelaki-lakian itu harus ditumbuhkan sejak dalam keluarga.
Mendidik etika berhias sehingga kaum muslimah tidak bertabarruj di luar rumah
Menanamkan budaya malu dalam islam
Menjelaskan Proses Kejadian Manusia dalam Al Qur'an
dst.
Aurat (termasuk tentang syahwat dan mahram)
Mengajari anak tentang aurat
batasan aurat/bagian tubuh mana saja
mengajarinya untuk menutup aurat sedini mungkin (dengan cara memberikan teladan adab berpakaian dalam islam)
menjaga privacy tubuhnya dari orang lain
Meminta anak menahan/menjaga pandangan (gadhul bashar)
Tidak hanya antara lelaki dan perempuan namun juga ketika laki-laki melihat laki-laki atau perempuan melihat perempuan.
membantu mendampingi anak memfilter apa-apa saja yang ia lihat dan dengar dari tayangan baik di TV maupun internet.
Memisahkan tempat tidur
Anak yang telah mencapai usia 10 tahun tidak dibiarkan tidur bersama saudaranya yang sejenis dalam satu selimut tanpa memakai pakaian, begitu juga dengan orang tua sendiri yang sejenis.
pisahkan kamar anak dengan kamar orang tua
Meminta Izin Masuk ke Kamar Orangtua
pada 3 waktu utama (sebelum Subuh, pada tengah hari, dan setelah isya)
Untuk anak-anak yang sudah baligh, maka setiap kali akan masuk kamar orang tua, harus meminta izin
Orang tua hendaklah menjaga dari pandangan anak pada waktu berganti pakaian. Hal ini sejalan dalam upaya poin ke-5.
Menjaga anak supaya tidak melihat dan mendengar pemandangan erotis. Termasuk ketika orang tua si anak sedang berhubungan, maka tidak boleh sampai anak melihat, lakukan di tempat yang tidak bisa dilihat dan didengar anak. Oleh karenanya, interaksi suami istri juga harus difilter saat berada di hadapan anak-anak.
Konsep Mahram & Non-Mahram dan Adab bergaul dengan Non Mahram. Batasan mana yang mahram dan bukan mahram jarang diajarkan dalam keluarga
Mendidik anak agar tidak melakukan ikhtilath (campur baur/pergaulan bebas) di antara laki-laki dan perempuan.
Mendidik agar tidak melakukan khalwat (berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram)
Mengenalkan Sanksi Zina
Sanksi zina dalam Islam sangat berat
Orangtualah yang menjadi penanggung jawab utama terhadap dosa perzinaan anak-anaknya.
Mencegah terbukanya pintu zina
Mengajarkan Puasa Sunnah. Sebagaimana perkataan Rasulullah, puasa itu akan mempersempit jalannya syaitan, dan lebih bisa menahan gejolak nafsu syahwat.
Thaharah (Bersuci)
Merupakan kewajiban orang tua untuk mengajarkan kepada anak-anaknya tentang bersuci, diantaranya:
Menjaga kebersihan kelamin untuk kepentingan thaharah