Opo mek aku sing ndelok wong iki terus ngeres? 😂 . . . #teamloki #tomhiddleston #tomhiddles #loki #ngeres #ngeresmaksimal #tolongpootuhan #ampunpak #pengakuandosa (at Kono Adoh Numpak Becak Kopling)
seen from South Korea
seen from Estonia

seen from Malaysia
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Brazil
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from Romania

seen from Singapore
seen from Russia

seen from United States

seen from Maldives

seen from China
seen from United States
seen from Maldives
Opo mek aku sing ndelok wong iki terus ngeres? 😂 . . . #teamloki #tomhiddleston #tomhiddles #loki #ngeres #ngeresmaksimal #tolongpootuhan #ampunpak #pengakuandosa (at Kono Adoh Numpak Becak Kopling)
Pendaftaran Sesal
Sepertinya nanti aku akan sangat menyesal ketika matahari pagi terbit pada tanggal 1 Januari 2018.
Yeah, karena aku telah melewatkan dan menyia-nyiakan waktu yang mana harusnya target untuk minimal satu single lagu BANDOSO selesai dan sudah diluncurkan ke publik. Aku nantinya yang merasa paling menyesal diantara teman-teman band yang lain. Dengan anugerah dan sumber daya yang kumiliki (ciyeeee..), belum ada aksi yang signifikan untuk berbuah menjadi album, padahal pencanangan programnya seudah sejak akhir 2016.
Memang aku sendiri mengakui tidak sepenuhnya punya banyak waktu luang, tapi diantara teman band yang lain waktuku termasuk yang paling longgar. Belum ada beban untuk harus Family Time, Quality Time with Kids, atau Time-Time yang lain, adanya cuma Dolan Time with Konco-Konco. Dan tanpa terasa sekarang sudah berada di bulan ke-sepuluh tahun 2017, kalau dihitung dari 2016 ini adalah sepuluh bulan yang sia-sia, harus ada penjadwalan ulang terhadap kegiatan dan prioritas.
Baiklah, masih ada waktu 2 bulan efektif untuk kejar 1 Januari 2018. Ada beberapa hal yang harus ditertibkan dalam perjalanan hidupku, pertama MALAS. Rasa malas ini yang kudu dibabat habis, karena aku mengenal diriku yang pastinya tau banget seberapa besar kadar kemalasanku, yang rasanya besarnya sudah sampai pada stadium Manahan.
Guru saya berkata di sebuah forum: Kepada diri sendiri harus kejam dan kepada orang lain lemah lembutlah. Kadang terpikir apa perlu aku nyimpan potongan video kata-kata Guru saya itu, jadi kalau pas diserang malas langsung nyetel video itu. Rasane ben koyo disengeni langsung heuheuheu..
Kalau kata tagar komunitas pertemanan sehatnya Dian Sastro yang sering nongol di Instagram pas doi jogging itu, #JanganKasihKendor. Yah begitulah... Awalnya dimulai dengan sangat bersemangat seperti nyala api yang sedang membakar kertas hasil ujian akhir yang nilainya D, begitu sekali kasih kendor sehari dua hari tanpa terasa malasnya sudah manjing berminggu-minggu, tak terasa akhirnya selapanan, bahkan sampai nyewu pula.. na’udzubillah.
Dan yang perlu ditertibkan lagi dalam perjalanan menjadi legenda ini adalah PRIORITAS, kegiatan mana yang prioritas kegiatan mana yang tidak. Menjadi dewasa adalah kesanggupan untuk memilih dan mengutamakan yang PRIORITAS.
Dari segala kegiatanku yang ndak jelas sampai yang jelas-jelas kelihatan mata. Sepertinya rilis single maupun untuk full album untuk band ini mulai sekarang harus masuk klasemen 3 besar penentuan prioritas pribadiku diantara kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial lainnya. Kalau untuk kegiatan sosial yang lain itu, ketidak hadiranku perannya bisa dihandle sama teman yang lain, tapi kalau untuk urusan album band ini kudu terjun langsung, itupun kalau tidak diserang malas seperti poin sebelumnya lho ya.
Kalau tidak salah seperti kata Kasino Warkop (atau kata siapa ya, lupa): Penyesalan itu letaknya di belakang, kalau di depan namanya pendaftaran. Kalaupun itu toh nanti pada hari pertama 2018 belum ada rilisan single terpublish dan tulisan ini sepertinya menjadi pengakuan dosa yang sedang mendaftar untuk tidak menyesal-menyesal banget lah..
“Dia menunggumu untuk kembali ke pelukan-Nya.”
http://ncronline.org/feature-series/francis-comic-strip
TheSecondDay : Pengakuan Dosa
Hai kamu buku sakti mandraguna. Apa kabar kamu hari ini? Mungkin ibarat bayi kamu sekarang masih ada di dunia ghaib. Masih ada di langit dan menunggu Allah SWT menurunkan perintah agar kamu dilahirkan di dunia. Masih butuh banyak episode dalam kehidupan ku agar kamu cepat dilahirkan ke dunia, dan menjadi “anak” termanis yang pernah aku buat. “Anak” yang akan memberikan kenang – kenangan pada almamaterku. Tapi semoga kamu masih betah menungguku ya, nak. Insya Allah tahun kelahiranmu ada di tahun 2016, amiin.
Oke hari ini adalah hari kedua aku menceritakan buku sakti mandraguna. Buku yang huruf judul depannya “S” belakangnya “I” dan terdiri dari 7 huruf. Hari ini aku tak menemui Sang Guru Besar yang menawan hati (atau menawan perasaan yang membuatku galau semalaman). Pagi ini aku memutuskan tak berangkat satu mata kuliah yang seharusnya dijadwalkan berangkat 07.30 WIB. Karena hatiku masih tak karuan bahkan untuk bangun pagi dan merasakan dinginnya air di pagi hari yang mengguyurku ke seluruh tubuh. Akhirnya setelah mendirikan sholat shubuh, tubuh ini hanya menggelepar di atas kasur seperti ikan yang baru merasakan daratan tanah. Perasaan pasrah, bimbang, pikiran mengacau kemana – mana seolah menyesali semua takdir yang terjadi dalam hidup. Lalu aku membalik pikiranku, bukankah takdir memang sudah digariskan oleh Allah SWT bahkan sebelum aku lahir atau mungkin sebelum semua dunia ini terbentuk. Aku tak ingin menyesal seperti orang bodoh, yang cuma menangisi keputusan di masa lalu. Aku seorang wanita dewasa yang sudah menginjak umur kepala 2, lebih tepatnya umur 20 tahun dan akhir tahun aku berumur 21 tahun. Bukankah itu ukuran umur yang seharusnya mengerti dengan jelas konsekuensi dan resiko yang diambil dari setiap keputusan yang diambil? Ya aku harus tahu itu, logika yang sedang bersembunyi dalam kepalaku akhirnya berkata. Ini hidupku, tak boleh ada yang mencampuri atau bahkan diriku sendiri yang telah membuat pilihan tak boleh menyesali dan berharap waktu akan berulang. “Sangat kekanak – kanakan” begitulah kata kawanku yang saat itu duduk di sampingku. Kawanku ini bukan orang biasa, walaupun tak mempunyai kekuatan superhero. Kami sudah berkawan dari kami mulai duduk di bangku kuliah, bahkan mungkin hingga kami memakai topi wisuda atau setelahnya kami akan tetap berkawan (selama – lamanya). Biar alay kayak di dongeng – dongeng. Tapi walaupun kami berbeda karakter (atau bisa dibilang sangat berlawanan ibarat dia api aku mungkin cuma air hangat yang suam – suam kuku). Dia menggebu – gebu ibarat petasan dia itu seperti petasan yang suaranya menggelegar kemana – mana dan banyak dinyalakan saat tahun baru, tapi aku cuma petasan 10 ribu yang nyalanya hanya bertahan tak sampai 10 menit. Dan sama sekali tak ada suaranya, mungkin sedikit bunti “zzzzzz” kecil. Ya kalian bisa membayangkanlah seperti apa bunyinya.
Kata kawanku lagi “Kamu itu mencintai kata – kata (mungkin maksudnya sastra) tapi mengawini kimia”. Kalian pernah nonton film bollywood “Three Idiots”? Film ini diperankan salah satunya oleh Amir Khan. Walaupun kalian mungkin bukan pencinta bollywood, tapi setidaknya pasti pernah mendengar namanya (kalau yang belum pernah, kalian “CUPU abiiss”, haha nggak bercanda J). Di film ini, Amir Khan sebagai tokoh utama mengatakan pada salah satu pemain yang juga berperan sebagai teman kuliahnya, begini “Kau itu menyukai fotografi tapi mengawini mesin”. Begitulah kira – kira yang dikatakan oleh Amir Khan. Dan sekarang kasus yang hampir mirip terjadi padaku. Aku baru menemukan cintaku pada dunia sastra, walaupun aku baru merasakan cinta itu diam – diam tumbuh subur di alam bawah sadarku. Tapi logika ku selalu menyatakan aku cinta kimia makanya aku menikahi kimia. Dan sekarang meskipun aku tahu aku salah mencintai, tapi aku ingin memperbaiki kesalahanku. Aku ingin menyelesaikan apa yang telah aku mulai. Aku ingin meminta maaf karena salah mengawini, sekarang dengan segala daya upaya aku ingin proses mengakhirinya dengan cara yang indah. Aku ingin (ya walaupun masih ingin) Kimia akan menjadi ilmu yang bermanfaat dan bisa kuterapkan dalam dunia tulis menulis (yang akhir – akhir ini baru kujumpai perasaanku padanya).
Aku menulis ini semua tak bermaksud untuk mengeluh atau bahkan pamer. Aku hanya ingin (sekali lagi) meluapkan apa yang di dada dan menuangkan apa yang terlintas di otak. Aku cuma ingin menjadi manusia yang jujur akan apa yang aku inginkan. Aku sadar takdirlah yang telah membawaku sampai ke titik ini, dan takdir pulalah yang akan mengakhiri semuanya dengan indah (Insya Allah).
Hari ini aku menyadari wahai buku saktiku, bahwa aku harus berusaha sangat keras untuk menerbitkanmu. Aku disini sudah lama mencintaimu, tapi ternyata cinta pertamaku bukanlah kamu. Biarkanlah aku mengakhiri belajar denganmu, dengan seuntai harap bahwa denganmu dan bersamamu kita akan sama – sama membuktikan ke orang banyak bahwa aku bisa membawamu menjadi jati diriku sesungguhnya dan membuat kedua orang tuaku tersenyum bangga. Maaf kalau tulisanku hari ini semakin tak jelas, karena aku ingin alam semesta bersama seisinya mendukung niat baikku ini bahwa dengan sebuah ilmu yang telah kupilih dari awal kuliah adalah ilmu yang membawaku ke sebuah titik kulminasi tertinggi kebanggaan, kebahagiaan, keharuan, dan pencapaian tertinggi dalam hidupku.
Semoga kalian yang membaca memang mengawini hal atau ilmu yang kalian benar – benar suka. Karena mengawini yang bukan cinta pertamamu sungguh susah untuk memulai mencintai dari awal lagi.
Sekian pengakuan dosaku pada buku sakti. Semoga kau tak malu atas pengakuan dosaku. Karena mungkin ini sudah lama mengendap dalam dada. Semoga kau lekas terbit ya dengan namaku di cover depanmu, wahai buku yang judul depannya “S” belakangnya “I” dan terdiri dari 7 huruf.
Hai Buku berjudul depannya “S” belakangnya “I” terdiri dari 7 huruf.
S K R I P S I
Hari ini adalah hari keduaku menulis tentangmu.
Semoga kau (skripsi) tak sungkan untuk ku ceritakan.
Salam cinta dan sayang untukmu.
Musuh terbesar itu bukan orang lain tp diri kita sendiri ternyata, sungguh berat memang ya book ...
Loser Chef
Pengakuan Dosa pasal I :
Saya nggak pernah bisa lama-lama di dapur selain untuk merampok isi kulkas untuk ditimbun di kamar.
.
Pengakuan Dosa pasal II :
Nggak bisa ngebedain ini daun apa dan itu daun apa. Bumbu yang saya kenal cuma bubuk instant plus saus botolan.
.
Pengakuan Dosa pasal III :
Dan... only God knows, dimana saya pesan kue lebaran setoples yang saya kirim ke Mama-mu dan saya labeli 'buatan saya'.
.
"Selamat makan!"
Di atas piringmu ada telur dadar ditabur keju cheddar.
dan susu strawberry segar, dari minimarket seberang jalan.
.
"Terima kasih untuk rasa sayang yang tidak pernah memudar,
walaupun wajan saya dan lidahmu hanya kenal telur dadar.
Tertanda, akan kursus masak bulan depan."