Gangguan plasenta saat kehamilan dapat membawa dampak buruk terhadap tumbuh kembang janin. Salah satunya yaitu pengapuran plasenta. Adakah akibatnya jika plasenta mengalami pengapuran? Kondisi penuaan plasenta akibat adanya penumpukan kalsium yang disebabkan pecahnya pembuluh darah kecil di plasenta, disebut dengan pengapuran plasenta. Pengapuran plasenta dapat dilihat saat pemeriksaan USG. Ditandai dengan kemunculan bintik-bintik putih menyebar dari dasar plasenta hingga permukaannya. Penyebab terjadinya pengapuran plasenta ini tidak diketahui secara pasti. Namun, dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor diantaranya, faktor keturunan hingga faktor lingkungan seperti radiasi, frekuensi suara rendah, reaksi terhadap obat-obatan tertentu, juga infeksi bakteri. Penelitian menunjukkan bahwa wanita hamil berisiko tinggi mengalami pengapuran plasenta pada usia kehamilan 28-34 minggu. Sekitar 18% kehamilan dilaporkan mengalami pengapuran yang parah setelah memasuki minggu ke-33. Kondisi ini lebih umum terjadi pada: kehamilan usia muda atau remaja, kehamilan pertama, juga wanita yang merokok saat hamil. Pengapuran plasenta bisa jadi merupakan fenomena yang wajar selama kehamilan, tapi bisa juga menandakan adanya gangguan kesehatan yang dialami janin. Risikonya bisa beragam tergantung pada kapan pengapuran mulai terjadi. Semakin awal terjadi, semakin tinggi risiko bahayanya. Jika terjadi saat usia kehamilan menginjak 32 minggu, berisiko menyebabkan perdarahan saat persalinan, abrupsio plasenta, bayi lahir prematur dan/atau APGAR skor rendah, dan janin meninggal saat masih di dalam kandungan. Sebanyak 20%-40% dari kehamilan normal akan mengalami pengapuran ketika usia kehamilan menginjak 37 minggu. Meski demikian, risiko pengapuran pada masa akhir kehamilan tergolong rendah. Tips: Jaga kesehatan tubuh. Berhenti merokok, atau hindari asap rokok. Makan makanan seimbang, olahraga kelola stress. Lakukan pemeriksaan secara rutin #fromthismoment #pengapuran #pengapuranplasenta #plasenta #placenta #sensitif #momtobe #amazingmoment